Pekerjaan Rumah Menyongsong Simalungun 1

Oleh: Natal Simanullang, S.Si

509 view
Pekerjaan Rumah Menyongsong Simalungun 1
Foto Dok Natal Simanullang, S.Si
Natal Simanullang, S.Si
Diumumkanya Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) – Zonny Waldi S.Sos MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simalungun terpilih dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2020 yang lalu memberikan harapan baru bagi warga kabupaten Simalungun.

Pekerjaan berat telah menantinya yang direncanakan akan dilantik pada tanggal 26 April 2021 sesaat setelah bupati periode sebelumnya mengakhiri masa jabatan pada tanggal 22 April 2021 lalu. Warga Simalungun akan menyaksikan bagaimana Visi dan Misi pembangunan yang sudah dilayangkan di masa kampanye akan dilaksanakan selama menjalani masa jabatannya.

Pasalnya kondisi pandemic yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali kabupaten Simalungun telah menyebabkan berbagai dampak ekomoni dan sosial hadir di tengah masyarakat. Dapatkah visi dan misi yang mereka bawa mampu membawa kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik lagi terutama di masa Pandemic? Prioritasnya adalah pemulihan ekonomi.

Perekonomian di masa pandemi mengalami guncangan yang hebat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun tahun 2020 adalah 1.01 persen. Kinerja perekonomian melambat bila dibandingkan tahun 2019 perekonomian tumbuh 5.20 persen. Masing-masing sektor berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian namun ada sektor yg berkontraksi akibat dari Pandemi Covid 19.

Sektor pertanian yang masih menjadi andalan kontributor perekonomian menyumbang 49.99 persen diikuti sektor perdagangan besar dan eceran 16.44 persen dan industri pengolahan 11.54 persen. Walaupun menjadi sektor andalan pertumbuhan sektor pertanian tahun 2020 sebesar 3.01 persen, ternyata melambat bila dibandingkan dengan capaian tahun 2019 sebesar 6.18 persen. Sektor ini merupakan strength ekonomi simalungun, keuntungan kondisi geografis yang menunjang pertanian. Sebaliknya kontribusi yang besar bagi perekonomian simalungun dari sektor perdagangan besar dan eceran dan sektor industri pengolahan mengalami kontraksi di masa Pandemic Covid19.

Hasil Survey Sosial Demografi Dampak Covid-19 Provinsi Sumatera Utara mencatatkan 75 persen responden di sektor ini mengalami penurunan pendapatan. Empat besar sektor yang mengalami kontraksi terdalam adalah sektor penyedia akomodasi dan makan minum (5.27 persen); konstruksi (3.23 persen); industri pengolahan (2.85 persen); dan transportasi dan pergudangan (2.06 persen).

Sektor akomodasi dan makan minum mencakup penyediaan akomodasi penginapan jangka pendek untuk pengunjung dan pelancong serta penyediaan makanan dan minuman untuk konsumsi segera. Penyediaan akomodasi sendiri mencakup hotel bintang, hotel melati, pondok wisata hingga penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya seperti rumah kost dan asrama. Disektor ini tercatat 55,56 persen responden yang mengaku mengalami penurunan pendapatan. Ini dirasakan dari bulan maret 2020 sejak pemerintah sudah mengeluarkan aturan-aturan akibat kasus korona yang terjadi di Indonesia.

Salah satunya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) meliputi sekolah diliburkan, pemberlakukan bekerja dari rumah (work from home), pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Akibatnya mobilitas warga menuju tempat wisata untuk menginap atau sekedar makan malam bersama keluarga sontak terhenti.

Pariwisata Simalungun yang sempat meningkat dengan munculnya spot wisata yang baru seperti keindahan Danau Toba melalui Bukit Indah Simarjarunjung dan pemandangan Kebun Teh Sidamanik, berbagai tempat wisata air seperti Bah Damanik, yang seharusnya menjadi unique selling point juga tidak mampu bertahan dari terpaan badai pandemic covid-19. Hobby nongkrong anak muda pun bukan menjadi rutinitas pilihan di awal pandemic. Penerapan belajar daring (dalam jaringan) di dunia pendidikan juga menekan bisnis rumah kost dan angkutan penumpang.

