Kisah Joshua Sinurat Peraih 6 Medali Emas PON

* Pernah Ditawari Uang Satu Tas agar Kalah

1.171 view
Kisah Joshua Sinurat Peraih 6 Medali Emas PON
Foto: Ist/harianSIB.com
Joshua Sinurat

Medan (SIB)

Legenda hidup olahraga gulat Sumatera Utara, Joshua Sinurat punya cerita menarik saat aktif menjadi atlet. Peraih enam medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) itu pun mengisahkannya, mulai dari awal karirnya sebagai pegulat.

Joshua Sinurat lahir di Aek Kanopan 1966 silam. Setamat SMP pada 1983, Joshua memutuskan hijrah ke Medan untuk meneruskan bakat olahraganya. Namun, Joshua sempat berlatih sembunyi karena keluarga tak merestuinya jadi pegulat.

“Saya ingat saat Kejurnas di Medan tahun 1986, saya masuk koran karena menang. Koran SIB juga ada saat itu. Keluarga di kampung akhirnya tahu dari koran itu,” ucap Joshua.

Keinginan Joshua untuk terkenal lewat olahraga gulat, membuat keluarga akhirnya memberi restu. Dia pun bertekad membuktikannya.

"Motivasi saya dulu adalah saya ingin terkenal. Caranya berprestasi lewat olahraga. Saya bangun motivasi saya sendiri. Saya lihat juara dunia dan jadikan inspirasi," terang Joshua.

Joshua menceritakan, dia memang mengimpikan betul menjadi orang terkenal dan membuat keluarganya senang. Jalan yang dipilih Joshua tepat. Lewat kerja keras dan disiplin, prestasi datang menghampiri. Enam medali emas PON jadi bukti. Mulai dari PON 1989 dapat 1 emas, PON 1993 dapat 2 emas, PON 1996 2 emas juga dan PON 2000 saya dapat 1 emas," ucap Joshua yang kini sebagai ASN di Dispenda itu.

Namun ada cerita unik dialami Joshua saat berlaga di PON, tepat pada tahun 1993. Saat itu Joshua lolos ke final. Perwakilan lawan datang menawarkan tas berisi uang agar Joshua mau mengalah di final. Joshua jelas menolaknya.

“Karena saya sudah janji sama Pak Raja Inal (Gubernur Sumut saat itu) untuk meraih dua emas. Saya saat itu belum kerja, jadi dijanjikan bakal jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bila menang,” tambahnya.

Dengan tekad yang kuat, Joshua ingin memenangkan final itu sekaligus menjaga harum nama Sumut. “Saat itu ditawati tas itu, saya bilang, kita lihat saja lah nanti! Dan saat tanding, saya menang dan dapat emas,” kenang ASN di Dispenda Sumut itu.

Pasca Joshua pensiun, gulat Sumut memang tak punya banyak penerus. Terakhir emas PON diraih pada 2016 silam lewat Sumurung Siregar. Lalu bagaiman dengan PON 2024 ini? Joshua pun cuma berani memberi target satu emas padahal Sumut jadi tuan rumah.

“Regenerasi itu bicara hati. Atlet harus kerja keras kalau mau sukses. Disiplin, semangat dan gigih. Ya, saya berharap atlet berprestasi jangan hanya diberi bonus, harus ada masa depan atlet dengan pekerjaan juga," tutupnya. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com