Membentuk Kenyamanan Bekerja

* Oleh Upa Madyamiko Gunarko Hartoyo

283 view
Internet
Ilustrasi
Banyak di antara kita tahu istilah "I Hate Monday ( saya benci Senin)" Bagaimanapun juga, Senin adalah awal dari lima hari lagi di tempat kerja, namun lebih dari separuh pekerja mengatakan bahwa mereka tidak bahagia masuk kerja terutama hari Senin. Kepemimpinan yang buruk, rekan kerja yang menjengkelkan, tenggat waktu yang ketat, dan sumber daya yang kurang menjadi sebagian masalah yang dihadapi banyak orang dalam kenyamanan bekerja.

Pertanyaannya adalah bagaimana caranya kita dapat menjaga kenyamanan saat bekerja. Ajaran Buddha yang telah ada ribuan tahun yang lalu ternyata tetap relevan dapat memberikan cara untuk diterapkan agar dapat mempertahankan kenyamanan saat bekerja. Lodlo Rinzler, seorang guru di Shambhala Buddhis mengungkapkan ada delapan cara yang dapat diterapkan.

Pertama, renungkan apa yang sebenarnya perlu dilakukan untuk karir. Merenung menjadikan kita lebih akrab dengan apa yang terjadi dalam pikiran kita sendiri dan membantu untuk mengetahui apa yang ingin kita lakukan untuk mata pencaharian kita dan juga tahu ingin menjadi siapa. Dengan memahami hal tersebut , kita memiliki alasan untuk tetap nyaman menghadapi tekanan ataupun suasana buruk dalam pekerjaan.

Kedua, menetapkan niat yang baik untuk pekerjaan yang kita lakukan. Dengan niat baik tersebut, kita menjadi seseorang yang memiliki arti lebih bagi kehidupan orang lain maupun lingkungan. Saat kita berjualan dengan niat memberikan sesuatu yang berkualitas agar barang yang diberikan tidak cepat rusak oleh pembeli, kita akan menjadi ringan dalam menyelesaikan pekerjaan kita. Ataupun kita menjual barang murah, kita menjadi nyaman bekerja ketika kita berniat untuk menghemat pembeli kita dan sisa uang dapat dibeli barang lain yang dibutuhkan.

Ketiga, memperlambat menjadi salah satu hal yang bisa lakukan walau terkesan sangat berlawanan dengan budaya dalam beberapa hal. Namun memperlambat perlu dilakukan karena sering sekali kita terus-menerus dikelilingi oleh kecepatan, tekanan dalam menyelesaikan banyak hal. Kadang kita perlu memperlambat agar cukup waktu untuk melihat situasi dengan jelas dan kemudian menanggapi dengan terampil sebagai hasilnya.

Keempat, membangun mandala yang merupakan salah satu dari banyak penerapan yang dapat dilakukan di kantor. Mulailah dengan keinginan menjadi orang yang baik hati. Atau, ingin menjadi orang yang murah hati. Kemudian, jika kita membangun hidup kita berdasarkan kualitas yang ingin kita kembangkan, ada peluang yang jauh lebih besar untuk kebahagiaan daripada jika kita hanya mengincar jabatan khusus ini yang sangat sulit. Ada miliaran orang di bumi, hanya ada satu peluang jabatan regional manajer Starbuck. Tapi masih banyak peluang untuk menjadi baik hati, banyak peluang untuk bermurah hati, dan karier kita dapat dibangun berdasarkan itu. Kedua hal tersebut dapat membesarkan nilai diri kita hingga akhirnya secara tidak langsung membangun karier kita.

Kelima, berhati-hatilah dengan perhatian. Berapa banyak gangguan yang kita miliki hari ini? Idenya adalah, bisakah kita benar-benar fokus dengan pekerjaan kita dan menjadi hadir sepenuhnya?. Memperhatikan makan kita,memperhatikan pekerjaan, memperhatikan percakapan yang kita dilakukan. Jadi, ini membawa diri kita sepenuhnya pada sesuatu. Jadi, jika kita bisa lakukan itu bahkan ketika ada begitu banyak gangguan, dari situlah kita tahu latihan meditasi kita berhasil. Banyak dari kita memberikan momentum kebiasaan, bisa dibilang, pekerjaan. Ini seperti, saat harus melakukan sesuatu sebelum jam 5 sore, mencurahkan semua energi ke dalamnya dan mulai mengabaikan perawatan diri sendiri. Mulai mengabaikan semua isyarat lingkungan, hanya satu tujuan, dan kemudian pekerjaan yang dihasilkan tidak sebaik hasilnya.

Keenam, istirahat melakukan sesuatu. Sekali lagi, hal ini sedikit berlawanan dengan budaya. Contohnya menyetel pengatur waktu di ponsel, setiap jam saat pengatur waktu itu berbunyi, cukup mengangkat pandangan sedikit ke hal lain dan tarik napas, hubungkan kembali pengamatan ke tubuh dan istirahatkan pikiran. Ambil titik awal pandangan yang baru dan saat itulah kreativitas benar-benar mulai meresap.

Pada titik tertentu, kita akan terlatih dengan baik, yang dapat kita hadirkan dengan bermeditasi secara teratur. Ketujuh, hal yang kita lakukan berikutnya adalah 'lakukan saja.' Hal yang bermakna lebih cepat, lebih cepat, dan di sini, 'lakukan saja' muncul untuk apa pun yang ada di depan kita.

Pada akhirnya kita tampil dalam bekerja dengan cara yang mungkin tidak dimiliki sebelumnya dan orang lain secara tidak langsung akan mengikuti dan hal ini akan menciptakan budaya yang berbeda. Kedelapan, yang paling penting adalah kita cukup menunjukkan tanpa perlu memberitahu. Tunjukkan fakta bahwa kita mulai muncul dengan hal baru yang baik dan benar-benar ada di sana bersama orang-orang lain. Lebih baik mewujudkan latihan kita tanpa harus banyak bicara tentangnya. (c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com