Khotbah Evangelium Minggu I Setelah Trinitatis, 6 Juni 2021: “Jangan Menghujat Roh Kudus” (Mark. 3: 20-35)


944 view
Khotbah Evangelium Minggu I Setelah Trinitatis, 6 Juni 2021:  “Jangan Menghujat Roh Kudus” (Mark. 3: 20-35)
Ist
Pdt Dr Robinson Butarbutar

Disampaikan Oleh: Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Ephorus HKBP


Saudara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus,

Jika kita membaca dengan seksama Injil Markus pasal 3 dari awal sampai akhir, maka akan terlihat ada lima peristiwa penting yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatanyang dilakukan Yesus, terutama perbuatan-Nya dalam menyembuhkan orang-orang sakit, yang mati sebelah tangannya, yang datang dari berbagai tempat seperti Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, Tirus, dan Sidon. Mereka berbondong-bondong hendak menjumpai Yesus setelah mendengar segala yang dilakukan-Nya (ay. 1, 7-8).

Peristiwa apa sajakah yang lima itu?

Pertama, ialah perbuatan roh-roh jahat (Yunani: ta pneumata akatharta) yang tersungkur di hadapan Yesus setelah melihat Dia dan berkata: “Engkaulah Anak Allah” (ay. 11).

Kedua, ialah Yesus naik ke atas bukit dan memanggil dua belas orang pilihan-Nya untuk ditetapkan dan diutus memberitakan Injil serta mengusir setan-setand (Yunani: ta daimonia, ay. 15).

Ketiga, kedatangan sanak-saudara Yesus ke sebuah rumah (Yunani: oikos) di mana Yesus ada di dalamnya. Mereka datang hendak mengambil Yesus sebab Ia dicap sudah tidak waras lagi (ay. 20-21).

Keempat, para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem yang mengatakan bahwa Yesus itu kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan (Yunani: archonti ton daimonion). Tentu saja tuduhan para ahli Taurat ini dilawan oleh Yesus (ay. 22-30).

Kelima,perkataan Yesus kepada orang banyak yang duduk bersama dengan Dia tentang siapa saudara laki-laki, saudara perempuan, dan ibu Yesus, yaitu mereka yang duduk bersama dengan Dia dan yang melakukan kehendak Allah (ay. 35).

Dari empat peristiwa pertama kita melihat, berkebalikan dari roh-roh jahat yang rupa-rupanya mampu melihat kuasa Yesus yang sudah menyembuhkan banyak orang, dan karena itu mereka menyembah (Yunani: prosepipton) Dia, dan kuasa-Nya mengusir setan diberikan kepada para murid-Nya, para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem malah mengatakan bahwa Yesus kerasukan roh jahat dan mempunyai kuasa kegelapan. Lebih parah lagi, mereka menuduh Yesus menggunakan kuasa penghulu setan untuk mengusir setan.

Sungguh ironis sesungguhnya, sedangkan roh-roh jahat itu tersungkur menyembah Yesus, sementara para ahli Taurat menuduh Yesus dengan dua tuduhan yang jahat: menyebut Yesus kerasukan Beelzebul dan menggunakan kuasa penghulu setan. Inilah yang disebut Tuhan Yesus dengan: Menghujat (blasphemeo) Roh Kudus! Dosa seperti ini, kata Yesus, tidak mendapatkan ampun selama-lamanya.

Inilah yang menjadi topik khotbah kita Minggu ini: “Jangan Menghujat Roh Kudus.” Sesungguhnya para ahli Taurat tahu bahwa Yesus tidak kerasukan setan, tetapi mereka tetap melontarkan tuduhan keji atas Yesus. Saudara-saudara sekalian, orang bisa saja dan bebas saja tidak mempercayai Yesus dan tidak menyembah Dia. Namun, menghujat Dia, yaitu dengan menuduh Yesus kerasukan setan dan menggunakan kuasa penghulu setan, adalah tuduhan yang jahat dan keji atas kuasa Roh Kudus Allah yang bekerja melalui Yesus.

Kata ‘menghujat’ (blasphemeo) itu berarti tidak berdasar, tidak benar, yang dilontarkan karena didorong oleh rasa dengki dan rasa permusuhan dari seseorang kepada seseorang yang lain. Inilah yang dilakukan oleh para ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus. Perbuatan para ahli Taurat ini jangan sekali-kali kita tiru. Jangan menghujat Roh Kudus, Roh kebenaran, Roh yang menyinari kebenaran dan melawan hal-hal yang tidak benar. Kita tahu yang benar karena Roh Kudus mengajarkan kita kebenaran. Oleh sebab itu, khotbah hari ini memanggil kita untuk jangan sekali-kali menghujat Roh Kudus, Roh kebenaran itu.

Saudara sekalian, melalui firman hari ini kita para murid Yesus terpanggil untuk mengatakan kebenaran. Janganlah kita memfitnah teman-teman kita karena didorong oleh rasa benci dan permusuhan. Jangan cemari nama baik orang lain karena kedengkian kita. Janganlah ada dari antara kita yang mengeluarkan ‘ujaran kebencian’, baik lisan maupun lewat media sosial/internet, tentang orang lain, agama lain, suku lain, dan sebagainya. Para pelaku ujaran kebencian ini, selain berdosa, juga dapat dihukum sesuai dengan hukum di negara kita. Marilah sama-sama menjaga diri kita dan keluarga kita.

Khotbah hari ini menyerukan kepada kita, marilah kita hindari dan jauhi perbuatan-perbuatan yang dapat membawa kita kepada dosa yang tak terampuni, yaitu menghujat Roh Kudus. Kalau pun kita harus menyatakan atau menuliskan sesuatu tentang orang lain, hendaklah itu kita lakukan berdasarkan kebenaran dan didorong oleh kasih persaudaraan bagi sesama. Hiduplah dalam kebenaran sebagaimana yang diajarkan Roh Kudus kepada kita. Jika kita tidak menghujat Roh Kudus ke depan kita melakukan firman/kehendak Allah yang Yesus ungkapkan dan dengannya menjadi saudara, saudari, dan ibu Yesus (ay 31-35)

Amin!

Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com