Priti Patel, Wanita Berdarah India yang Jadi Menteri di Inggris


728 view
jawapos.com
Priti Patel
Sudah lama dipandang sebagai bintang yang sedang menanjak di Partai Konservatif, Priti Patel ditunjuk PM Inggris Boris Johnson sebagai menteri dalam negeri menggantikan Sajid Javid. Wanita berdarah India itu bukanlah orang baru di kabinet pemerintahan Inggris.

Terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2010, wanita berusia 47 tahun menjadi menteri keuangan pada tahun 2014, sebelum menjadi Menteri Ketenagakerjaan setelah pemilihan umum 2015. Dia kemudian diangkat sebagai Sekretaris Pembangunan Internasional dari 2016 hingga 2017 di masa pemerintahan PM Theresa May, tetapi terpaksa mengundurkan diri karena mengadakan pertemuan yang tidak diungkapkan dengan para pejabat Israel ketika sedang berlibur.

Priti Patel lahir 29 Maret 1972 dari pasangan Sushil dan Anjana Patel di Harrow. Orang tuanya berasal dari Gujarat, India tetapi pindah ke Uganda pada tahun 1960-an, beberapa tahun sebelum Presiden Idi Amin berkuasa dan mengumumkan pengusiran orang-orang Asia Uganda.

Patel bersekolah di Watford Grammar School for Girls sebelum belajar Ekonomi di Keele University dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Pemerintah Inggris dan Politik di University of Essex.

Setelah lulus, Patel direkrut oleh Andrew Lansley (saat itu Kepala Departemen Riset Konservatif) di Kantor Pusat Konservatif, dari 1995 hingga 1997, memimpin kantor pers Partai Referendum yang menjadi kandidat di sebagian besar daerah pemilihan pada pemilihan umum 1997. Pada tahun 1997, Patel bergabung dengan Partai Konservatif setelah ditawari jabatan untuk pemimpin baru William Hague di kantor persnya.

Setelah gagal bertarung dengan Nottingham North pada pemilihan umum 2005, Patel diidentifikasi sebagai kandidat yang menjanjikan oleh pemimpin partai baru David Cameron. Bersama dengan sesama anggota parlemen Konservatif, Patel dianggap sebagai salah satu "Kelas 2010" yang mewakili "Hak baru" partai.

Dalam pemilihan umum Mei 2015, Patel mempertahankan kursi parlementernya. Setelah pemilihan, Patel diangkat sebagai sebagai Menteri Negara di Departemen Pekerjaan dan Pensiun.

Setelah menjadi Perdana Menteri, Theresa May menunjuk Patel sebagai Sekretaris Pembangunan Internasional. Patel menggambarkan dirinya "senang" dengan jabatan itu meskipun ada pernyataan yang menyatakan bahwa Departemen Pembangunan Internasional harus dihapuskan dan diganti dengan Departemen Perdagangan dan Pembangunan Internasional.

Banyak staf di departemen khawatir tentang penunjukan Patel, baik karena dukungannya terhadap Brexit dan karena skeptisnya yang sudah lama mengenai pembangunan internasional dan pengeluaran bantuan. Patel menikah dengan Alex Sawyer, konsultan pemasaran untuk bursa efek NASDAQ, tahun 2004 dan dikarunia seorang putra yang lahir pada Agustus 2008. (berbagai sumber/q)