Sektor konstruksi mencakup di bidang konstruksi yaitu kegiatan konstruksi umum dan khusus pekerja bangunan gedung dan bangunan sipil. Dampaknya, 386 desa di wilayah simalungun, dalam penggunaan dana desa harus menggeser pembelanjaan bidang dan sub bidang lainnya menjadi bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa, serta bidang pelaksanaan pembangunan desa untuk kegiatan Padat Karya Tunia desa (PKTD). Walaupun infrastruktur desa masih tetap terlaksana dengan sistem PKTD, namun proporsinya sudah berkurang untuk penguatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

Alasan pergeseran belanja bidang menjadi bidang penanggulanan bencana bukan tanpa alasan, pemerintah melihat langkah ini sangat urgent untuk di ambil. Karena pandemic Covid-19 merupakan threads (ancaman) lumpuhnya suatu bangsa baik komunitas maupun perekonomian.

Potensi yang sudah ada menjadi strength untuk menopang perekonomian simalungun. Namun weakness yang dimiliki juga harus disikapi secara realistis dan jujur oleh pemerintah. Jalan dengan status jalan provinsi yang sudah banyak di sorot banyak pihak memiliki efek domino terhadap berbagai sektor perekonomian. Jalan yang menjadi urat nadi dari kegiatan perekonimian harus mendapat jaminan dalam kualitas dan kontinuitasnya. Akan menjadi hitung-hitungan pengguna jalan yang akan melintasi wilayah simalungun dengan berbagai tujuan ekonomi.

Jangan sampai hitung-hitungan itu menjadi weakness juga bagi warga simalungun dan semua yang memanfaatkannya.

Sektor industri pengolahan di sini digambarkan sebagai pabrik, mesin atau peralatan yang khusus digerakkan dengan mesin dan tangan. Daya beli masyarakat yang turun mengakibatkan melemahnya sektor perdagangan yang pada akhirnya memberikan efek domino terhadap sektor industry dan transportasi/pergudangan.

Berdasarkan hasil survey sosial demografi dampak covid-19 Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 55,56 persen responden yang bekerja di kategori transportasi dan pergudangan merasakan penurunan pendapatan akibat Covid-19. Selain masalah daya beli masyarakat, penurunan konsumsi makanan dan minumam di luar rumah akibat pembatasan sosial.

Permasalahan lain yang dirasakan dengan melambatnya kinerja perekonomian tidak jauh dari jumlah pengangguran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam Berita Resmi Statistik (BRS) pada tanggal 15 Februari 2021 angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Simalungun tahun 2020 naik sebesar 0,19 poin dari tahun 2019 sebesar 4.39 persen menjadi 4.58 persen. Angka ini searah dengan fenomena yang di rekam dalam Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 Provinsi Sumatera Utara sebanyak 2.14 persen responden baru di-PHK karena tempat ia bekerja tutup.

Bertambahnya masyarakat yang kehilangan pekerjaan, maka tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk atau rasio gini (gini ratio) juga mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh tidak meratanya pendapatan.

BPS mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk atau rasio gini (gini ratio) di Kabupaten Simalungun pada tahun 2020 mencapai 0,295 atau melebar ketimbang rasio gini tahun 2019 sebesar 0,274. Ini merupakan gap antara si kaya dan si miskin. Untuk diketahui, angka koefisien rasio gini berkisar 0 hingga 1. Koefisien 0 menandakan tingkat pengeluaran merata sempurna, sedangkan koefisien I menunjukkan ketimpangan yang sempurna.

Kondisi berbagai indikator makro Kabupaten Simalungun yang terpuruk di 2020 menunjukkan bahwa dampak Pandemi Covid-19 nyata dan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi bupati baru. Guncangan perekonomian yang menyeluruh ini membutuhkan treatment khusus dari pemerintah untuk membuat giat perekonomian kembali bergairah tanpa mengenyampingkan protocol kesehatan.

Harapannya, sosok baru akan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Inilah opportunities, visi misi dan program kerja yang sesuai untuk diusung dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Simalungun menjadi hal yang dinantikan seluruh warga Simalungun. Habonaron Do Bona, selamat bertugas Pak Bupati baru.(*)

Penulis
: Natal Simanullang, S.Si
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com