Selamat Bertugas Jenderal!


184 view
Beberapa bulan menjelang Pemilu 2019, Presiden Jokowi melantik Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, yakni Letjen TNI Andika Perkasa. Sesuai jabatan barunya, mantan Danrem 023/Kawal Samudera, Sibolga, Sumatera Utara ini langsung menjadi jenderal bintang empat. Sebelum dilantik, dia memegang tongkat komando Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD atau Pangkostrad.

Banyak analis memerkirakan pengangkatan Andika terkait dengan Pemilu 2019. Walau memang secara fakta, momentumnya tepat, karena Jenderal Mulyono akan memasuki masa pensiun awal tahun mendatang. Bagaimanapun, kesuksesan Pemilu 2019, antara lain ditentukan bagaimana sikap dari TNI dan Polri, selaku aparat negara.

Netralitas TNI dan Polri mutlak diperlukan. Sebab kedua institusi merupakan alat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Boleh dikatakan, polisi dan tentara termasuk "wasit" yang menjaga "permainan" tetap di relnya. Sangat berbahaya jika mereka tidak netral. 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menegaskan netralitas institusinya. KSAD yang baru Jenderal Andika Perkasa usai dilantik juga menyatakan hal yang sama. Ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah untuk menjamin terselenggaranya Pemilu yang jujur dan adil.

Meski TNI tidak memilih, selalu ada upaya menarik-nariknya ke politik. Padahal sudah ditegaskan politik TNI adalah politik negara. Dalam Pilkada dan Pemilu, sikapnya netral. Cukuplah pengalaman di masa lalu yang menjadi tentara sebagai alat melanggengkan kekuasaan.

Kenapa TNI, yang pensiunan dan  aktif selalu menjadi rebutan politisi? Sebab kemampuan mereka sudah terukur, apalagi sudah perwira tinggi. Kepemimpinan, daya koordinasi dan kemampuan mengambil keputusan tak diragukan lagi. Boleh dikatakan, mereka merupakan tenaga siap pakai dalam segala keadaan. 

Ada keyakinan Andika Perkasa mampu menertibkan anak buahnya agar tetap menjaga netralitasnya. Mengingat selain seorang tentara tulen yang menghabiskan hampir semua kariernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dia memiliki juga riwayat akademisi yang mengagumkan. Gelar master diraihnya dari Universitas Harvard. Lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat tahun 2000 ini menyabet gelar doktoral di Universitas George Washington.

Andika sendiri telah mengakui masih muda sebagai KSAD. Dia dengan rendah hati menyatakan siap berkoordinasi dengan para senior yang kini menjadi anak buahnya. Menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini menyangkal jabatannya karena mertuanya. Presiden Jokowi telah menegaskan Andika memang layak menjadi KSAD.

Masih terlalu dini menilai berhasil tidaknya Jenderal Andika Perkasa. Mari beri kesempatan baginya menunjukkan kinerja dan dedikasinya. Terimakasih untuk kerja keras Jenderal Mulyono selama ini, dan selamat bertugas KSAD yang baru Jenderal Andika Perkasa. (**)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com