Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Kolaborasi Lintas Kementerian dan KMDT Rumuskan Model Nasional Pariwisata Danau Berkelanjutan

Victor R Ambarita - Kamis, 06 Agustus 2026 10:26 WIB
1.646 view
Kolaborasi Lintas Kementerian dan KMDT Rumuskan Model Nasional Pariwisata Danau Berkelanjutan
Foto: SNN/Victor Ambarita
Foto bersama pada momen FGD "Menuju Perumusan Model Nasional Pengelolaan Pariwisata Danau Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat" yang diadakan Kementerian Pariwisata bersama KMDT di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menggelar FGD strategis "Menuju Perumusan Model Nasional Pengelolaan Pariwisata Danau Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

FGD secara daring dan luring ini diadakan guna merespons tantangan ekologis dan mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar kawasan danau.

Dalam sambutannya melalui tayangan video, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan Kemenpar menyambut baik inisiatif KMDT mengenai Green Lake.

Ia menegaskan pentingnya FGD lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ini untuk bertukar pikiran dalam memperbaiki kualitas danau di seluruh Indonesia, termasuk menata sektor peternakan ikan yang berdampak buruk pada kualitas air.

Baca Juga:
Senada dengan hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, menyoroti alarm ekologis nyata yang mengancam lebih dari 2.000 danau di Indonesia. Ia menegaskan Danau Toba bukan sekadar destinasi super prioritas, melainkan warisan peradaban.

"Keberhasilan model pengelolaan pariwisata berkelanjutan ini ditentukan oleh empat tolok ukur utama. Pertama, perbaikan kualitas air secara progresif. Kedua, penataan pengendalian keramba jaring apung. Ketiga, peningkatan tutupan hutan di wilayah tangkapan air. Keempat, mempertahankan Green Card Toba Caldera dari UNESCO Global Geopark," ujar Jumhur.

Menyongsong Hari Danau Dunia pada 27 Agustus, ia menitipkan pesan tegas: Lake is life, love it.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Drs. Reza Fahlevi, M.Si., menggarisbawahi perlunya implementasi nyata dari Rencana Induk Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional.

Ia menekankan sinergi dan kemampuan mendengarkan aspirasi dari masyarakat, pelaku industri, hingga komunitas adalah kunci dari keberhasilan implementasi di lapangan.

Ketua Panitia FGD, Raja Malem Ukur Tarigan, turut mengapresiasi dukungan Kemenpar dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Ia mencatat paradigma pariwisata saat ini tidak lagi sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan bergeser pada pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berkelanjutan.

Raja juga membawa kabar positif pasca kunjungan Menteri Pariwisata pada April 2026, dimana investasi di kawasan Danau Toba, seperti Nimo Land, terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski di tengah situasi yang penuh keraguan.

Ketua Umum DPP KMDT, St. Edison Manurung, S.H., M.M., dalam sambutannya memaparkan pihaknya bersama mitra telah membentuk Pusat Kajian KMDT Pantai Pasifik Porsea Danau Toba atau KMDT's Pacific Beach Lake Toba Center.

Dari kajian tersebut, KMDT menawarkan model pengelolaan berbasis konsep Green Democracy yang mengintegrasikan empat pilar utama yaknni Kelestarian ekologi, Pengembangan ekonomi hijau masyarakat, Pelestarian sosial budaya dan Penguatan sumber daya manusia.

"Keempat pilar tersebut didukung oleh Smart Lake Information, Monitoring and Evaluation System berbasis data, teknologi digital, artificial intelligence, GIS, Internet of Things, dan analitik modern sehingga setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan bukti dan data yang akurat," tegas Edison.

FGD ini diharapkan mampu merumuskan rekomendasi kebijakan nasional yang implementatif, menguatkan sinergi lintas sektor, dan menjadikan Danau Toba sebagai laboratorium kebijakan kelestarian danau di Indonesia. Menutup sambutannya, Ketua Umum KMDT menggelorakan tagline gerakan bersama: "Selamatkan Danau, Sejahterakan Rakyat."

Dalam FGD ini juga diadakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KMDT dan Akademi Pariwisata ULCLA, yang dilakukan oleh Ketum DPP KMDT dan Direktur Akademi Pariwisata ULCLA, April Sabdi Marbun, S.E., M.M., M.Tr.Par, serta turut disaksikan oleh Pendiri Akpar ULCLA, Sahala Panggabean MBA, yang menandai komitmen penguatan kapasitas SDM di sektor pariwisata danau.

FGD sesi pertama, yang dimoderatori Prof. Dr. Hoga Saragih, S.T., menghadirkan pembicara Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Drs. Reza Fahlevi, M.Si. dan perwakilan Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

Sesi kedua, yang dimoderatori Prof. Dr. Tiolina Evi Nausta Pardede, menghadirkan pembicara perwakilan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas dan Dr. Ir. Jupiter Sitorus Pane, M.Sc. (Sekretaris Dewan Pakar DPP KMDT).

Turut hadir dalam FGD tersebut, antara lain, Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arditama Nusantara Putra, Dr. Laurensius Manurung, S.E., M.M. (Dewan Pakar KDMT), Irjen Pol. (Purn.) Dr. Richard M Nainggolan, Kol (Purn) Nasib Simarmata dan Dr. Pontas Nasution (Lokus Adat Budaya Batak) dan Dr. Kastorius Sinaga (Staf Khusus Mendagri).(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
Prof Emil Salim: Danau Toba Punya Banyak History Jaga Kelestariannya
komentar
beritaTerbaru