Senin, 20 Mei 2024 WIB

WHO Cabut Darurat Covid-19, Waket MPR Ingatkan Kenormalan Baru

Redaksi - Senin, 08 Mei 2023 17:59 WIB
164 view
WHO Cabut Darurat Covid-19, Waket MPR Ingatkan Kenormalan Baru
(Foto: Dok/MPR RI/Detikcom)
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat 
Jakarta (harianSIB.com)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mengatakan kondisi kenormalan baru pascapandemi harus benar-benar dipahami masyarakat. Hal ini untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat merebaknya varian baru.

"Tren peningkatan kasus Covid-19 akibat paparan varian baru harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terkait kondisi kenormalan baru pascapandemi," kata Rerie dalam keterangannya, Senin (8/5/2023).

Hal ini disampaikan Rerie untuk menyikapi meningkatnya kembali kasus Covid-19 di Tanah Air yang diduga akibat penyebaran virus Corona subvarian baru, XBB 1.15 atau Kraken dan XBB.1.16 atau Arcturus.

Catatan Kementerian Kesehatan, sejak merebaknya subvarian baru virus Covid-19 di awal 2023, Indonesia mencatat 1.295 kasus baru Covid-19 per Minggu (7/5). Seiring itu terdapat kasus sembuh sebanyak 1.259 dan 20 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Berdasarkan kondisi itu, menurut Rerie, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus benar-benar mempersiapkan masa transisi dari pandemi ke endemi dengan baik, melalui sejumlah pemahaman terkait kenormalan baru yang akan dijalani masyarakat.

Apalagi, pada Jumat (5/5) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mencabut status darurat Covid-19. Diketahui, Covid-19 telah menewaskan lebih dari 6,9 juta orang di berbagai negara.

Oleh karena itu, Rerie menuturkan kenormalan baru pascapandemi harus disikapi para pemangku kepentingan dan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

"Penyikapan tersebut bisa dalam bentuk penguatan surveilans kesehatan di masyarakat, dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan, serta mempersiapkan kebijakan kesehatan lainnya," imbuh Rerie.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, upaya vaksinasi juga terus dijalankan terutama untuk meningkatkan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang paling berisiko.

"Pemahaman terkait kondisi kenormalan baru tersebut harus dipastikan menjadi pemahaman bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam upaya mengantisipasi potensi melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di masa datang," imbuh Rerie. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
WHO
beritaTerkait
WHO Peringatkan Israel, Serangan ke Rafah akan Picu Pertumpahan Darah
WHO: Penggunaan Alkohol dan Vape di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan
WHO Sebut Risiko Kesehatan Masyarakat Akibat Flu Burung Kecil
WHO Prihatin Flu Burung Makin Luas, Angka Kematian Lampaui 50 Persen
Waka MPR: Perlindungan Pekerja Migran Harus Jadi Perhatian Pusat-Daerah
Waka MPR Dorong Pemda Manfaatkan Peluang dari Momentum Mudik Lebaran
komentar
beritaTerbaru