Jesica 'Indonesian Idol' Napitupulu Ikut Kumpulkan Dana untuk Penderita Tumor Otak


4.028 view
SIB/Dok
Medan (SIB)
Jesica Napitupulu melewati masa kritis. Dokter yang merawat sudah mengizinkan finalis Indonesian Idol 2019 itu meninggalkan ruang khusus perawatan. "Chika sudah pulang ke rumah. Natal dan Tahun Baru berkumpul bersama keluarga," cerita Maureen SA Sirait, ibunda perempuan yang disapa Chika itu via pesan singkatnya, Selasa (31/12).

Dari story FB-nya, Chika mengalunkan 'Janji-Mu Seperti Fajar' dengan suara merdu, berteknik fatset memesona. "Itu satu dari sekian banyak muzizat-Nya. Dokter yang membedah memrediksi, Chika kemungkinan sembuh tapi mungkin lumpuh. Tapi kuasa-Nya menentukan lain, Chika justru aktif," cerita ibunya.

Yang membanggakan, di akun media sosisal di sejumlah aplikasi, Chika mengajak rekan-rekannya mendonasikan untuk membantu Ronald Kogan Gultom yang menderita tumor otak dan harus sesegera ditangani dokter di satu rumah sakit di luar negeri.

Kondisi Ronald pertama kali diposting adiknya, Dwiki Fernandez Gultom yang mengimbau penggalangan dana. Kondisi Ronald butuh perobatan secepatnya. Karena ada satu jamur di otaknya tersebut, pandangan Ronald tak normal.

Bola matanya yang semula bagus, sudah beda posisi hingga jadi sulit melihat. "Chika membantu memublikasikannya," cerita Maureen Sirait, yang mengaku bersyukur putrinya dapat melalui segala sesuatu dengan prima. Maksudnya, meski belum sembuh benar tapi Chika ikut memikirkan orang lain yang menderita seperti apa yang pernah dirasakannya. "Kuasa-Nya tak ada yang mustahil!"

Sebagaimana diketahui, Chika kejang-kejang di Bandara KNIA Deliserdang pada Desember 2019. Dalam tempo dua menit, badannya seperti menggigil kencang sampai lima puluh kali. Orangtuanya ingin memberi perobatan terbaik di negeri tetangga, tapi rencana perobatan perempuan bersuara mellow jazzy itu batal karena tidak diizinkan otoritas Bandara.

Dalam kondisi kritis, Chika dilarikan ke satu rumah sakit di Medan. Mulai dari proses pembedahan, keluarga membawanya dalam doa yang diawali doa bersama dipimpin Ps Rajamin Sirait. Pasca bedah batok kepala untuk menyeterilkan otaknya, alumni SMP St Thomas 1 Medan itu mengikuti terapi yang dibimbing orangtuanya, Kornel Napitupulu.

Kemajuan kesehatan cucu Kapten Anumerta Karmel Napitupulu yang gugur dalam tugas pembebasan Irian Barat, pada Juni 1962 tersebut luar biasa. "Semua terapi, diikutinya. Seluruh nasihat dokter dipatuhinya. Chika memang luar biasa," tambah Maureen Sirait.
Ibundanya berterima kasih karena rekan-rekan putrinya tak henti menyemangati Chika. (T/R9/f)
Penulis
: redaksi