Selamat Beribadah Ramadan


157 view
sumber: iStockphoto
Ilustrasi Ramadan
Hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadan Tahun 1442 Hijriyah. Bulan suci dimana segala amal ibadah dilipatgandakan Allah SWT pahalanya. Amal ibadah tidak hanya berpuasa, tetapi juga sholat wajib dan sunat (tarawih, tahajud dan lainnya) membaca dan memahami ayat-ayat suci Alquran, bersedekah, zakat dan sebagainya.

Bulan penuh berkah bagi umat Islam ini juga dilaksanakan dengan berbagai tambahan tradisi berbeda di berbagai negara. Bahkan umat Islam Indonesia juga menyambutnya dengan suasana dan tradisi berbeda hampir di seluruh daerah, baik ketika menyambut maupun saat Ramadan. Intinya bergembira untuk meraih kemenangan.

Seperti diketahui, penduduk Indonesia sebagian besar pemeluk Islam, namun memiliki keragaman agama, suku, adat dan budaya . Di sinilah uniknya Indonesia, pemeluk agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha maupun Konghucu dan lainnya ikut merasakan suasana Ramadan itu. Bahkan tidak sedikit yang terlibat di dalamnya dengan ikut menebar kebaikan melaksanakan berbagai kegiatan seperti bhakti sosial membantu kaum dhuafa, anak yatim, anjangsana ke panti asuhan, jompo dan lain-lain.

Kemudian sikap toleransi masyarakat beragama lain terhadap umat Islam yang sedang berpuasa juga sudah berlaku sejak dahulu kala. Hingga saat ini masih terpelihara dengan baik, saling menghargai dan menghormati dengan tidak makan minum sembarangan di depan umum.

Bahkan banyak umat agama lain memberikan fasilitas berbuka puasa kepada saudaranya umat Islam. Suasana indah ini sangat terasa pada setiap bulan Ramadan.

Hal ini hendaknya bisa dipertahankan sampai kapan pun, agar kedamaian yang indah itu tetap lestari.

Memang diakui selalu ada saja orang atau kelompok yang ingin merusak suasana seperti ini dengan mengabaikan toleransi. Tentu orang-orang seperti ini belum memahami makna keragaman atau memang sengaja ingin memecah belah persatuan bangsa. Hal ini lah yang harus diwaspadai bersama. Karena memang dalam hidup tetap ada hitam dan putih.

Karena di setiap agama apapun pasti ada orang-orang yang berbeda paham atau bahkan salah memahami ajaran dan salah mengikuti orang atau kelompok dengan ajaran yang salah. Di sinilah bibit-bibit intoleransi itu tumbuh dan bisa berkembang mempengaruhi orang yang berpikiran dangkal.

Untuk mengantisipasi itu, bagi semua umat, jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi dengan tindakan yang tidak menghargai orang lain yang mengarah intoleransi. Karena biasanya orang-orang seperti itu merasa diri dan pandangannya yang paling benar. Padahal dalam agama apapun diajarkan untuk menghargai dan menyayangi orang lain.

Bagi umat Islam, secara filosofis Ramadan mengandung makna sebagai bulan tempat ujian untuk bersabar, baik dari segi fisik maupun batin. Sehingga seorang mukmin bisa membakar segala kesalahan dan dosanya serta introspeksi diri untuk bisa lebih baik pada kehidupannya di masa mendatang.

Selama sebulan penuh berpuasa umat islam diwajibkan menahan diri dari hawa nafsu, berperilaku sabar, dan tahan akan segala ujian.

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa (Ramadan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan al-Baihaqi).

Istimewanya, Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan yang biasa disebut Nuzulul Quran. Alquran merupakan petunjuk dan pedoman hidup yang harus diimani setiap muslim. Sehingga dengan berpedoman pada kitab suci ini umat Islam akan selamat dunia akhirat. Sehingga sangat tepat memanfaatkan Ramadan untuk membaca, memahami dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
.
Banyak makna dan manfaat lain bagi umat dalam melaksanakan Rukun Islam ketiga ini. Mengeluarkan zakat dan sedekah merupakan bentuk amalan agar umat Islam harus menjadi sosok yang dermawan dan selalu membantu orang-orang tak mampu, serta peduli dengan sesama yang membutuhkan.

Selamat berpuasa Ramadan. Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk meraih ampunan, sarana pembelajaran dan memperoleh pahala kebaikan serta kemuliaan sebagai umat Allah SWT. Sehingga setelah Ramadan kehidupan umat Islam dan masyarakat lainnya akan lebih baik dari masa-masa yang lalu.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com