Ketua MPR Ajak Milenial Guncang Dunia Lewat Karya Layaknya TikTok


303 view
dok MPR
Jakarta (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong para mahasiswa dan kalangan muda Indonesia harus bersiap diri menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Salah satunya adalah dengan menyiapkan diri untuk berkolaborasi dan mengelaborasi dengan berbagai pihak bahkan yang tak disukai sekalipun.

Mantan Ketua DPR ini saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kepada para mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI menegaskan, tatkala Amerika Serikat dan China saling berseteru menjadi pioneer di berbagai platform aplikasi, Indonesia tak boleh sekedar menjadi penonton ataupun konsumen.

Selain itu, memiliki bonus demografi yang luar biasa, dengan jumlah pemuda rentang usia 16-30 tahun diperkirakan mencapai lebih dari 64 juta jiwa, seharusnya menjadi modal sosial yang kuat bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam percaturan ekonomi dan politik dunia.

Dirinya mencontohkan Mark Zuckerberg yang meluncurkan Facebook pada usia 20 tahun, lalu ada Larry Page dan Sergey Brin mengenalkan Google saat berusia 25 tahun. Sementara Zhang Yiming yang berusia 35 tahun, adalah tokoh penting di balik berdirinya perusahaan ByteDance sebagai induk aplikasi Tik Tok.

"Setelah Nadiem Makarim yang memperkenalkan platform Go-Jek pada usia 27 tahun, dunia masih menunggu lahirnya pemuda lain asal Indonesia yang mampu mengguncang dunia melalui berbagai karya," tutur Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Bamsoet menambahkan jauh sebelumnya, sejak 2009 pemerintah China juga sudah terlebih dahulu melarang berbagai platform aplikasi asal Amerika Serikat, seperti Facebook, Google, Twitter, hingga instagram. Dikenal dengan Great Firewall, tak ubahnya seperti Great Wall (Tembok Besar China) dalam menghalau berbagai musuhnya di masa lalu. "Jika dari platform aplikasi saja, Amerika dan China sudah bersaing secara ketat, apalagi bidang militer dan ekonomi," pungkas Bamsoet. (detikcom)
Penulis
: redaksisib