Wakapoldasu : Sumut Pintu Masuk Narkoba Jaringan Internasional


468 view
Wakapoldasu : Sumut Pintu Masuk Narkoba Jaringan Internasional
SIB/M Reza Fahlefi
SEMATKAN ROMPI : Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto menyematkan rompi relawan antinarkoba ke Ketua KBPPP Polri Sergai Weny Harman Sitorus, Jumat (26/10) di Lapangan Martebing PT Socfindo Bangun Bandar Dolokmasihul.
Sergai (SIB)- Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto SIK MSi mengatakan, Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu pintu masuk utama peredaran gelap Narkoba jaringan Internasional. Hal itu diutarakannya saat memberi sambutan dalam acara penyuluhan dan pencegahan peredaran gelap Narkoba KBPPP Polri Serdangbedagai (Sergai), Jumat (26/10) di Lapangan Martebing PT Socfindo Bangunbandar Dolokmasihul.


Dikatakan, para bandar jaringan internasional sangat menginginkan kemunduran generasi muda Indonesia melalui peredaran gelap Narkoba. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan sinergi yang baik antara kepolisian, TNI, organisasi masyarakat maupun pemuda dalam memberantas peredarannya.


"Narkoba tak hanya membahayakan bagi tubuh penggunanya. Namun juga sangat merugikan negara. Sebab, anggaran untuk menangkap, melakukan penyidikan serta merawat tersangka Narkoba itu tidak sedikit. Saya juga minta kepada Kapolres Sergai untuk melakukan tes urine secara berkala kepada semua personelnya. Karena saya tak ingin aparat penegak hukum di jajaran Poldasu justru terlibat Narkoba," ujar Mardiaz.


Mantan Kapolrestabes Medan itu juga menyinggung pemberitaan di media sosial (Medsos) yang berbau SARA, provokatif maupun hoaks yang akhir-akhir ini marak menjelang tahun politik di 2019 mendatang. Menurutnya, saat ini ada berbagai macam perusahaan jasa yang khusus menyediakan berita hoaks sesuai permintaan pemesannya.


"Masyarakat Sumut harus pintar dan cerdas memilah informasi. Jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah diadu domba. Indonesia adalah negara majemuk yang sudah diakui keberagamannya oleh negara lain. Mari kita sama-sama memerbesar persamaan daripada perbedaan. Apalagi, sesuai UU ITE ancaman hukuman untuk para pelaku hoaks itu maksimal kurungan 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Jadi jangan sesekali mencoba menyebar hoaks," papar Wakapoldasu.

Ketua KBPPP Polri Weny Harman Sitorus didampingi Sekretaris Irlan Situmorang menyampaikan bahwa keprihatinan terhadap peredaran Narkoba menjadi landasan awal diadakannya acara itu. Dia juga mengungkapkan, kegiatan ini juga dibalut dengan pengukuhan 16 relawan/penggiat antinarkoba yang telah diseleksi BNNK Sergai.


"Ke depan, program kita ialah menyosialisasikan tentang bahaya peredaran Narkoba serta mengawasi peredarannya hingga ke desa-desa. Awalnya kita mengusulkan ke BNNK Sergai untuk membentuk relawan dan sudah disetujui. Mulai hari ini kita nyatakan perang terhadap Narkoba," katanya.


Sementara itu, anggota DPRDSU Wasner Sianturi SE turut mengapresiasi acara tersebut. Dia mengaku akan mendukung penuh berbagai program yang akan dijalankan para generasi penerus dalam memberantas Narkoba. "Kami dari DPRDSU, siap menampung aspirasi generasi penerus untuk memutus mata rantai peredaran gelap Narkoba," imbuh Wasner.


Tampak hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Sergai AKBP H Juliarman EP Pasaribu, Kepala BNNK Sergai Drs Adlin Tambunan, Wakil Bupati Sergai Darma Wijaya SE, Kasdim 0204/DS Mayor Inf Muchsin, Kapolsek Dolokmasihul AKP Cahyandi, camat, para kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. (MRF/C02/q)



Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com