Menentukan Nasib Sendiri


407 view
Menentukan Nasib Sendiri
Foto: SP/Muhammad Reza
Ilustrasi Pilkada 2020. 
Mendagri Tito Karnavian sudah memastikan Pilkada serentak akan tetap dilaksanakan pada Desember 2020. Berarti ratusan kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Medan, harus sudah benar-benar serius mempersiapkannya. Karena 4 bulan lagi merupakan waktu yang sangat singkat.

Kita tidak ingin Pilkada Kota Medan terkendala, apalagi diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19. Dengan keseriusan penyelenggara memperhatikan berbagai aspek, antara lain segala teknis rutin untuk sebuah Pilkada dan aspek kesehatan memutus mata rantai virus, diyakini masyarakat Kota Medan akan memiliki pemimpin yang baru.

Mencari pemimpin baru tidaklah sulit, karena sangat banyak peminat untuk menduduki jabatan tinggi. Apalagi untuk menjadi orang yang berkuasa di suatu kota besar yang berpenduduk banyak seperti Kota Medan. Konstelasi politik sangat tinggi. Lihat saja bagaimana riuhnya permasalahan. Tidak hanya kali ini saja, tetapi juga pada beberapa Pilkada Kota Medan sebelumnya.

Persoalannya sekarang, sudahkah Kota Medan memiliki pemimpin yang ideal? Yakni pemimpin yang benar-benar dicintai warga dan bisa membawa kehidupan masyarakatnya lebih sejahtera. Atau bisa menuntaskan berbagai persoalan publik dan membangun kota ini menjadi lebih maju dan tidak tertinggal dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Seperti diketahui, pasca pemilihan langsung di Kota Medan, tiga wali kotanya masuk penjara, mulai dari Abdillah, Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin.

Hal ini membuat timbulnya pesimisme akan muncul pemimpin baru yang ideal dan tak melanjutkan persoalan seperti tiga wali kota terdahulu.

Kenapa hal ini bisa terjadi?
Mungkin salah satunya karena sikap politik mahasiswa pada Pilkada, khususnya di Kota Medan, 40 persen lebih orientasinya adalah money politics. “Selebihnya adalah politik identitas (karena suku dan agama) dan atas motivasi pertemanan/kenalan," kata Sugiat Santoso, tokoh pemuda yang juga Wakil Ketua Umum DPP KNPI Pusat Sugiat Santoso SE MSP, pada Focus Group Discussion dengan judul: “Kota Medan Butuh Pemimpin Seperti Apa?”, Selasa (28/7) di Kantor PW Alwashliyah Jalan Sisingamangaraja Medan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Alwahsliyah (HIMMAH).

Pendapat ini sepertinya sangat riil di masyarakat. Sikap politik kalangan terpelajar ini bisa jadi gambaran di lapangan, bahwa masyarakat bersikap apatis dengan Pilkada dan tak mau peduli siapa pemimpinnya kelak, bagus atau tidak. Bagi masyarakat, ajang Pilkada ini dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Sehingga pameo "wani piro" (berani bayar berapa) sudah tak asing lagi terdengar.

Sungguh miris memang. Tetapi ini sebuah fakta yang harus diterima dan dicari solusinya untuk perubahan ke depan. Harus ada edukasi secara terus menerus agar masyarakat menyadari betapa pentingnya mendapatkan pemimpin yang benar-benar tepat untuk kota tercinta ini.

Partai politik (parpol) juga berperan sangat penting menghadirkan sosok yang layak untuk dipilih masyarakat. Bukan sekadar untuk kepentingan parpol, tetapi juga untuk kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Sebagai pihak yang bisa mengusulkan sosok, seharusnya Pilkada bukan hanya sebagai sarana "bargaining" parpol untuk memperoleh sesuatu. Seharusnya bila wali kota yang diusung bermasalah nantinya, parpol juga harus bertanggung jawab.

Selama ini tidak ada sanksi hukum bagi parpol pengusung dan seharusnya hal ini menjadi pertimbangan pembahasan untuk perubahan undang-undang Pilkada selanjutnya. Masyarakat juga harus ingat parpol apa mengusung siapa. Sehingga ke depan, dalam pemilihan wakil rakyat tak memberikan suara lagi kepada parpolnya.

Selayaknya Pilkada menjadi tanggung jawab moral bersama seluruh masyarakat. Tidak ada kecuali, baik mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun lainnya. Karena hasil Pilkada kita sendiri yang menentukan untuk kebaikan diri dan nasib seluruh anggota masyarakat. (***)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com