Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Berakar Kepada Kristus

* Oleh : Pdt Sunggul Pasaribu,MPAK
- Minggu, 21 Februari 2016 15:00 WIB
362 view
Berakar Kepada Kristus
Pdt Sunggul Pasaribu, STh, MPAK
Pada jaman dahulu, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Seorang anak sangat senang datang dan bermain di sekitar pohon ini setiap harinya. Ia memanjat ke puncak pohonnya, memakan apelnya, tidur siang di bawah naungannya,.. ia menyukai pohon ini dan pohon inipun senang bermain dengannya. Waktu terus berlalu, anak kecil ini bertumbuh besar dan tidak lagi bermain di sekitar pohon ini setiap harinya.

Pada suatu hari, anak ini kembali untuk melihat pohon ini. "Mari bermain bersamaku", bujuk pohon. "Aku bukan anak kecil lagi, aku tidak bermain di sekitar pohon lagi". Jawab sang anak. "Aku menginginkan mainan. Aku membutuhkan uang untuk membelinya". "Maaf, tetapi aku tidak mempunyai uang,... namun kamu boleh memetik semua apelku dan menjualnya. Dengan demikian kamu akan mendapatkan uang." Anak ini kegirangan. Ia memetik seluruh apel pada pohon ini lalu pergi dengan gembira. Anak tidak pernah kembali setelah memetik apel-apelnya. Pohon ini menjadi sedih.

Pada suatu hari, anak ini kembali lagi dan pohon ini kegirangan. "Mari bermain bersamaku, ajak sang pohon. "Aku tidak ada waktu untuk bermain. Aku harus bekerja bagi keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat bernaung. Bisakah engkau menolong aku?". "Maaf, namun aku tidak mempunyai rumah. Akan tetapi engkau boleh menebang dahan-dahanku untuk membangun rumahmu." Maka anak ini menebang seluruh dahannya lalu pergi dengan gembira. Pohon ini senang melihat sang anak gembira namun sang anak tidak pernah kembali lagi sejak itu.  Kembali pohon ini menjadi kesepian dan sedih.

Pada suatu hari yang panas di musim panas, anak ini kembali dan pohon kegirangan. "Mari bermain bersamaku!" demikian sang pohon mengajak. "Aku sedih dan sudah tua. Aku ingin pergi berlayar untuk rileks. Bisakah engkau memberi aku perahu?". "Silahkan menggunakan batang tubuhku untuk membuat perahu. Engkau bisa berlayar jauh dan menjadi gembira." Maka sang anak menebang batang tubuh pohonnya untuk membuat perahu. Ia pergi berlayar dan lama sekali tidak pernah kembali muncul.

Pada akhirnya, sang anak kembali setelah sekian tahun pergi. "Maaf, anakku. Akan tetapi aku sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untukmu. Tidak ada lagi apel untukmu,..." demikian sang apel mengatakan. "Aku pun sudah tidak mempunyai gigi untuk menggigit," jawab sang anak, "tidak ada lagi batang tubuhku untuk kamu panjat." "Aku pun sudah terlalu tua untuk itu sekarang," kata sang anak ini. "Aku benar-benar sudah tidak mungkin memberikan apa-apa lagi kepadamu ... satu-satunya yang tersisa hanyalah akar yang sekarat," kata sang pohon dengan air mata berlinang. "Aku pun tidak membutuhkan banyak sekarang, selain tempat istirahat. Aku sudah lelah setelah sekian tahun" jawab sang anak. "Bagus.!" Akar tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat. Mari duduk bersamaku dan beristirahat, Maka, pria ini duduk dan pohon ini terharu dengan air mata berlinang.

Demikian juga dengan orang Kristen di dunia ini. Memang secara fisik kita dilahirkan, besar dan dewasa adalah berkat perawatan dan usaha manusia, namun kita tidak bertumbuh dan berkembang secara jiwa, pikiran, dan karakter jika bukan berakar kepada Kristus yang memimpin arah dan pola hidup ini.

Kita boleh saja bebas dan dibiarkan merencanakan, merekayasa, bertindak atau melakukan menurut hati dan pikiran kita terhadap sesama kita di dunia ini, namun semua itu tidak akan terwujud dan terbukti jika kita tidak berakar kepada Tuhan yang merestui dan memberkatinya.

Kita bisa menguasai dan mengendalikan dunia ini oleh karena kemampuan, kekayaan, atau kekuasaan yang ada pada manusia sehingga kenikmatan, kehormatan, kewibawaan, dan bahkan dunia hormat dan sujud, namun jika tidak berakar kepada Tuhan yang mengendalikan harta, kuasa, jabatan, kekayaan dan kehormatan yang dimiliki manusia maka bencana sosial dan bencana alam akan menghancurkan impian dan kuasa manusia.

Orang percaya hendaklah berakar dan bertumbuh kepada Kristus agar hidup kita  kokoh, dan tegak berdiri, berbuah, dan tidak bisa diombang-ambingkan oleh rupa-rupa ajaran sesat di dunia ini.

Kita bisa memeroleh nafas kehidupan karena Kristus masih memberi kita udara, angin, dan oksigen. Kita bisa berbuah karena sumber air hidup masih dialirkan Tuhan di muka bumi ini. Kita masih bisa berkomunikasi kepada Kristus itu karena akar keyakinan kita masih melekat kepada Kristus.

Pertumbuhan hidup manusia di dunia ini secara fisik, atau yang kelihatan semata yang diperlukan. Sebab pertumbuhan yang tidak terlihat yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yaitu; Kristus yang memimpin, menuntun, dan mengendalikan kita ke arah kedewasaan, kematangan dan kemapanan yang asli justru itulah memberi hidup dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Maka supaya kita hidup berakarlah kepada Kristus. Amin.! (d)



   

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru