Sabtu, 20 Juli 2024
Dunia Mulai “Kepanasan”

Jokowi: Ada Ancaman Kelaparan di 2050

* Minta Daerah Waspadai “Neraka Iklim” Mengancam Inflasi
Redaksi - Sabtu, 15 Juni 2024 10:24 WIB
328 view
Jokowi: Ada Ancaman Kelaparan di 2050
Foto: Antara/Andi Firdaus
BUKA RAKORNAS: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi di Gedung Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan saat ini dunia sedang dihadapkan dengan kondisi perubahan iklim global yang memicu kenaikan suhu dunia. Planet yang 'kepanasan,' ini menurutnya membawa ancaman kelaparan di seluruh dunia pada tahun 2050.


Dia awalnya meminta agar semua pihak waspada dengan tantangan perubahan iklim dunia. Suhu dunia bakal mencapai rekor tertingginya dalam 5 tahun ke depan.


"Semua sudah mendengar warning Sekjen PBB bahwa dunia menuju neraka iklim, ngeri. Suhu mencapai rekor tertingginya 5 tahun ke depan hati-hati," ungkap Jokowi saat memberikan arahan dalam Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jumat (14/6), dikutip dari Harian SIB.

Baca Juga:

Dalam setahun terakhir, katanya kenaikan suhu global sudah terjadi di berbagai negara. Di India sudah tembus 50 derajat Celcius, lalu di Myanmar hingga 45,8 derajat Celcius.


Kenaikan suhu ini katanya dapat mempengaruhi produksi pangan. Nah bila tidak diantisipasi maka produksi berkurang, kelangkaan bahan pangan terjadi, dan dunia memasuki wabah kelaparan di 2050.

Baca Juga:

"Kalau orang panas mungkin bisa masuk rumah, berteduh, bisa. Tapi urusan pangan hati-hati masalah ini. FAO katakan jika didiamkan tak ada pergerakan apa apa 2050 dunia alami kelaparan berat, dunia kan alami kelaparan," papar Jokowi.


"Maka harus direncanakan diantisipasi mulai sekarang," tegasnya.


Waspada
Jokowi menyampaikan, peringatan dunia tentang 'neraka' iklim yang berpotensi mengganggu laju inflasi nasional, dan meminta pemerintah daerah untuk waspada.


"Diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air, tidak ada air, dan akan masuk pada kekurangan pangan. Jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas," katanya.


Menurut Kepala Negara, situasi itu dapat berimplikasi pada laju inflasi nasional yang kini berada pada angka yang baik di kisaran 2,84 persen. Angka tersebut berpotensi terkerek naik, akibat produksi dan stok pangan yang kurang.


"Artinya, harga pasti akan naik, otomatis itu, hukum pasar yang seperti itu, dan itu adalah urusan kehidupan manusia. Begitu produksi, karena panas, urusan air tidak kita urus, produksi turun, stok menipis," katanya.


Rentetan situasi itu, menurut Kepala Negara perlu diantisipasi sejak dini. Untuk itu, dalam tiga bulan ke depan Presiden memerintahkan pemasangan 20 ribu pompa yang terkoneksi dengan sektor lahan pertanian, utamanya beras.


"Pompa dari sungai naikkan ke atas untuk mengairi sawah. Baik itu sungai besar, sungai sedang, maupun kecil. Semuanya memanfaatkan air, jangan biarkan air terus masuk ke laut," kata Presiden.


Terbaik
Jokowi juga mengapresiasi kerja tim pengendalian inflasi pusat hingga daerah. Jokowi menyebut inflasi RI pada Mei berada di angka 2,84% dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia.


"Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih kepada tim pengendalian inflasi pusat dan tim pengendalian inflasi daerah yang telah bekerja keras, yang telah berusaha keras untuk mengendalikan inflasi sehingga yang terakhir di bulan Mei lalu, inflasi kita berada di angka 2,84 persen, ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia," kata Jokowi.


Jokowi menyebut, inflasi Indonesia pada 9-10 tahun masih berada di angka 9,6%. Saat ini turun drastis menjadi 2,8%.


"Kalau kita ingat di tahun 9 atau 10 tahun lalu inflasi kita berada di angka 9,6 persen, dan atas usaha keras kita sekali lagi berada di angka 2,8," ujarnya.


Jokowi mengapresiasi kerja Mendagri Tito Karnavian yang update perkembangan inflasi di tiap daerah. Begitu pun juga dirinya yang selalu bertanya inflasi setiap kunjungan ke daerah.


"Saya tahu setiap minggu oleh Mendagri diabsen satu per satu inlfasi berapa, dibuka secara gamblang di provinsi, di kabupaten ini, di kota ini, sehingga semua tau. Setiap ke daerah juga yang saya tanyakan sekarang selalu inflasi berapa, pertumbuhan ekonomi berapa," ujarnya.


"Selalu saya tanyakan itu supaya kita semua peduli terhadap hal yang sangat penting karena begitu inflasi naik misal 9,6% pertumbuhan ekonomi kita di angka 5 yang merasakan adalah rakyat," lanjut Jokowi.


Jokowi mengaku senang inflasi saat ini berada di angka 2,84%, dan pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,11%. Jokowi mengatakan ini adalah kabar yang menyegarkan.


"Sekarang inflasi 2,84 terus pertumbuhan ekonominya 5,11% nah ini segar, segar kalau seperti ini. Tapi kita harus tetap waspada, hati hati tidak boleh lengah, tantangan ke depan tidak mudah," ujarnya.


Penghargaan
Di kesempatan itu, Jokowi menyerahkan penghargaan kepada 15 penerima Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award.


Meski demikian, Presiden juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk tetap waspada dan berhati-hati dengan memonitor secara langsung pertumbuhan ekonomi di lapangan. Hal ini dikarenakan dampak dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi dirasakan secara langsung oleh rakyat. (**)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jokowi Resmi Lantik 3 Wakil Menteri
Presiden UEA Anugerahi 'Order of Zayed' kepada Presiden Jokowi
Jokowi Tegaskan Pembatasan BBM Belum akan Diberlakukan
Pemko Tebingtinggi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual
Pasokan Pupuk ke Petani Diklaim Aman, Jokowi: Subsidinya Naik Dua Kali Lipat
Jokowi Tanda Tangani Perpres Terkait Percepatan Pembangunan IKN
komentar
beritaTerbaru