Seminar Tahun Kesehatan HKBP di Medan

dr Elida Sidabutar SpOG (K): Kanker Serviks, Kanker Paling Mematikan Bagi Wanita

* Hindari Gonta-ganti Pasangan dan Seks Dini

719 view
dr Elida Sidabutar SpOG (K): Kanker Serviks, Kanker Paling Mematikan Bagi Wanita
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Narasumber dr Elida Sidabutar SpOG (K) dan Dr dr Horas Rajagukguk SpB dan Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait STh MM foto bersama dengan Panitia Peringatan Tahun Kesehatan dan Kebersihan dalam Lingkungan Hidup di HKBP Dist
Medan (SIB)- Dalam rangka memperingati tahun kesehatan dan kebersihan dalam lingkungan hidup, HKBP Distrik X Medan-Aceh menggelar seminar lokakarya bagi kaum perempuan tentang kanker serviks dan payudara di HKBP Uskup Agung Resort Medan Kota, Sabtu (4/8) dengan narasumber dr Elida Sidabutar Sp OG (K) dan Dr dr Horas Rajagukguk SpB.


Panitia dr Dame Maria Pangaribuan SpK dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan mulia dan perlu terus ditingkatkan. Diharapkan ke depannya melalui kegiatan ini perempuan HKBP bisa menjadi pelopor kesehatan. "Dengan adanya seminar ini kita kaum perempuan HKBP paham gejala dan penyebab serta cara mengatasi kanker serviks," katanya.


Acara seminar tersebut dibuka Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait STh MM dengan harapan melalui seminar ini perempuan HKBP menjadi perempuan kuat dan cerdas. Dengan edukasi ini para jemaat wanita tahu tentang apa itu kanker serviks, penyebab, pencegahan serta pengobatannya.

Dalam kesempatan itu, dr Elida Sidabutar mengatakan, kanker serviks adalah salah satu kanker paling mematikan pada wanita. Tahap awal kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Kurangi resiko masa depan anda terkena kanker serviks melalui Human Papilloma Virus (HPV) dan pemeriksaan papsmear atau vaksin secara teratur setiap 3 tahun sekali," ujarnya.


Vaksin HPV katanya sangat bermanfaat untuk pencegahan berbagai macam penyakit, termasuk di antaranya kanker serviks. Berdasarkan strain virusnya, terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu vaksin HPV bivalen (2 tipe HPV) dan quadrivalen (4 tipe HPV). "Dengan Vaksin HPV dan papsmear anda telah memberikan perlindungan bagi diri anda," jelas dokter spesialis di RSUD Adam Malik tersebut.


Elida juga memaparkan bahwa kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim, pintu masuk dari vagina menuju rahim. Pada tahap awal umumnya kanker serviks tidak menunjukkan gejala yang khas. Infeksi HPV pada mulut rahim membutuhkan waktu 10-20 tahun untuk menimbulkan gejala-gejala nyata dari kanker serviks. Baru pada tahap lanjut dapat muncul gejala seperti peradangan vagina yang normal, keputihan berbau busuk, nyeri panggul dan nyeri pada saat senggama. 


"Penyebab Kanker Serviks adalah akibat genetik atau infeksi virus HPV 16 dan HPV 18 yang masuk ke dalam tubuh lewat hubungan intim. Selain HPV sebagai penyebab utama kanker serviks, faktor pendukung lain adalah merokok, sering berganti pasangan, aktivitas seks dini (kawin di bawah usia 20 tahun) dan lain-lain," tuturnya.


Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah melalui deteksi dini/vaksinasi dini sehingga pengobatan dan perawatan terhadap pasien dapat dilakukan seawal mungkin ketika harapan hidupnya terbilang masih cukup besar. "Oleh karenanya semua wanita dianjurkan untuk rajin memeriksakan kesehatan rahimnya dengan melakukan vaksinasi dan papsmear," papar dr Elida. 


Sementara itu, Dr dr Horas Rajagukguk SpB dengan fokus tentang kanker payudara menjelaskan, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan terkena kanker payudara seperti usia di atas 50 tahun, kontrasepsi oral, menstruasi dini, riwayat tumor jinak pada payudara, kehamilan pertama di usia tua, manapause di usia lanjut, pola hidup tidak sehat seperti obesitas, jarang berolahraga, merokok dan tidak menyusui.


Salah satu gejala utama kanker payudara, lanjut Horas, timbulnya benjolan yang padat, keras, tidak rata dan tidak mudah digerakkan pada payudara atau daerah sekitar ketiak. Seringnya benjolan tanpa rasa nyeri. Pada kasus yang lebih serius, muncul gejala kulit payudara yang kemerahan, cekungan seperti lesung pipit pada payudara dan kulit mengerut seperti kulit jeruk. Luka di puting yang tidak sembuh-sembuh, keluar cairan merah atau kecoklatan, puting tertarik ke dalam. "Untuk mengetahui adanya benjolan atau tidak, seseorang dapat melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya sendiri secara rutin setiap bulan di antara hari ke-7 menstruasi sampai hari ke-10," imbuhnya.


Tambahnya lagi, kanker payudara juga bukan hanya terjadi pada perempuan, tetapi laki-laki juga rentan terkena. "Kanker payudara ini bukan hanya terjadi pada perempuan melainkan juga laki-laki," tambahnya. (R4/AM/h)



Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com