WTP Simarmata : Pembahasan RUU Minuman Beralkohol Harus Hati-hati

* Lapo Tuak Bukan Lapo Tenggen

513 view
WTP Simarmata : Pembahasan RUU Minuman Beralkohol Harus Hati-hati
Foto SIB/Japet Arki Bangun
PAPARAN 4 PILAR : Anggota DPD RI, Pdt DR Willem TP Simarmata saat menyampaikan paparannya pada sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Rabu (18/11) di Balai Kartini, Jalan Tuanku Imam Bonjol, Tebingtinggi.
Tebingtinggi (SIB)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Pdt DR Willem Tumpal Pandapotan (WTP) Simarmata meminta pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Minuman Beralkohol harus penuh kehati-hatian, karena menyangkut budaya dan kehidupan orang banyak.

"Ya harus hati - hati membahasnya, apalagi ada menyangkut budaya dan mata pencarian seperti lapo tuak," kata WTP Simarmata saat diwawancarai SIB, Rabu (18/11) usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Balai Kartini, Jalan Tuanku Imam Bonjol, Tebingtinggi.

WTP mengatakan, Lapo Tuak merupakan warisan budaya dan sudah dijadikan mata pencarian secara turun menurun untuk memenuhi kehidupan keluarga. Kadar alkohol tuak sangat sedikit dibandingkan dengan minuman keras (Miras) yang beredar dalam kemasan botol.

"Tuak bukan miras melainkan minuman tradisional dan Lapo tuak itu bukan lapo tenggen. RUU Minuman Beralkohol seharusnya membatasi peredaran miras dengan kadar alkohol yang tinggi," jelasnya.

Lanjutnya, selama ini masih ada ditemukan peredaran miras yang masuk dari luar negeri tanpa izin. Hal seperti ini harus didisplinkan oleh pemerintah melalui intansi terkait.

"Pemerintah seharusnya membatasi peredaran miras dari luar, bukan melakukan penangkapan terhadap miras yang sudah masuk ke Indonesia," ucapnya.

WTP juga berpesan, bagi masyarakat untuk tidak terprovokasi atas RUU Minuman Beralkohol.

"Kita harus menunggu kebijakan pasti dari dewan dan pemerintah. Ada pertimbangan dan kepentingan untuk berbangsa dan bernegara. Jangan main hakim sendiri," harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, calon Bupati Serdangbedagai, Soekirman, Wali Kota Tebingtinggi yang diwakili Kepala Kesbang Polinmas, Zubir Harahap, perwakilan Gereja dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat. Sosialisasi ini dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan, peserta diwajibkan cuci tangan dan memakai masker serta menjaga jarak. (T02/f)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com