Besok, Gashuku Sabuk Hitam Tako Lintas Generasi di Siantar


53 view
(Foto SIB/ Horas Pasaribu)
FOTO BERSAMA: Para senioren Tako Indonesia foto bersama usai pertemuan di Medan, Selasa (6/4). Mereka terdiri dari Rajamin Siriat, Guru Su Paulus Atak, Guru Rupina Aruan, Dr Timbang Pangaribuan, Effendi Manullang, Palti Hutapea, Lando Rajagukguk, Mardi Chan, Godang Hutasoit dan Saudur. 
Medan (SIB)
Para sabuk hitam karateka Tako Indonesia lintas generasi akan melaksanakan Gashuku (latihan bersama), Kamis (8/4) di padepokan Guru Jamin Purba Jalan Simbolon, Pematangsiantar. Ketua Panitia Baringin Siahaan, Seketaris Godang Hutasoit dan Wakil Seketaris Mardi Chan.

Mereka adalah Guru Su Paulus/Atak, Guru Dra Rupina Aruan MTh, mantan Ketua Pengkot Tako Medan Rajamin Sirait SE, Dr Timbang Pangaribuan, Palti Hutapea, Drs Effendi Manullang, Mardi Chan, Lando Rajagukguk, Saudur dari Jakarta dan lainnya. Sebelumnya mereka ziarah ke makam pendiri Tako, alm Suhu Sahrun Isa.

Rajamin Sirait mengatakan, Gashuku ini dilaksanakan untuk merajut kembali apa yang sudah berpencar, kemudian bertemu kembali (reuni). Seperti Guru Su Paulus Atak dulunya dilatih Tjiam Ben Hock alias Ahock tahun 1974 di Pekanbaru.

Tujuannya agar, generasi Tako ini tidak hilang, meski sudah berusia 58 tahun di Indonesia, Ikatan Sabuk Hitamnya tetap ada.

Acara Gashuku nanti akan dirangkai dengan ziarah ke makam Guru Besar Tako alm guru Jamin Purba, kegiatan tausiah menyambut bulan puasa. Saya selaku mantan Ketua Tako Medan sangat mendukung perhelatan ini,” kata Rajamin Sirait.

Acara Gashuku besok di Pematangsiantar, kata dia, murni silaturahmi, tidak ada acara dukung-mendukung. Karena Tako ini bukan parpol atau ormas, bukan yayasan, tapi murni perguruan beladiri karate.

Sementara itu, Palti Hutapea, mantan peraih medali emas SEA GAMES Singapura tahun 1989 mengatakan, perhelatan gashuku bertujuan untuk konsolidasi dan membangun kebersamaan yang selama ini hilang. “Sampai sekarang kecintaan terhadap Tako tidak pernah hilang. Walaupun sudah merasakan juara dimana-mana, kami berharap Tako tetap eksis dimana-mana,” ungkapnya.

Pengacara Dr Timbang Pangaribuan mengatakan, kedatangannya di Medan dalam rangka tugas profesi sebagai pengacara yakni menangani sebuah perkara di pengadilan. Tapi di Medan mereka diundang panitia untuk kegiatan Gashuku. “Kami sangat mendukung, semoga Gashuku berjalan dengan baik dan sukses. Tali persaudaran satu perguruan Tako se Indonesia berkumpul di Pematangsiantar. Disinilah kami bertemu satu sama lain yang sudah terpisah puluhan tahun. Pertemuan ini pasti mengharukan,” ungkapnya.

Ketua panitia Baringin Siahaan yang disampaikan Seketaris panitia Godang Hutasoit mengatakan, Gashuku sudah siap untuk dilaksanakan dan tetap mengacu protokol kesehatan. (A8/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com