Banyak Remaja Tidak Sadar Jadi Korban Kekerasan Seksual


193 view
 Banyak Remaja Tidak Sadar Jadi Korban Kekerasan Seksual
(shutterstock)
Ilustrasi media sosial
Jakarta (SIB)
Data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan Indonesia berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual, terutama di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan, kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas di dunia digital.

Lembar Fakta dan Poin Kunci Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020 menunjukkan, kasus KBGO meningkat dari 126 kasus di 2019 menjadi 510 kasus pada tahun 2020.

Bentuk kekerasan yang mendominasi adalah kekerasan psikis 49 persen (491 kasus), kekerasan seksual 48 persen, (479 kasus), dan kekerasan ekonomi 2 persen (22 kasus).

Kekerasan seksual bukan hanya terjadi pada perempuan dewasa. Banyak pula remaja perempuan yang juga turut menjadi korban. Sayangnya, masih banyak remaja perempuan yang belum menyadari jika dirinya merupakan korban dari kekerasan seksual.

Menurut Veryanto Sitohang selaku Komisioner dan Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, kurangnya edukasi membuat remaja menjadi korban kekerasan seksual. 'Contohnya catcalling, banyak remaja perempuan yang tidak menyadari itu karena disampaikan dengan bercanda," sebutnya saat peluncuran virtual Bring Back Equality For Girls dan SETARA Projects yang diselenggarakan The Body Shop Indonesia, Jumat (19/3).

Dia menjelaskan, catcalling seperti kedipan mata, menyebut anggota tubuh, bersiul, dan sentuhan ke tubuh termasuk bentuk pelecehan seksual. Menurutnya, penting bagi orangtua untuk mengenalkan pendidikan seks kepada anaknya sejak dini, terutama mengenai tubuhnya.

"Jadi anak paham ketika ada yang menyentuh bagian tubuhnya atau melakukan tindakan yang tidak nyaman terhadap tubuhnya itu merupakan bentuk kekerasan seksual," ujar Veryanto.

Menyadari pentingnya edukasi terhadap remaja perempuan tentang kekerasan seksual, The Body Shop® Indonesia bersama Yayasan Plan International Indonesia meluncurkan suatu proyek.

Bertema “Creating Safe Space For Girls”, proyek ini memiliki tujuan khusus agar remaja perempuan memperjuangkan haknya demi terlindung dari berbagai bentuk kekerasan seksual. Selain itu, program ini juga ingin meningkatkan kesadaran publik untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap perempuan melalui pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (Kps/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com