Wacana Merger akan Perkuat Modal dan Efisiensi BPR


378 view
Medan (SIB)- OJK (Otoritas Jasa Keuangan) akan mendorong perampingan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di tanah air. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Regional (KR) 5 OJK Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan Perizinan Anton Purba kepada wartawan di kantornya, Selasa (11/7).

Ia mengatakan, arah merger sudah ada, namun rencana itu masih dalam tahap pembicaraan internal BPR. Wacana merger lebih kepada penguatan BPR antara lain melalui merger sehingga permodalan BPR bisa lebih kuat dan operasional BPR bisa lebih efisien. Namun Anton tidak merinci lebih jauh berapa jumlah BPR yang akan merger.

Sebelumnya Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK Budi Armanto di Jakarta mengatakan, BPR harus memerkuat perannya dalam menjalankan layanan keuangan inklusif yang bisa diakses semua pihak. "Kajian memang belum selesai, tapi arahnya ke sana. Kita mau BPR kuat dan memberi manfaat ke ekonomi sekitarnya," kata Budi.

Dia menyebut saat ini jumlah BPR termasuk BPR Syariah yang tersebar di Indonesia mencapai 1.621 unit. Jumlah ini sudah termasuk jenis bank umum kegiatan usaha (BUKU 1) dengan modal inti Rp15 miliar, BUKU II dengan modal inti Rp15-50 miliar dan BUKU III dengan modal di atas Rp50 miliar. Dengan modal mencukupi maka sebuah BPR bisa menjalankan rencana-rencana bisnis dengan mudah.

Menurutnya, aset BPR seluruh Indonesia kini tercatat Rp115,2 triliun atau tumbuh 10,8 % dibanding periode sama tahun lalu. Pangsa pasar aset BPR masih terbilang kecil yakni 1,7 % dari total aset industri keuangan nasional. Kredit yang disalurkan tercatat Rp110,9 triliun atau tumbuh 9,85 %. Dana pihak ketiga (DPK) Rp95,5 triliun.

Sedangkan di Sumut aset pada Desember 2016 (yoy) meningkat sebesar Rp178 miliar (15,28 %) dari Rp1,16 triliun tahun 2015 menjadi Rp1,34 triliun. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2015 (yoy) meningkat sebesar Rp126 miliar (16,54 %) dari Rp763,17 miliar Rp889,41 miliar. Pada Desember 2016 meningkat Rp148 miliar (16,74 %) dari Rp889,41 miliar menjadi Rp1,03 triliun. (A2/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com