Kontribusi Sektor-Sektor Ekonomi Dalam Membentuk PDRB Sumut

* Oleh Dr Togu Harlen Lbn Raja, SE, MSi (Rektor Univ Sisingamangarja XII Medan), * Disampaikan Dalam Seminar Internasional di Chiangmai Thailand

3.804 view
Kontribusi Sektor-Sektor Ekonomi Dalam Membentuk PDRB Sumut
Dalam kegiatan ekonomi daerah tentunya bergerak dimulai dari potensi ekonomi yang ada pada masing-masing daerah yang dikelola dalam rangka menghasilkan uang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sektor-sektor ekonomi daerah merupakan potensi sumber daya alam yang dikelola oleh daerah dalam menjadikan sumber daya alam tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi yang dapat mendatangkan uang kepada masyarakat, daerah dan negara.

POTENSI EKONOMI

Dalam membangun daerah tentunya bergerak dari potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah yang berbeda-beda yang dikelola dengan baik dalam rangka pembangunan daerah. Potensi ekonomi adalah sektor-sektor produksi melalui ketersediaan sumber daya alam yang ada pada satu daerah yang dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan negara. Kemudian untuk melihat sektor mana di masing-masing daerah yang menjadi sektor unggulan adalah dengan melihat kontribusi yang paling besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor unggulan disebut juga dengan sektor basis dan sektor tidak unggulan disebut dengan istilah sektor tidak basis.

PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH

Kekayaan alam yang berbeda-beda pada setiap daerah tentunya mengakibatkn perbedaan pengembangan ekonomi wilayah, oleh sebab itu maka perlu mempelajari bagaimana potensi ekonomi masing-masing wilayah. Hoover & Giarratani dalam Dedi NS, Setiono, 2011, menjelaskan bahwa ada 3 hal pokok yang menjadi landasan pengetahuan tentang wilayah dan analisa wilayah antara lain :

1. Ketidakmobilitasan faktor-faktor produksi (immobility of factor production).
2. Sifat factor produksi dan barang yang tidak dapat dibagi sempurna (imperfect, divisibility of production factor and goods).
3. Ketidaksempurnaan mobilitas barang dan jasa (imperfect mobility of goods and services).

Pengembangan ekonomi wilayah harus didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang kaya seperti : minyak, gas, tambang, dll, yang memberikan pengaruh yang sangat tinggi terhadap peningkatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun semua daerah atau negara tidak memiliki kesempatan yang sama yang mempunyai sumber daya alam yang kaya sehingga konsep pertumbuhan ekonomi diarahkan kepada konsep basis ekonomi yang mudah dan cepat diperoleh yaitu dari sektor perdagangan, industri dan listrik, air, komuniksai dan jasa keuangan.

Untuk menganalisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Location Quotient  (LQ) dimana hasil analisa dengan  menggunakan metode Location Quotient (LQ) akan dapat memberikan jawaban tentang sektor-sektor mana yang paling unggul atau sektor basis di Provinsi Sumatera Utara.

KONTRIBUSI SEKTOR-SEKTOR EKONOMI DALAM MEMBENTUK PDRB SUMUT

Untuk mengetahui berapa besar kontribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat digunakan dengan pendekatan Metode Location Quotient (LQ) dengan rumus sebagai berikut :

Rumus Location Quotient adalah sebagai berikut :
LQ = XiSU/PDRBSU

PEMBAHASAN

1. Kontribusi Sektor-sektor ekonomi terhadap Pembentukan Potensi Ekonomi Daerah.

Untuk menganalisa besaran kontribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan potensi ekonomi daerah di Provinsi Sumatera Utara digunakan metode analisa Location Quotient (LQ).

Dengan metode Location Quotient (LQ) akan dapat terlihat pengaruh masing-masing sektor ekonomi dalam pembentukan ekonomi daerah.

Data yang digunakan dalam menganalisa permasalahan yang telah dikemukakan adalah data yang diambil dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010-2012 dan data Produk Domestik Bruto Indonesia tahun 2010-2012.

HASIL ANALISA LOCATION QUOTIENT (LQ)

SEKTOR                     2010     2011     2012
Pertanian                      1,5       1,8       1,8
Pertambangan               0,2       0,2       0,1
Industri Pengolahan        0,9      0,8        0,8
Listrik dan Air Bersih       1        0,9        0,9
Bangunan                      1,2     1,1         1,1
Perdagangan, Hotel        1,1     1,1         1,08
dan Restaurant
Angkutan, Komunikasi   1,1     1,02        1,02
Keuangan dan Asuransi  0,8     0,8          0,9
Jasa-jasa                      1,1     1,1           1,1

Berdasarkan hasil analisa Location Quotient (LQ) dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Hasil analisa LQ sektor pertanian tahun 2010 adalah 1,5, tahun 2011 adalah 1,8 dan tahun
2012 adalah 1,8 sehingga LQ untuk sektor pertanian >1 artinya bahwa sektor pertanian adalah sektor basis atau sektor unggulan.
2. Hasil analisa LQ sektor bangunan tahun 2010 adalah 1,2, tahun 2011 adalah 1,1 dan tahun 2012 dalah 1,1 sehingga LQ untuk sektor bangunan >1 artinya bahwa sektor bangunan adalah sektor basis atau sektor unggulan.
3. Hasil analisa LQ sektor perdagangan, hotel dan restaurant tahun 2010 adalah 1,1, tahun 2011 adalah 1,1 dan tahun 2012 adalah 1,08 sehingga LQ sektor perdagangan, hotel dan restaurant >1 artinya bahwa sektor perdagangan, hotel dan restaurant adalah sektor basis atau sektor unggulan.
4. Hasil analisa LQ sektor angkutan dan komunikasi tahun 2010 adalah 1,1, tahun 2011 adalah 1,02 dan tahun 2012 adalah 1,02 sehingga LQ sektor angkutan dan komunikasi  >1 artinya bahwa sektor angkutan dan komunikasi adalah sektor basis atau sektor unggulan.
5. Hasil analisa LQ sektor jasa-jasa tahun 2010 adalah 1,1, tahun 2011 adalah 1,1 dan tahun 2012 adalah 1,1 sehingga LQ untuk sektor jasa-jasa >1 artinya bahwa sektor jasa-jasa adalah sektor basis atau sektor unggulan.
6. Hasil analisa LQ sektor pertambangan, industri pengolahan dan sektor keuangan dan asuransi serta sektor listrik dan air bersih dari tahun 2010, 2011 dan 2012 adalah <1 artinya ke tiga sektor ini adalah sektor bukan basis atau sektor bukan unggulan.

KESIMPULAN

1. Dari 9 sektor ekonomi yang ada di Provinsi Sumatera Utara, maka sektor pertanian sebagai sektor yang paling unggul dalam memberikan sumbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumatera Utara.
2. Disamping sektor pertanian maka ada beberapa sektor lagi yang termasuk sektor unggulan di Provinsi Sumatera Utara yaitu sektor perdagangan, hotel dan restaurant, bangunan, angkutan dan komunikasi serta jasa-jasa.

SARAN

1. Pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara harus mampu memberdayakan sektor pertanian sehingga mampu mempertahankan sektor unggulan yang mampu memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sumatera Utara.
2. Sektor-sektor yang bukan sektor unggulan tetap menjadi perhatian bagi pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan berbagai kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
3. Sektor industri harus menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah Provinsi Sumatera Utara dimana sektor industri seperti anak kembar dengan sektor pertanian karena semua hasil pertanian akan dikelola dengan industrialisasi. (r)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com