Methodist 8 Medan Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka


1.149 view
Methodist 8 Medan Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
Foto : harianSIB.com/Wilfred Manullang
FOTO BERSAMA : Pimpinan PKMI 8 Medan Drs Jatongam Nainggolan MM (2 kanan) foto bersama Kepala TK-SD Dra Lindawati Purba, Kasek SMP Dra Lista Manurung dan Kasek SMA-SMK Drs Haron Wilson Nainggolan, di ruang kerjanya, Senin (26/4/2021).
Medan (harianSIB.com)

Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) 8 Medan menyambut baik keputusan pemerintah yang mengizinkan institusi pendidikan dan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka walau secara terbatas pada tahun ajaran baru mendatang.

"Secara fisik PKMI 8 Medan telah siap menyambut pembelajaran tatap muka. Kami telah menyiapkan segalanya untuk penerapan protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, masker dan lainnya," ungkap Pimpinan PKMI 8 Medan Drs Jatongam Nainggolan MM didampingi Kasek TK-SD Dra Lindawati Purba, Kasek SMP Dra Lista Manurung dan Kasek SMA-SMK Drs Haron Wilson Nainggolan kepada harianSIB.com, Senin (26/4/2021), di ruang kerjanya.

Seperti diketahui salah satu syarat ditetapkan pemerintah untuk pembelajaran tatap muka adalah seluruh guru sudah divaksin. "Seluruh guru-guru di PKMI 8 Medan telah divaksin pada 12 April lalu dan akan divaksin untuk tahap kedua pada 10 Mei mendatang bekerjasama dengan Puskesmas Pulo Brayan," jelasnya.

Lebih lanjut Jatonggam menjelaskan PKMI 8 Medan selama ini telah menjalankan prokes secara ketat di mana semua orang yang hadir di lingkungan sekolah diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan, serta seluruh ruangan setiap hari disemprot disinfektan. Dan untuk mendukung proses belajar tetap mematuhi protokol kesehatan, pihak sekolah telah memasang CCTV.

Terkait dibatasinya jumlah siswa yang diizinkan mengikuti belajar tatap muka, pihak sekolah juga telah mengaturnya. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa grup, di mana satu grup hanya diisi 15-20 siswa. Dan jam belajar mereka juga dilakukan secara bergiliran. "Kami telah siap menerapkannya, kita hanya tinggal menunggu keputusan dari dinas pendidikan provinsi dan pihak terkait," jelasnya.

Penerapan proses belajar secara bergiliran juga akan diterapkan di tingkat SD hingga SMA. "Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan kesehatan anak didik kita," jelas Haron.

Sementara Lindawati Purba menambahkan di tingkat SD khususnya kelas rendah (kelas 1-3) akan ditugaskan 2 guru. Satu guru untuk memberikan materi pembelajaran dan satu lagi bertugas mengawasi para siswa.

Saat ditanya kemungkinan orangtua yang belum mengizinkan anaknya belajar di sekolah, Jatongam menegaskan pihaknya juga siap memberikan pembelajaran melalui daring atau home visit.

"Karena itu saya telah menginstruksikan para kasek mempersiapkan surat persetujuan orangtua," ujarnya seraya mengharapkan kerja sama dan pengertian dari orangtua siswa untuk menjemput anaknya jika penerapan belajar tatap muka telah disetujui. (*)

Penulis
: Wilfred Manullang
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com