Mengenal Marie Thomas, Dokter Perempuan yang Jadi Google Doodle 17 Februari 2021


247 view
(Foto: Google/Kumparan)
Marie Thomas, sosok dokter perempuan di Google Doodle, 17 Februari 2021. 
Ada yang berbeda jika Anda mengakses laman Google pada Rabu, 17 Februari 2021. Anda bisa melihat Google Doodle seorang dokter perempuan yang sedang menggendong bayi.

Siapakah dia?
Ya, dokter perempuan itu bernama Marie Thomas. Ia merupakan dokter perempuan pertama dari Indonesia. Marie Thomas lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 17 Februari 1896.

Untuk bisa menjadi dokter, Marie Thomas berkompetisi dengan banyak sekali laki-laki. Hingga akhirnya, ia bisa menempuh pendidikan di Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA) pada tahun 1912 dan lulus pada tahun 1922. Suatu pencapaian yang memiliki dampak internasional, bahkan sebuah surat kabar Belanda pun mengumumkan kelulusannya. Perlu diketahui, sebelum tahun 1912, sekolah itu hanya menerima murid laki-laki saja.

Keberhasilan perempuan asal Minahasa, Sulawesi Utara ini ke STOVIA, ternyata tidak lepas dari peran Aletta Jacob, dokter perempuan pertama asal Belanda. Ketika sedang melakukan tur keliling dunia, Aletta mengunjungi Batavia pada 18 April 1912. Ia meminta Gubernur Jenderal AWF Idenburg agar perempuan Indonesia diizinkan mendaftar dan memperoleh pendidikan kedokteran di STOVIA.

Permintaan dari Aletta Jacob, membuat Marie bisa bersekolah di STOVIA dengan mendapat beasiswa dari Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA). SOVIA sendiri merupakan perkumpulan untuk membentuk dana studi buat pendidikan dokter Hindia Wanita.

Setelah lulus dari STOVIA pada 1922, Marie Thomas bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Batavia, yang saat ini adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Marie kemudian menikah dengan dokter bernama Mohammad Joesoef pada 16 Maret 1929 dan bertolak ke Padang, Sumatera Barat, di kampung halaman sang suami.

Di Padang, ia melanjutkan kariernya sebagai dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi baru, yaitu IUD, kepada perempuan Indonesia. Ya, Marie Thomas merupakan dokter Indonesia pertama yang menekuni spesialis dalam bidang obsteri dan ginekologi.

Marie Thomas juga terkenal atas kemurahan hatinya. Ia sering memberikan perawatan gratis untuk orang-orang yang kurang mampu.

Pada tahun 1950, Marie Thomas mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sekolah kebidanan itu digadang-gadang sebagai sekolah kebidanan pertama di Sumatera dan kedua di Indonesia. Marie Thomas meninggal di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 10 Oktober 1966 dalam usia 70 tahun. (Kumparan/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com