Miliki Puluhan Ribu Santri, Airlangga Hartarto Dorong Buntet Pesantren Punya Usaha Sendiri


285 view
Miliki Puluhan Ribu Santri, Airlangga Hartarto Dorong Buntet Pesantren Punya Usaha Sendiri
Foto ist/harianSIB.com
Dewan Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza berbincang dengan Rois Aam PBNU KH Miftahul Ahyar, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Haul Sesepuh dan warga Pondok Buntet Pesantren, di Cirebon, Sabtu 6 Agustus 2022 malam.

Sedangkan KH. Abdul Jamil sendiri, merupakan putra dari KH. Muta’ad, yang juga merupakan cucu atau cicit dari Mbah Muqoyyim.

"Mungkin saat ini, penyelenggaraan haul sudah ke 100 lebih," ujar Adib.

Mohon Dukungan

Berbarengan dengan itu Airlangga yang juga Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, meminta doa dan dukungan dari para kiai dan santri pondok Buntet Pesantren, untuk bisa kuat dan mampu dalam menjalankan amanah tersebut.

“Situasi saat ini penuh dengan ketidakpastian. Selain terdampak akibat pandemi, perekonomian juga terdampak karena adanya konflik antar Rusia dan Ukraina, serta wilayah lainnya. Kondisi geopolitik ini, sangat tidak menguntungkan bagi upaya pemulihan ekonomi. Sehingga, saya mohon doa dari para kiai, untuk bisa mengawal upaya pemulihan ekonomi dan penyelesaian dampak Covid-19," kata Airlangga.

Khusus unutk penularan Covid-19 di Indonesia, Airlangga Hartarto menyebut jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya.

Meskipun saat ini PPKM di Indonesia sudah masuk level 1, angka penularan Covid-19, masih mencapai 5.000 kasus dalam setiap minggunya.

"Perancis per minggunya ada peningkatan 90.000 kasus, Amerika Serikat sekitar 120 ribu kasus dan Jepang 200.000 kasus per minggunya," katanya.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, rendahnya angka penularan covid 19 di Indonesia, merupakan salah satu efek dari tingginya capaian vaksin.

Capaian vaksinasi dosis 1 di Indonesia, sudah mencapai 90 persen lebih.

Capaian dosis 2 sudah menembus 80 persen lebih dan dosis 3 sudah mencapai 30 persen lebih atau lebih dari 420 juta vaksin.

"Negara kita, menjadi salah satu yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Salalh satu kunci kesuksesan capaian vaksin itu adalah dukungan dari para ulama dan pengasuh pesantren seperti Buntet ini, yang membuat masyarakat percaya dan mau divaksin, Saya hadir di sini untuk berterima kasih kepada para kyai," jelas Airlangga.

Apresiasi Peran Penting Alim Ulama

Selain itu, perekonomian Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan positif dalam 3 kuartal terakhir dan tercatat berada di atas 5% (yoy).

Biro Pusat Statistik juga telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke-2 tahun 2022 mampu menyentuh angka 5,44% (yoy).

Hal itu mendorong optimisme dan sinyalemen positif bagi Pemerintah dan masyarakat

terhadap prospek penguatan perekonomian nasional ke depan.

Dengan belum berakhirnya pandemi Covid-19 dan dimana dunia juga masih harus menghadapi sejumlah konflik geopolitik yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi

dunia, dapat disebutkan bahwa saat ini dunia sedang mengalami situasi ketidakpastian.

“Dalam dua tahun terakhir untuk penanganan Covid-19 banyak larangan dibuat, termasuk tidak boleh mudik lebaran, tapi ini demi kesehatan kita. Sekarang situasinya sudah berbeda, alhamdulillah kita sudah Level 1. Meskipun dalam satu pekan masih ada sekitar 5 ribu orang tertular Covid-19, namun ini masih lebih baik daripada negara lain seperti Amerika Serikat dengan 120 ribu orang tertular per minggu, bahkan Jepang mencapai 200 ribu,” kata Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga melanjutkan bahwa di Indonesia sampai sekarang sudah diberikan 420 juta dosis vaksin, di mana dosis pertama telah mencapai 90% dari target dan dosis 2 yakni 80% dari target.

“Saya berterima kasih kepada para Kyai dan Ulama, karena berkat dukungannya membuat masyarakat mau divaksin dan kita menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” tutur Airlangga.

Tren positif ekonomi saat ini harus terus dijaga hingga pemulihan ekonomi nasional dapat tercapai sepenuhnya.

Pemerintah juga memiliki perhatian sangat serius dalam mengatasi kemiskinan ekstrem sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Di samping itu, Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong iklim ekonomi dan mempermudah dunia usaha.

Editor
: Bantors Sihombing
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com