Pariwisata RI: Minim Turis hingga Kamar Hotel Diisi 'Hantu'


158 view
Pariwisata RI: Minim Turis hingga Kamar Hotel Diisi 'Hantu'
Foto: Edi Wahyono
Ilustrasi
Kondisi sektor pariwisata Indonesia masih babak belur akibat pandemo COVID-19. Setelah setahun, jumlah kunjungan turis alias wisatawan mancanegara (wisman) masih sedikit. Hal itu juga berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang.

Okupansi hotel pun kosong melompong alias sepi, meski catatan Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat kenaikan dari bulan Januari ke Februari 2021.

BPS mengumumkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau turis ke Indonesia sebanyak 117 ribu di Februari 2021. Angka tersebut mengalami penurunan 86,59% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang sebesar 872,8 ribu.

"Jumlah kunjungan wisatawan 117,2 ribu mengalami penurunan sebesar 14,74% (MtM) kemudian kalau kita bandingkan tahun lalu terhadap Februari 2020 terjadi penurunan sebesar 86,59%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam video conference, Kamis (1/4/2021).

Setiato mengatakan, bulan Februari tahun lalu menjadi titik awal masuknya wabah virus Corona ke banyak negara. Hal itu membuat banyak negara yang mulai mengambil kebijakan pembatasan khususnya sektor penerbangan.

Namun pada saat Februari tahun 2020, Indonesia masih belum memasuki masa pandemi sehingga kunjungan wisatawan mancanegara masih tinggi atau berbeda dengan periode saat ini yang masih menerapkan pembatasan karena Covid-19.

"Kalau kita bandingkan tahun lalu di awal-awal Covid begitu, sehingga di Februari tahun ini penurunannya masih cukup tajam kalau kita bandingkan tahun lalu," ujarnya.

Jika dilihat secara kumulatif, Setianto mengungkapkan angka penurunannya lebih tinggi. Tercatat sepanjang Januari-Februari 2020 ada sebanyak 2.163.176 kunjungan, sementara di Januari-Februari 2021 hanya sebanyak 254.230 kunjungan atau turun 88,25%.

Berdasarkan kebangsaannya, jumlah wisman yang datang pada bulan Februari tahun ini berasal dari Timor Leste yaitu 59,8 ribu atau setara 51,1% dari 117 ribu kunjungan. Di posisi kedua ada turis asal Malaysia yang jumlahnya 37,5 ribu atau 32%.

Selanjutnya, ada dari China sebanyak 3000-an atau 2,5%, sementara lainnya 16,8 ribu atau 14,4%.
Adapun, mayoritas kunjungan pun masih didominasi dari jalur darat yaitu 75,3 ribu atau 64%.

"Kemudian kedua tertinggi adalah masuk melalui jalur laut yaitu sebanyak 34,6 ribu kunjungan atau sebesar 30% dari total 117 ribu kunjungan. Yang melalui udara hanya enam persen atau 7,1 ribu kunjungan wisatawan mancanegara," ungkapnya.

BPS mencatat TPK hotel klasifikasi bintang sebesar 32,40% pada Februari 2021. Angka tersebut turun 16,82% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 49,22%.

TPK hotel klasifikasi bintang, dikatakan Setianto masih tertolong oleh para wisatawan lokal. Hal itu tercatat dari adanya peningkatan secara bulan ke bulan yang sebesar 2,05% pada Februari dibandingkan Januari yang berada di level 30,35%.

"Sehingga secara month to month ini mengalami peningkatan 2,05 poin," jelasnya.

Besarnya peran wisatawan domestik juga terlihat dari indeks mobilitas penduduk pada Februari 2021. Di mana dari beberapa sektor yang didata terdapat peningkatan pergerakan meski masih berada di zona negatif.

Seperti di tempat perdagangan ritel dan rekreasi per Februari tercatat minus 22,2% atau naik dari bulan sebelumnya yang minus 24,3%. Angka tersebut meningkat kembali di bulan Maret yang menjadi minus 17,0%. (dtc/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com