Mendikbud Ajak Mahasiswa Jadi Relawan Cegah Corona


358 view
Foto: Beritasatu Photo / Istimewa
Mendikbud Nadiem Makarim 
Jakarta (SIB)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengundang mahasiswa tingkat akhir di fakultas bidang kesehatan untuk menjadi relawan mencegah penyebaran virus corona sebagai wujud nyata membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

Nadiem menyebutkan, para relawan tidak serta merta langsung menangani pasien, melainkan membantu program komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, melayani call center, dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensinya.

“Kita dalam situasi yang belum pernah dialami sebelumnya dan membutuhkan upaya sekuat tenaga untuk menangani situasi ini. Kami paham betul bahwa risiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tidak berhasil tanpa dukungan seluruh masyarakat, terutama bagi generasi muda yang memiliki talenta. Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutuhkan pahlawan-pahlawan medis yang berjuang bersama demi masyarakat,” kata Nadiem dalam siaran pers diterima, Jumat (20/3) malam.

Nadiem mengatakan, bagi mahasiswa yang berminat ikut dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, Kemdikbud memberikan insentif dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program co-asssistant (co-as) atau sebagai satuan kredit semester.

Kemdikbud juga telah meminta bantuan rektor/direktur Politeknik Kesehatan untuk mendorong Dekan Fakultas Kedokteran/Keperawatan/Ilmu Kesehatan Masyarakat mensosialisasikan inisiatif ini kepada mahasiswa tingkat akhir atau Co-As untuk secara sukarela bergotong royong sebagai relawan kemanusiaan guna mendukung pencegahan meluasnya Covid-19. “Saat ini, proses koordinasi dengan berbagai pimpinan perguruan tinggi terus dilakukan,” ujarnya.

Sementara Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Nizam mengatakan, saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) bersama-sama menggerakkan para mahasiswa kedokteran yang ingin terlibat dan mendukung upaya pemerintah menjadi relawan memerangi Covid-19.

Selain itu, Ditjen Dikti Kemdikbud berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi terkait detail teknis pendaftaran, pelatihan, dan berbagai dukungan yang dibutuhkan untuk menjalankan inisiatif ini. Sampai saat ini, Kemdikbud telah mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan 26 Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) sebagai sub-center untuk screening dan penanganan pasien Covid-19.

Sebagai informasi, untuk mendukung program ini, Kemdikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/0883/2020 tentang Jejaring Pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit Pemberi Pelayanan Non-Rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Surat Edaran tersebut meminta Rumah Sakit milik sepuluh universitas di Indonesia untuk dapat merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Pasien Covid-19.

Kesepuluh universitas tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (Unbraw), Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Tanjungpura. (Beritasatu.com/f)