Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Ibadah Jumat Agung di HKBP Pearaja Tarutung

Wafatnya Yesus Kristus Adalah Suka Cita Bagi Umat yang Percaya PadaNya

- Minggu, 27 Maret 2016 16:56 WIB
954 view
Wafatnya Yesus Kristus Adalah Suka Cita Bagi Umat yang Percaya PadaNya
SIB/Posma Simorangkir
PIALA PERJAMUAN: Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA didampingi sejumlah pendeta mengangkat piala saat memimpin perjamuan kudus dalam ibadah Jumat Agung, (24/3) di HKBP Pearaja Tarutung.
Tarutung (SIB)- Ribuan warga jemaat mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pearaja, Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara dengan pengkhotbah Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA, Jumat (25/3) yang dimulai pukul 10.30 WIB.

Ibadah Jumat Agung atau peringatan wafatnya Yesus Kristus sudah menjadi tradisi bagi HKBP di seluruh penjuru tanah air Indonesia dan di beberapa negara lainnya yang dinamai sebagai “pesta parningotan di ari hamamate ni Tuhan Jesus Kristus”.

Kali ini peserta ibadah bukan hanya warga jemaat HKBP Pearaja Tarutung, namun hadir juga tamu gereja yaitu warga jemaat HKBP Dukuh Kupang, Resort Surabaya yang membawakan lagu pujian.

Ephorus WTP Simarmata menyebutkan Jumat Agung adalah peringatan wafatnya Yesus Kristus yang memberikan keselamatan dan pembebasan belenggu dosa bagi setiap umat yang percaya kepadaNya. “Kenapa kita pestakan (rayakan) kematian Yesus Kristus, karena kita beroleh pembebasan. Makanya ada suka cita dalam Jumat Agung, oleh Dia Yesus Kristus telah mendamaikan (membukakan) jalan kita dengan Allah di surga,” sebutnya.

Peringatan Jumat Agung menurutnya memberikan pemahaman bahwa Yesus yang mendamaikan setiap orang yang percaya kepadaNya dengan Allah Bapa. Kematian Yesus memberikan contoh keteladanan karena di sana ditunjukkan ketaatan, kesetiaan dan keseriusan atas perintah Allah walau sesungguhnya Yesus selalu di atas perintah Allah walau sesungguhnya Yesus selalu dihina dan dilecehkan.

“Mengapa kita harus rayakan (pestakan) kematian Yesus, sebab kematian Yesus adalah puncak tugas pekerjaan Yesus atas perintah Allah. Yesus tahu akan tanda-tanda zaman, akan berakhirnya tugas pekerjaanNya, lalu diserahkan diriNya kepada Allah,” ujarnya.

Maka hendaklah demikian menurut Ephorus HKBP, agar setiap orang yang percaya kepadaNya, tahu akan tanda-tanda zaman dan selalu setia kepada Allah sebab berkat Allah tidak senantiasa dicurahkan. “Hendaklah kamu selalu taat dan setia, sebab berkat Tuhan tidak senantiasa dicurahkan. Selagi ada kesempatan datanglah untuk mengambilnya dan menjemputnya,” ucapnya.

Usai ibadah wafatnya Yesus Kristus dilanjutkan dengan ibadah perjamuan kudus yang disebut dengan “marulaon na hohom dan marulaon na badia” dimulai pukul 14.00 WIB.

Dalam ibadah ini Ephorus WTP Simarmata membacakan narasi perjalanan penyaliban Yesus hingga tepat pukul 15.00 WIB dibunyikan lonceng gereja sebanyak tujuh (7) kali sebagai pertanda wafat Yesus Kristus. Puncak ibadah adalah perjamuan kudus dipimpin Ephorus diikuti seluruh peserta ibadah.(BR5/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru