Kamis, 18 Juli 2024

Korban Judi Online Dapat Bantuan Bansos, Jokowi: Itu Nggak Ada

Wilfred Manullang - Rabu, 19 Juni 2024 14:05 WIB
241 view
Korban Judi Online Dapat Bantuan Bansos, Jokowi: Itu Nggak Ada
(Foto tangkapan layar/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi memberikan tanggapan saat ditanya terkait wacana pemberian dana bansos kepada keluarga korban judi online.
Jakarta (harianSIB.com)
Wacana korban judi online bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos) mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menegaskan tidak ada program keluarga pelaku bisa jadi penerima bantuan sosial.

"Nggak ada," kata Jokowi singkat setelah meninjau bantuan program bantuan pompa air di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2024).

Wacana keluarga korban judi online bisa mendapatkan bansos awalnya diungkapkan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Ia awalnya mengklarifikasi pemahaman publik atas pernyataannya mengenai 'korban judi online jadi penerima bansos'. Muhadjir menekankan bukan pelaku judi online yang menerima bansos, melainkan keluarga pelaku yang menjadi korban.

Baca Juga:

"Saya tangkap, dari opini masyarakat itu ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa korban judi online itu adalah pelaku. Pelaku dalam hal ini adalah pemain dan yang menjadikan korban itu para bandar ya, kemudian ditindaklanjuti lagi ketika saya menyampaikan bahwa nanti para korban judi online ini nanti ada yang bisa mendapatkan bantuan sosial itu mereka menganggapnya para penjudi itu yang nanti dapat bantuan. Jadi itu adalah terjadi misleading (salah paham) itu, tidak begitu," kara Muhadjir Effendy seusai salat Idul Adha di gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/6).

Dilansir dari Detikcom, Muhadjir menyinggung Pasal 303 KUHP dan Pasal 27 dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE yang menerangkan pelaku judi online merupakan pelaku tindak pidana pelanggar hukum. Muhadjir menegaskan mereka yang direncanakan akan mendapatkan bansos adalah keluarga pelaku yang dirugikan secara finansial hingga psikologis akibat judi tersebut.

Baca Juga:

"Jadi sekali lagi saya tegaskan korban judi online itu bukan pelaku, siapa korbannya? Korbannya adalah keluarga atau individu terdekat dari para penjudi itu yang dirugikan baik secara material, finansial, maupun psikologis dan itulah yang nanti akan kita santuni," imbuhnya.

Muhadjir menyebut keluarga pelaku itu pun tidak serta-merta langsung mendapatkan bansos. Tapi, keluarga yang menjadi korban penjudi online juga harus melewati verifikasi sesuai kriteria penerima bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos). (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jokowi Resmi Lantik 3 Wakil Menteri
Presiden UEA Anugerahi 'Order of Zayed' kepada Presiden Jokowi
Jokowi Tegaskan Pembatasan BBM Belum akan Diberlakukan
Polres Labuhanbatu Tangkap 9 Pemain Higgs Domino, Penjual Chip dan Operator Warnet
Polisi Temukan Airsoft Gun Saat Gerebek Markas Judi Online di Jakbar
Ciri Kecanduan Judi Online Kata Psikolog, Butuh Perawatan Ahli
komentar
beritaTerbaru