Memaknai Kehidupan yang Lebih Baik

Oleh Upa, Madyamiko Gunarko Hartoyo

463 view
iStockphoto
Ilustrasi bahagia - stres
Ajaran Buddha memberikan pemahaman semangat kedamaian, penerimaan dan ketidakterikatan pada harta benda, serta melalui pesan-pesannya kita dapat mencapai pemahaman yang lebih baik tentang diri spiritual dan emosional kita. Lachan Brown mengutip lima belas pelajaran dari Buddha dengan sejumlah kata bijaknya yang kita kenal yang akan mengubah cara kita menjalani hidup.

Ketika Anda menyukai bunga, Anda hanya memetiknya. Tapi bila Anda mencintai bunga, Anda menyiraminya setiap hari. Ada perbedaan tajam antara cinta tanpa syarat dan emosi yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan ego kita. Dengan belajar memahami arti sebenarnya dari apa itu cinta, kita dapat menghargai keindahan dan kekuatan yang dimilikinya dalam hidup kita. Ketika hati kita kecil, pengertian dan kasih sayang kita terbatas, dan kita menderita. Kita tidak dapat menerima atau mentolerir orang lain dan kekurangan mereka, dan kita menuntut agar mereka berubah. Tetapi ketika hati kita berkembang, tidak membuat kita menderita lagi. Kita memiliki banyak pengertian dan kasih sayang dan dapat merangkul orang lain. Kita menerima orang lain apa adanya, dan kemudian mereka memiliki kesempatan untuk berubah.

Tiga hal yang tidak bisa lama disembunyikan: matahari, bulan dan kebenaran. Kebenaran tidak bisa disembunyikan dari mereka yang mencarinya. Tidak peduli apa yang dilemparkan hidup kepada kita atau manipulasi apa yang harus dihadapi, pada akhirnya sifat sebenarnya dari suatu situasi akan selalu terungkap. Kita perlu melihat kenyataan apa adanya, daripada dimanipulasi oleh orang-orang yang memiliki agenda tersembunyi. Ambil langkah mundur sedikit, pikirkan diri kita sendiri dan amati situasi dan keadaan sebelum membuat pendapat tentang apa yang sebenarnya belum tentu sesuai kenyataan.

Kedamaian datang dari dalam. Jangan mencarinya di luar. Kita pahami masyarakat modern sangat menekankan pada harta benda sehingga cenderung mengukur tingkat kesuksesan dengan jumlah uang yang dimiliki atau bagaimana orang lain memandangnya. Namun, kehidupan yang damai hanya dapat dicapai dengan mengakui siapa diri kita. Begitu kita mulai mencari kebahagiaan di luar diri, kita melepaskan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang kita inginkan.

Tidak ada jalan menuju kebahagiaan: kebahagiaan adalah jalannya. Hidup adalah tentang perjalanan; bukan tempat tujuan yang menyimpan banyak kebenaran. Jangan menjalani hidup untuk mengantisipasi hasilnya. Rangkul kegembiraan dan sakit hati di sepanjang jalan untuk mencari tahu apa artinya hidup yang sebenarnya. Ingat, kita hanya mendapatkan kehidupan ini sekali, jadi semoga kita memanfaatkannya sebaik-baiknya!

Teman yang tidak tulus dan jahat lebih ditakuti dari pada binatang buas; binatang buas mungkin melukai tubuhmu, tapi teman jahat akan melukai pikiranmu. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari hidup, kita perlu dikelilingi oleh orang-orang tulus yang mendukung diri-sejati kita. Ketika kita bergaul dengan orang-orang yang hanya membuat kita kesakitan, kita merampas kesempatan untuk bahagia. Setiap orang yang kita pilih untuk bergaul harus menambahkan sesuatu yang positif dalam hidup kita. Jika tidak, lalu apa gunanya?

Di langit, tidak ada perbedaan antara timur dan barat; orang menciptakan perbedaan dari pikiran mereka dan kemudian percaya itu benar. Buddha menekankan dalam ajarannya bahwa kita semua adalah satu. Pemisahan demi pemisahan adalah konstruksi umat manusia, tetapi di mata alam semesta, kita semua setara dan layak mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Anda tidak akan dihukum karena amarah; Anda akan dihukum oleh amarahmu. " Menyimpan dendam tidak berarti apa-apa bagi orang yang membuat kita marah. Sebaliknya, itu hanya menghabiskan pikiran kita dan mencuri kebahagiaan kita. Semua emosi ada tempatnya, tetapi hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk maju adalah melepaskan hal-hal negatif. Juga lebih bermanfaat untuk berfokus pada kebaikan dan melayani orang lain. Kemarahan dan kebencian dapat membuat bayangan gelap di sekitar pikiran kita sampai pada titik di mana itu menggelapkan hidup kita.

