Pengembangan 5G: Korea Selatan terdepan, Indonesia posisi 22


506 view
Pixabay
Ilustrasi 5G 
Sejumlah negara mulai mengimplementasikan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) yang digadang-gadang akan menjadi tumpuan berbagai industri di masa depan.

Menurut analisis dari Omdia, dikutip dari laman GSM Arena, Jumat, Korea Selatan menjadi pemimpin dalam kemajuan 5G di dunia, sementara Swiss berada di urutan kedua. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-22 dunia.
Omdia menganalisis lima metrik utama, di antaranya spektrum, cakupan dan ekosistem, dengan data yang mencerminkan kuartal pertama tahun ini.

Swiss menyalip Kuwait, yang berada di posisi ketiga, berkat operator seluler Sunrise yang telah memiliki cakupan setidaknya 80 persen kota untuk akses ke konektivitas 5G. Sementara, operator seluler saingannya, Swisscom telah mencapai target cakupan 90 persen.

Menurut Omdia, ketersediaan perangkat yang terbatas menghambat orang dalam memanfaatkan 5G.
Korea Selatan saat ini memimpin dalam adopsi 5G dengan 5,88 juta perangkat dengan kemampuan 5G atau sekitar 10 persen dari semua perangkat yang digunakan di negara tersebut.

Inggris berada di urutan kedua di Eropa atau peringkat ketujuh dunia, dan Omdia mengakui hal itu berkat pemerintah Inggris yang berinvestasi secara nasional.

Pemerintah Ingris menggelontorkan dana untuk paket konektivitas digital sebesar 1,1 miliar poundsterling, termasuk sebesar 400 juta poundsterling untuk infrastruktur guna mendukung investasi jaringan fixed maupun jaringan seluler yang baru.
Di antara anggota Uni Eropa, Finlandia dan Jerman juga membuat kemajuan yang stabil, masing-masing berada di urutan kedelapan dan menutup 10 teratas.

Analis utama di Omdia, Stephen Myers, melihat pandemi global dapat mendorong regulator untuk mengalokasikan spektrum 5G, sementara operator sedang mempersiapkan peluncuran 5G dan memperluas jangkauan jaringan.

Untuk wilayah Asia Tenggara, Singapura memimpin dalam kemajuan 5G, dengan berada pada peringkat ke-19 dunia.
Sementara, Indonesia juga masuk dalam riset Omdia tersebut, berada di urutan kedua di Asia Tenggara atau pada peringkat ke-22 dunia, setelah India dan Brazil. (ant/c)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com