Kamis, 18 Juli 2024

Pengangguran Terdidik di Indonesia 8-10 Juta Orang

Jamida P Habeahan - Kamis, 20 Juni 2024 11:57 WIB
369 view
Pengangguran Terdidik di Indonesia 8-10 Juta Orang
Foto Ist/Dok.Hms-MPR
Bambang Soesetyo saat memberi keterangan kepada pers, didampingi Anton Sihombing (pakai kopiah), baju merah sebelah kiri
Jakarta (harianSIB.com)
Melebarnya jenjang kemiskinan, merupakan tantangan bangsa ke depan, sebagai akibat semakin banyaknya pengangguran terdidik, yang jumlahnya diperkirakan antara 8 juta sampai 10 juta orang.

Ketua MPR RI Bambang Soesetyo (Bamsoet) menyatakan hal itu kepada wartawan, Rabu sore (19/6/2024) usai menghadiri sosialisasi Empat Pilar MPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta didampingi Dr Capt Anton Sihombing, Dewan Pakar DPP Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Pimpinan SOKSI dr Lawrence Siburian.

"Coba kita lihat sekarang ledakan pertumbuhan generasi muda, melebihi daripada pertumbuhan atau senioritas," kata Bamsoet sembari menambahkan, kalau kemudian ekonomi tertekan, maka kita tidak bisa melakukan langkah-langkah yang luar biasa untuk menangani penurunan nilai rupiah melawan dollar dan mata uang asing lainnya.

Baca Juga:

Diprediksinya, sebentar lagi hutang-hutang swasta dan pemerintah akan jatuh tempo, sehingga harga-harga semakin naik dan mengancam perusahaan-perusahaan industri yang ada di daerah, serta perusahaan-perusahaan lain.

Artinya, pendapatan mereka menurun karena daya beli masyarakat menurun maka ledakan pengangguran akan terjadi. Bahkan sudah ada perusahaan besar yang merumahkan 400.000 kayawannya. Ini berarti merupakan ancaman harapan kita menuju Indonesia emas.

Baca Juga:

Menurut Bamsoet, bangsa kita harus belajar dari kesuksesan Korea Selatan dan Jepang yang berhasil memanfaatkan bonus demografi .

"Siapa orang yang tidak menangis menonton film-film Korea dan siapa yang tidak jingkrak melihat pentas penyanyi-penyanyi Korea," ujar Bamsoet seakan memberikan contoh, karena semua itu dilakukan oleh anak-anak muda.

Tantangan lain yang dihadapi oleh bangsa selain ekonomi adalah terorisme, dan tindak kekerasan, intoleran serta trans nasional biologi. Belum lagi setiap 5 tahun mengintai ancaman atas pilihan demokrasi. Setelah ancaman karisma radikalisme dari ideologi lain atau trans nasional, ancaman narkoba, ancaman yang siap 5 tahun adalah dampak dari pilihan demokrasi.(*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
MPR
beritaTerkait
Underpass di Aekkanopan Masuk Asahan, Wakil Ketua DPRD Labura Belum Tahu
2.271 PPPK Pemprov Sumut Terima SK Pengangkatan dan Tandatangani Perjanjian Kerja
DPD Golkar Binjai Usulkan 6 Nama Calon Ketua DPRD Binjai
Pemerintah Terus Kebut Perbaikan Kolam Renang Selayang
Ketua DPRD Medan Minta Perwal Parkir Berlangganan Ditinjau Ulang
Ketua DPRD SU Desak KPID Tingkatkan Pengawasan Jelang Pilkada
komentar
beritaTerbaru