Taman Buah Pemkab Deliserdang Segera Dibuka dengan Terapkan Prokes


128 view
Foto SIB/Jekson Turnip
TERTUTUP: Gerbang Taman Buah Lubukpakam masih tampak tertutup namun sosialisasi prokes sudah terlihat dipajangkan, Selasa (23/2).
Lubukpakam (SIB)
Kepala Bidang Bangunan dan Gedung, Dinas Perkim Deliserdang, Anggiat Sipayung mengungkapkan objek wisata Taman Buah yang berada di belakang Kantor Bupati akan segera dibuka. Pembukaan Taman Buah direncanakan akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Akibat pandemi, objek wisata itu sudah ditutup hampir selama setahun.

"Iya benar sudah mau kita buka dalam Minggu ini. Sudah setahun kita tutup karena Covid ini. Ya karena ruang terbuka hijau kita harapkan bisa tambah sehatlah masyarakat nanti, makanya itu kita atur nanti masuknya agar tetap mengikuti prokes, termasuk saat di dalam," ujar Anggiat, Selasa (23/2).

Dijelaskannya, dasar pembukaan taman buah yaitu agar tidak ada penumpukan pengunjung di lingkungan Masjid Agung yang juga berada di komplek Pemkab Deliserdang. Untuk dapat mengurai pengunjung di Masjid itu terlebih pada akhir pekan maka salah satu cara akan dibukanya kembali Taman Buah.

"Untuk membuka Taman Buah, pengunjung dan petugas wajib masker. Rencananya kita buka mulai siang sampai sore saja. Maksimal orang 500 saja setiap hari. Pintu masuk hanya yang dari depan saja. Kemarin kita sudah simulasi, tapi banyak masyarakat belum mematuhi prokes makanya belum kita buka," terang Anggiat.

Pantauan di lokasi, pintu depan objek wisata Taman Buah ini sudah terpasang spanduk besar yang bertuliskan tentang peraturan bagi pengunjung. Untuk yang pertama, diwajibkan mematuhi Prokes 5M, lalu dilarang membawa makanan dan minuman berwarna, dilarang membawa tikar dan alat piknik serta dilarang berjualan di area pintu masuk dan trotoar. Diwajibkan membawa kartu identitas diri.

Rencana pembukaan obyek wisata taman buah ini disambut baik oleh warga Lubukpakam. Hal ini lantaran sudah setahun lokasi ditutup Pemkab. Karena tidak dipungut biaya masuk, sebelum ada corona lokasi ini selalu dikunjungi ribuan orang dalam setiap akhir pekan.

"Baguslah dibuka, kasian anak-anak kalau ditutup karena anak-anak yang paling suka. Orangtua pun banyak yang suka termasuk saya karena gratis jugakan nggak ada biaya masuk. Sekarang ini mana ada lagi wisata yang ditutup sudah dari dulu dibuka. Yang penting pakai masker lah," tandas Yuni warga Lubukpakam.(T05/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com