Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Gagal Capai Target


469 view
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Gagal Capai Target
(Foto Dok/Agus)
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera jurusan Serbelawan-Tebing Tinggi yang dinilai gagal capai target, Kamis(22/7).
Pematangsiantar (SIB)
Pembangunan konstruksi jalan tol Trans Sumatera pada seksi 3 Tebingtinggi - Serbelawan dan pada seksi 4 Serbelawan - Pematangsiantar mengalami kegagalan pencapaian target pembangunan atau minus target dari jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut diungkapkan Agus Suriyono salah satu tokoh masyarakat di Pematangsiantar kepada wartawan, Kamis(22/7).

Menurutnya, dari laman https://bpjt.pu.go.id/konten/monitoring/trans-sumatera dikutip, untuk progres konstruksi pada seksi 3 ruas Tebingtinggi - Serbelawan mengalami minus 21,59 % dan seksi 4 ruas Serbelawan - Pematangsiantar minus 11,87 % dari jadwal yang telah ditentukan.

Dari data diketahui untuk panjang jalan seksi 3 ruas Tebingtinggi - Serbelawan 10 Km untuk pengadaan tanah tercapai 91,85% sedangkan untuk rencana progres konstruksi 86,27 % tercapai 62,68% atau minus 21,59 %. Sedangkan untuk seksi 4 ruas Serbelawan - Pematangsiantar sepanjang 26 Km progres tanah bebas mencapai 71, 25 % sedangkan untuk rencana progres konstruksi 55,52 % tercapai 41,65% atau minus 11,87 %.

Menurut Agus, tidak tercapainya target pembangunan untuk pembangunan ruas jalan tol yang terlihat dari progres konstruksi jalan tol dapat juga berefek samping terhadap realisasi penyelesaian dan pengoperasian jalan tol di Sumatera Utara dan ruas ruasnya.

"Seperti diketahui, dalam rencana realisasi dan pemanfaatan jalan tol pada seksi 3 dan seksi 4 telah direncanakan rampung pada Desember 2021 dan dapat dioperasikan. Hal ini seperti yang telah diutarakan kepada bapak Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam kunjungan Menteri ke lokasi pembangunan pada seksi 3 dan 4 ruas jalan tol tersebut. Tapi saat ini melihat dari progres pembangunan, target tersebut sepertinya akan gagal.

"Terlambatnya jadwal konstruksi tentu saja mempengaruhi beroperasinya jalan tol. Dan hal ini pastinya akan semakin mengundur penggunaan pemanfaatan jalan tol, tidak sesuai seperti yang telah disampaikan kepada bapak Menteri," tutupnya.(D10/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com