Prestasi Atlet Menembak Yosephine Sigalingging Tak Kunjung Dilirik

* Impikan Tampil di PON 2024

554 view
Prestasi Atlet Menembak Yosephine Sigalingging Tak Kunjung Dilirik
Foto Dok/Yosephine
MEDALI: Atlet menembak muda Sumut, Yosephine Aufklaruf Sigalingging diabadikan bersama sejumlah medali dan sertifikat juara milik dia. Yosephine kini berhasrat bisa tampil di PON 2024. 

Medan (SIB)

Atlet menembak asal Kota Binjai, Sumatera Utara, Yosephine Aufklaruf Sigalingging punya prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tapi sayang, kemampuan atlet kelahiran 26 Maret 2008 ini tak kunjung dilirik. Namanya juga tak masuk tim Pelatda Sumut persiapan menuju PON 2024.

Yosephine tercatat pernah bertanding di event bergengsi. Bahkan dia meraih medali emas pada Piala Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sumut pada 2022 dan 2023. Selain itu dia juga meraih perak Porwil 2023 dan perak pada Kejuaraan Menembak Airrifle Piala Dandim HUT ke-5 Kodim 0118/Subulussalam di Aceh pada 2023.

"Keinginan saya pastinya bisa tampil di ajang PON membawa nama Sumut. Tapi saat ini saya merasa frustrasi, karena bingung juga tidak mendapat kesempatan panggilan untuk Pelatda," ucap Yosephine Aufklaruf Sigalingging, Minggu (31/3).

Putri dari pasangan Erikson Sigalingging dan Alm Laura Christina Gultom ini masih menyimpan hasrat bisa membela Sumut di pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Apalagi ini kesempatan bagus baginya saat Sumut menjadi tuan rumah.

"Walau begitu pun, saya tetap harus berlatih dan semoga ada jalan lebih baik ke depannya agar saya bisa lebih berprestasi," katanya.

Yosephine memang sudah mengenal olahraga menembak sejak kecil. Dia mengaku tertarik karena melihat sang ayah yang juga hobi menembak. "Saya mulai berlatih menembak dari Kelas 6 SD. Pertama kali yang membuat saya tertarik di olahraga menembak karena orang tua yaitu papa saya, karena papa punya senapan angin dan sering ajak saya jalan-jalan ke kebun atau hutan buat menembak. Lama kelamaan saya tertarik," jelasnya.

Hampir setahun mengenal olahraga menembak, Yosephine pun mendapat restu dari orang tua untuk mengasah kemampuan menembaknya di Di GNT Club yang ada di Binjai. "Kelas 1 SMP sudah gabung klub menembak," sambungnya.

Diakui, olahraga menembak harus merogoh kocek besar. Tapi, Yosephine bersyukur bisa mendapat dukungan penuh dari keluarganya. "Sebenarnya lumayan mahal untuk membeli peralatan seperti senapan dan lainnya. Tapi berhubung orang tua suport, saya sangat senang dan berjanji serius berlatih," katanya.

Janji tersebut perlahan dipenuhi Yosephine dengan prestasi demi prestasi. Kini, target utamanya untuk bermain di PON 2024. Dia berharap, pencapaiannya saat ini bisa membuatnya dilirik oleh Perbakin Sumut untuk bergabung bersama tim Pelatda. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com