Asian Games ke-18 akan Jadi Ajang Pembuktian Teknologi 4.5G


499 view
SIB/Istimewa
Teknisi sedang melakukan perawatan berkala pada perangkat BTS 4G di daerah Stasiun Tugu Yogyakarta
Di sela menghadiri Konferensi G20 di China, rombongan Presiden Joko Widodo juga melakukan kunjungan ke Pusat Riset dan Pengembangan Huawei di Hangzhou. Setibanya di kantor Huawei, rombongan disambut oleh Pimpinan Huawei Technologies Sun Yafang beserta jajaran pimpinan Huawei lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Luar negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Ada tiga hal utama yang dibahas antara perwakilan Huawei dengan pemerintah Indonesia, terutama yang terkait dengan pengembangan teknologi antar dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tiga agenda utama yang menjadi pembahasan yakni terkait kerjasama pelatihan bidang vokasional di pusat R&D (Research and Development) Huawei, implementasi teknologi 4.5G di ajang Asian Games, dan Smart City.

"Mengenai kerjasama untuk perhelatan Asian Games tahun 2018, Indonesia berharap bisa mengimplementasikan teknologi 4.5G di Jakarta dan Palembang," pungkas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangan resmi.

Mengenai detil kerjasama yang dimaksud, Retno menyebut akan ada pembahasan lebih lanjut antara pihak Huawei dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hari ini (5/9) waktu setempat di kantor pusat Huawei di Shenzhen.

Perbedaan Teknologi 4G dan 4.5G
Lalu apa yang membedakan teknologi 4.5G dengan 4G yang saat ini sudah diimplementasikan oleh operator di beberapa kota?

Dibandingkan 4G, teknologi 4.5G secara spesifik memiliki keunggulan terutama dalam hal kecepatan dan kestabilan. Teknologi 4.5G yang tersebar dapat mendukung mode TDD (Time Division Duplex) dan FDD (Frequency Division DUplex) secara bersamaan hingga menghasilkan kecepatan lebih baik.

Kedua mode tersebut bisa dioperasikan pada dua frekuensi yang berbeda sehingga menghasilkan kombinasi cakupan data lebih luas dengan penggunaan bandwith yang optimal.

Di sisi lain, bagi operator penerapan teknologi ini juga memberikan efisiensi berupa peningkatan kapasitas BTS (Base Transciever Station) hingga berkali-kali lipat dibandingkan teknologi generasi sebelumnya.

Hingga saat ini operator terus melakukan ujicoba penerapan teknologi 4.5G sehingga bisa diimplementasikan sesuai target pemerintah yakni bersamaan dengan pesta olahraga Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta. (CNN/d)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com