Peneliti Ciptakan Earphone yang Dapat Baca Ekspresi Penggunanya


140 view
Foto: Dok. Cornell University
Peneliti Ciptakan Earphone yang Dapat Baca Ekspresi Penggunanya
Peneliti dari Cornell University telah menciptakan teknologi baru di mana sistem earphone dapat mengetahui ekspresi wajah penggunanya meskipun menggunakan masker.

Teknologi tersebut dinamai C-Face, yang dapat memantau kontur pipi dan mengubah ekspresi penggunanya menjadi emoji. Dengan teknologi ini tentu memungkinkan penggunanya dapat mengekspresikan emosinya, misalnya menyampaikan emosi mereka selama panggilan grup tanpa harus menyalakan kamera web mereka.

"Perangkat ini lebih sederhana, tidak terlalu menonjol dan lebih mampu daripada teknologi yang dapat dikenakan di telinga untuk melacak ekspresi wajah," kata direktur Lab Sci-Fi Cornell dan penulis senior makalah tentang C-Face, Cheng Zhang seperti dilansir detiKINET dari Engadget, Rabu (14/10).

"Dalam teknologi wearable sebelumnya yang bertujuan untuk mengenali ekspresi wajah, sebagian besar solusi yang diperlukan untuk memasang sensor pada wajah dan bahkan dengan begitu banyak instrumen, namun mereka hanya dapat mengenali serangkaian ekspresi wajah yang berbeda," lanjutnya.

Earphone tersebut menggunakan dua kamera RGB yang diposisikan di bawah masing-masing telinga. Kedua kamera tersebut bisa merekam perubahan kontur pipi saat otot wajah penggunanya bergerak.

Setelah gambar direkonstruksi menggunakan computer vision dan model deep learning, jaringan saraf konvolusional menganalisis gambar 2D. Teknologi tersebut dapat menerjemahkan menjadi 4 titik fitur wajah yang mewakili posisi dan bentuk mulut, mata dan alis penggunanya.

C-Face dapat menerjemahkan ekspresi tersebut menjadi delapan emoji, termasuk yang mewakili wajah netral atau marah. Sistem juga dapat menggunakan isyarat wajah untuk mengontrol opsi pemutaran di aplikasi musik.

Kegunaan lain yang mungkin termasuk memiliki avatar dalam permainan atau pengaturan virtual lainnya mengekspresikan emosi seseorang yang sebenarnya. Guru mungkin juga dapat melacak seberapa terlibat siswa mereka selama kelas jarak jauh.

Karena dampak Covid-19 , para peneliti hanya dapat menguji C-Face dengan sembilan peserta. Meski demikian, pengenalan emoji lebih dari 88 persen akurat dan isyarat wajah lebih dari 85 persen akurat.

Para peneliti menemukan kapasitas baterai earphone membatasi sistem. Karena itu, mereka berencana untuk mengembangkan teknologi penginderaan dengan daya yang intensif. (detikInet/d)