Forrest Li di Balik Kesuksesan Shopee dan Game Free Fire


2.661 view
Forrest Li 
Rasanya tak mungkin ada orang yang tak kenal dengan Shopee. Platform e-commerce ini banyak digunakan para konsumen dan penjual lantaran aksesnya yang mudah dan juga menguntungkan.

Kalau kamu belum tau, Shopee merupakan salah satu garapan perusahaan Startup SEA Ltd (sebelumnya Garena) di mana Forrest Li adalah sosok Chairman sekaligus CEO-nya.

Forrest Li memiliki nama asli Li Xiaodong. Ia merupakan lulusan Shanghai Jiaotong University dengan gelar Bachelor of Engineering. Setelah lulus, ia sempat bekerja di Motorola Solutions Inc. dan Corning Inc. di China.

Namun, ia merasa bahwa menjadi pegawai bukanlah panggilan hidupnya. Ia pun kemudian melanjutkan pendidikannya dan masuk ke program Master of Business Administration (MBA) di Stanford Graduate School of Business. Di kampus itulah ia bertemu dengan sang kekasih yang kemudian menjadi istrinya.

Ada sebuah kisah menarik tatkala menjelang kelulusan calon istrinya di tahun 2005, saat itu ia mendapat kabar bahwa Steve Jobs, sang pendiri Apple, akan berpidato pada upacara kelulusan tersebut.

Ia pun memutuskan untuk ikut hadir dan mendengar pidato yang di dalamnya terdapat mantra sukses: “Tetap Lapar, Tetap Bodoh”.
Termotivasi, ia bahkan memutar ulang video pidato tersebut sambil mengumpulkan tekad dan keberanian untuk memulai usahanya.
Itulah tekad awalnya membangun Garena yang berganti nama menjadi SEA Ltd. Forrest Li pun digadang-gadang sebagai orang kedua di dunia yang menjadi miliuner karena permainan game online.

Untuk diketahui, Garena adalah sebuah platform hiburan digital yang membuat dan mengembangkan game online berbasis PC dan juga mobile. Garena didirikan oleh Forrest Li pada tahun 2009, saat dirinya berperan sebagai CEO Grup.

Pada tahun 2010, produk pertama Garena pun diluncurkan yakni Garena+ dengan Black Shot sebagai game pertama yang dirilis. Lalu game lain yang dirilis dan terkenal, bahkan mungkin kamu mainkan yakni League of Legends dan Point Blank.

Selanjutnya, lahirlah game Free Fire, game battle royale mobile yang berhasil menjadi permainan online yang paling banyak diunduh kedua di Google Play Store pada kuartal tahun 2018.

Bahkan dalam prestasi dunia, game Free Fire pun menjadi game ke-4 yang paling banyak diunduh pada tahun yang sama (gabungan dari iOS dan Google Play Store) dengan lebih dari 350 juta pengguna terdaftar dari Brasil hingga Indonesia.

Tak hanya berkutat pada games dan konten digital, SEA Ltd juga memiliki e-commerce dan pembayaran digital.

Adapun yang sukses dan terkenal adalah Shopee sebagai salah satu marketplace yang berbasis perangkat mobile, yang ia kembangkan di bawah naungan SEA Ltd.

Shopee bahkan berhasil meraih pendapatan tahunan sebesar US$346 juta (sekitar Rp4,5 triliun) untuk gross merchandise volume (GMV) pada Februari 2016 atau kira-kira US$28,9 juta per bulan (sekitar Rp380 miliar) seperti yang dilansir dari Tech in Asia. Pertumbuhannya bahkan mencapai lebih dari 60 kali lipat pada Juni 2015.

Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015, kemudian Shopee mengembangkan sayap bisnisnya hingga Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Taiwan, juga Malaysia.

Setidaknya ada 70 penyedia layanan kurir di seluruh pasarnya yang menjadi mitra Shopee yang memberikan layanan dukungan secara logistik bagi para penggunanya, baik berskala lokal dan penyedia jasa transportasi online.

Berkat usaha yang ia jalani, pada bulan Oktober 2017, Forrest Li pun masuk dalam daftar 50 orang terkaya Singapura sesaat setelah mendaftarkan SEA Ltd di Bursa Efek New York.

Di tahun 2018, dengan kekayaan bersihnya yang mencapai US$738 juta atau Rp10,3 triliun (kurs Rp14.000 per US$), ia berhasil mengalahkan Min-Liang Tan yang berada di posisi ke-45.

Berdasarkan Real Time Net Worth situs Forbes di tanggal 18 Desember 2019, nama Forrest Li memiliki kekayaan bersih sebesar US$1,7 triliun. (Warta Ekonomi/d)
Penulis
: Redaksisib