Tarif Gratis Angkutan Massal BTS Hanya Selama Masa Promosi


525 view
Tarif Gratis Angkutan Massal BTS Hanya Selama Masa Promosi
Jumongkas Hutagaol
Medan (SIB)
Direktur PT Medan Bus Transport Jumongkas Hutagaol selaku pemenang tender angkutan massal berbasis pelayanan BTS mengaku heran, karena Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan dari awal telah mendukung angkutan massal berbasis pelayanan Buy The Service (BTS) dengan tarif gratis.

“Tetapi saat ini, satu bulan lebih akan beroperasi angkutan massal BTS, Ketua Organda Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar pengoperasian angkutan massal BTS harus bertarif, sebab bila tidak, maka dapat menimbulkan gejolak dengan angkutan kota (angkot),” kata Jumongkas Hutagaol kepada SIB, Senin (15/6) di Medan.

Dijelaskan, dari awal Organda Medan mendukung BTS, terbukti dari hasil rapat dan sosialisasi angkutan massal, tetapi semenjak Direksi RMC yang juga Ketua Organda Medan ini kalah tender angkutan massal BTS, maka dukungan pun berubah menjadi menolak bahkan akan memprovokasi sopir agar melakukan aksi penolakan bila BTS tetap beroperasi tanpa tarif.

“Apakah karena kalah tender, maka dia tidak senang dengan keberadaan BTS. Kami selaku pemenang tender, selalu siap menerima yang kalah tender untuk bergabung. Kami sudah membuat konsorsium sehingga dapat bergabung untuk bersama-sama mengelola angkutan massal BTS program pemerintah pusat ini,” katanya.

Perlu juga diketahui, tambahnya, program pemerintah pusat tentang angkutan massal berbasis BTS di kota-kota besar di Indonesia wajib dilakukan, mau tidak mau, suka tidak suka, karena angkutan tersebut merupakan moda angkutan mendukung program Kota Medan sebagai kota metropolitan.

"Ketua Organda jangan menganggap kalau angkutan BTS beroperasi akan mematikan angkot, pemerintah telah memikirkan itu, karenanya Pemko Medan telah mengeluarkan izin agar angkot bisa lebih panjang lintasannya. Angkot beroperasi sebagai pider atau pengumpul, jadi jangan dianggap tidak beroperasi lagi. Program angkutan massal ini saling mendukung angkot pengumpul, BTS membawa ke Lapangan Merdeka," ujarnya.

“Tidak ada yang dirugikan, tidak ada persaingan, tetapi saling mendukung. Angkutan massal ini gratis hanya promosi. Bukan untuk selamanya sehingga apa yang menjadi permintaan Organda Medan agar BTS bertarif usulan itu kepada Kementerian Perhubungan juga sudah disampaikan,” katanya.

MEMBANTAH
Sementara Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe saat dikonfirmasi SIB, Selasa (16/6) melalui telepon membantah tuduhan karena kalah tender maka menolak BTS gratis, tetapi hal itu karena aspirasi ribuan sopir angkot.

“Kita mendukung angkutan massal program pemerintah ini, tetapi harus bertarif sehingga dapat bersaing sehat dengan angkot,” tutupnya. (M12/p)

Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com