Mahasiswa di Semarang Bikin Gluconov, Alat Tes Diabetes Non Invasif


107 view
(Foto: Angling/detikHealth)
Alat tes diabetes tanpa keluar darah
Tim mahasiswa dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menciptakan alat deteksi penyakit diabetes melitus non invasif. Alat itu berbeda daripada biasanya, tidak menimbulkan luka di jari pasien, dan bisa terhubung langsung ke smartphone.

Alat diberi nama Gluconov, tersusun menggunakan rangkaian spektrofotometri, Light Dependent Resistor, keping polikarbonat, dan motor dengan mikrokontroler. Diana Almaas Akbar Rajah, anggota tim mahasiswa pembuatnya, menyebut alat memiliki akurasi hingga 95 persen dalam mendeteksi penyakit yang diindikasikan dengan tingginya kadar gula dalam darah tersebut.

Dalam penggunaannya, Diana menerangkan, jari tangan pasien diletakkan pada slot yang telah tersedia. Kemudian, alat akan mendeteksi perubahan intensitas dari paparan cahaya yang dimiliki oleh darah.

"Perubahan tersebut dihasilkan oleh pembiasan cahaya putih dengan keping polikarbonat," katanya dalam siaran pers di Semarang, Kamis (11/3). Dia menambahkan, hasil pengukuran selanjutnya dikirim ke smartphone melalui jaringan wifi.

Selain Diana, alat Gluconov juga diciptakan bersama tiga mahasiswa Program Studi Teknis Biomedis lainnya, yakni Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul dan Tee Kevin Tedjasukmana. Mereka berharap alat nantinya bisa digunakan secara global.

Saat ini, mereka menjual alat pengecek diabetes melitus itu dengan harga Rp 370 ribu per unit, sementara aplikasi pengecek hasilnya bisa diunduh melalui play store. Gluconov pula yang telah mengantar tim mahasiswa asal Semarang tersebut meraih penghargaan dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021. (T/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:mahasiswa
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com