Muslim Latin di Chicago Bantu Tunawisma Sambil Berdakwah


241 view
Muslim Latin di Chicago Bantu Tunawisma Sambil Berdakwah
Foto: VOA
Muslim Latin di Chicago Bantu Tunawisma Sambil Berdakwah. Komunitas Latin Muslim di AS  
Chicago (SIB)
Sebuah organisasi Muslim Latin, Ojala Foundation, bekerja sebagai jembatan antara Muslim Latin dan komunitas sekitar di Chicago, AS. Mereka berupaya membantu orang yang membutuhkan sambil menyebarkan keyakinan Islam.

Misi yayasan tersebut, yakni membawa mereka ke jalan-jalan Chicago, di saat kebanyakan orang menghindarinya. "Mereka berkata, 'Ini dia Muslim' setiap kali kami muncul pada Jumat malam untuk membagikan makanan kepada para tunawisma," kata Direktur Penjangkauan untuk Ojala Foundation, Raul Gonzalez, dilansir di Chicago Tribune, Minggu (3/1).
"Kami memberi tahu mereka Tuhan tidak melupakan mereka," ucap Gonzalez.

Setiap Jumat malam, orang-orang dari yayasan membagikan makanan di lingkungan Heart of Chicago di Southwest Side. Kelompok ini juga mensponsori pembersihan, memberikan kelas tentang Islam, dan mengadakan acara potluck untuk mempromosikan keanggotaan.

"Banyak Hispanik yang masuk Islam justru bingung karena hanya ada sedikit tempat untuk mengajar mereka dan membimbing mereka tentang bagaimana mereka harus bertindak sebagai Muslim," kata Gonzalez.

"Di Ojala, kami menawarkan kelas untuk Muslim dan kami memiliki keanggotaan, ditambah kami melakukan bagian kami dalam membantu orang lain, memulihkan mereka ke tempat yang lebih baik," lanjutnya.

Menurut Pew Research Center, semakin banyak orang Hispanik masuk Islam selama dekade terakhir. Jumlah Muslim yang tinggal di Amerika Serikat meningkat dari 2,5 juta menjadi 3,5 juta dari 2007 hingga 2017. Sekitar seperempat juta di antaranya adalah orang Latin.

"Orang Latin yang dibesarkan di Gereja Katolik dicabut haknya, dan beberapa beralih ke Islam, tetapi kadang-kadang meninggalkan Islam karena mereka tidak memiliki panduan," kata Gonzalez.

Kelas agama ini tersedia melalui yayasan di bawah Syeikh Omar Hernandez. Dia merupakan orang Latin pertama dari Amerika Utara yang lulus dari Universitas Islam Madinah.

Gonzalez mengatakan, pelajaran itu menekankan bagaimana Islam merangkul keberagaman. "Tuhan membuat kami berbeda, tetapi kami saling mengenal. Kami ingin memiliki peran praktis dalam komunitas, dan itu harus dimulai dengan individu. Islam mengubah hati saya," ucapnya.

Melalui Ojala Neighborly Deeds Initiative mereka mengirim Muslim ke lingkungan di seluruh kota, termasuk kamp tunawisma. "Orang tidak harus mengemis setiap hari untuk makanan. Mereka tidak harus tidur di luar dengan tikus sebesar chihuahua, tidur di atas karton. Saya tidak mengerti bagaimana orang mengabaikan tunawisma untuk menonton pertandingan olahraga mereka," kata Gonzalez.

"Kami tidak melakukan ini untuk mendapatkan penghargaan atau pengakuan, kami melakukannya karena kami takut akan datangnya hari. Hari Pertimbangan (Hari Akhir). Kami ingin perbuatan baik kami melebihi perbuatan buruk kami, wajah Islam yang sebenarnya. Kami adalah jenis orang yang akan diundang oleh ibumu untuk makan malam," ujarnya.

Di samping itu, yayasan juga memiliki program penjangkauan hingga penjara, di mana anggotanya menjadi sahabat pena bagi para narapidana. "Tidakkah Anda ingin orang yang dipenjara karena kejahatan apa pun berpikir secara berbeda saat mereka keluar? Satu-satunya cara kami bisa mencapai itu adalah melalui tindakan kami, bukan fasad. Seseorang harus bekerja untuk mengubahnya," ucap Gonzalez. (rep/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com