Kita dibentuk oleh pikiran kita; kita menjadi apa yang kita pikirkan. Ketika pikiran murni, kebahagiaan mengikuti seperti bayangan yang tidak pernah pergi. Pikiran kita menciptakan realitas kita, dan gagasan ini adalah benang merah di banyak pemahaman spiritual. Apa yang kita fokuskan dalam hidup adalah apa yang akan terus kita lihat. Jika kita hanya mengakui kegelapan, sulit untuk melihat cahayanya. Tidak ada gunanya menyimpan dendam dan membiarkan hati tenggelam dalam amarah. Untuk menjadi damai dan bahagia kita perlu melepaskan pikiran negatif seperti itu dan tidak memikirkannya.

Jangan percaya apa pun, di mana pun kita membacanya, atau siapa yang mengatakannya, tidak peduli jika kita telah mengatakannya, kecuali jika itu sesuai dengan alasan dan akal sehat kita." Pesan Buddha hanyalah belajar berpikir untuk diri sendiri. Kita semua memiliki lensa yang kita pahami melalui kenyataan, tetapi hanya kita yang dapat memutuskan apa yang benar untuk hidup kita. Hanya karena sesuatu populer, tidak membuatnya menjadi benar. Pahami segala sesuatu yang berunsur kebencian, keserakahan dan ketidaktahuan tidak dapat dikatakan sebagai kebenaran.

Anda hanya kehilangan apa yang Anda pegang.Banyak ajaran Buddha didasarkan pada konsep kemelekatan. Tidak perlu takut kehilangan jika kita melepaskan keterikatan emosional kita darinya. Cinta dan kebahagiaan tanpa syarat datang dari menerima ketidakmelekatan itu sepenuhnya.

Tidak ada yang menyelamatkan kita kecuali diri kita sendiri. Tidak ada yang bisa dan tidak ada yang memungkinkan. Kita sendiri harus berjalan di jalan itu. Hidup ini adalah milik kita, dan milik kita sendiri. Tidak ada cara bagi siapa pun untuk mengalami dunia dari sudut pandang unik kita. Daripada bersandar pada orang lain untuk membimbing kita menjalani hidup, jadilah berani dan merintis jalan kita sendiri. Hal ini penting untuk terus dilakukan terutama melalui masa-masa sulit yang sangat penting.

Akar penderitaan adalah kemelekatan. Kebanyakan orang orang di barat percaya bahwa keinginan dan keterikatan akan membuat kita bahagia. Banyak yang percaya bahwa jika kita mendapatkan cukup uang, atau membeli barang mewah baru itu, kita akan benar-benar bahagia. Tetapi kegembiraan itu tidak berlangsung lama, dan kita kembali dalam lingkaran keinginan lagi. Inilah yang menyebabkan kita menderita. Agar bahagia, kita perlu melihat ke dalam diri kita sendiri. Kita tidak perlu memahami hal-hal di sekitar kita dalam upaya untuk menemukan kenyamanan dan kebahagiaan dari mereka. Kedamaian batin sejati datang dari melepaskan keterikatan itu. Kebenaran fundamental dalam hidup adalah ketidakkekalan dan hukum sebab akibat. Oleh karena itu, kita akan menjadi lebih baik dalam hidup jika mampu untuk hidup di dunia ini tanpa menggenggam hal-hal dengan rasa ketergantungan.

Bermeditasi… jangan tunda, jangan sampai kamu menyesal nanti. Meditasi adalah teknik yang ampuh untuk menenangkan pikiran dan mengembalikan fokus kita. Penelitian telah menemukan bahwa meditasi hampir pasti mempertajam perhatian kita dan meningkatkan ketahanan terhadap stres. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bermeditasi? Mulailah meditasi dengan memusatkan perhatian pada napas kita, pada sensasi menghirup dan menghembuskan napas. Ada banyak hal yang dapat kita fokuskan saat bermeditasi - mantra, nyala api, gambar - tetapi napas adalah salah satu yang paling mendasar.

Bahkan kematian tidak perlu ditakuti oleh orang yang telah hidup dengan bijaksana. Ada satu kepastian dalam hidup yakni kematian. Tapi tidak ada gunanya takut pada sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kita perlu mencari cara sebanyak mungkin agar kita dapat menikmati waktu yang tersisa. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai dengan orang yang kita cintai. Jadikan hidup bermanfaat dan memuaskan. Bagaimanapun, kita hanya mendapatkan kehidupan sekali, jadi kita memanfaatkannya sebaik-baiknya.

Tidak ada yang lebih mengerikan dari pada kebiasaan ragu. Keraguan memisahkan orang. Itu adalah racun yang menghancurkan persahabatan dan memutuskan hubungan yang menyenangkan. Itu adalah duri yang menjengkelkan dan menyakitkan; itu adalah pedang yang membunuh. Tidak ada gunanya meragukan diri sendiri. Keraguan diri sering kali dibuat di kepala untuk membuat kita tetap berada di zona nyaman. Tapi kenyataannya adalah ini: Semakin kita mendukung diri kita sendiri dan keputusan kita, semakin banyak memahami hidup.

Pelajaran Buddha Gautama dapat diterapkan pada hampir setiap aspek kehidupan kita. Tidak peduli dari mana kita berasal atau apa yang kita alami, kita semua memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia. Saat kita tetap sadar akan pikiran kita dan menjalani perjalanan berliku, kita membuka pintu menuju perjalanan hidup yang lebih besar dan lebih cerah. (c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com