Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

500 Tahun Lahirnya Gereja Reformasi akan Diperingati di Medan, Ephorus HKBP Lantik Panitia

* Ibadah Live Streaming dengan Jerman
- Minggu, 27 Maret 2016 17:12 WIB
1.441 view
500 Tahun Lahirnya Gereja Reformasi akan Diperingati di Medan, Ephorus HKBP Lantik Panitia
SIB/Arjuna Bakkara
Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA foto bersama dengan Panitia perayaan ibadah raya Pra 500 tahun reformasi gereja (1517-2017) setelah melakukan penandatanganan petisi gerakan anti narkoba dan cinta Danau Toba pada pelantikan panitia, Senin (21/3) di Gerej
Medan (SIB)- Tahun 2017 genaplah  500 tahun gereja-gereja reformasi berdiri. Pada  tahun  1517 sejumlah tokoh reformis gereja di antaranya Marthin Luther menentang para pemimpin gereja yang melakukan kebijakan tidak sesuai dengan Injil. Tahun 2016 ini tepatnya 8 Mei akan dilaksanakan ibadah raya pra perayaan 500 tahun reformasi tersebut di TD Pardede Hall Medan. Untuk menyiapkan perhelatannya, Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA melantik panitia, Senin (21/3) di Gereja GKPI Sriwijaya Medan Kota, Resort Medan Barat.

Pelantikan diawali dengan ibadah dipimpin Pdt Gunawan Panjaitan MTh, Pendeta GKPI Sriwijaya Medan Kota. Dalam khotbahnya dia mengatakan bahwa orang benar akan hidup dengan iman. Rasul Paulus mengatakan, kekuatan yang menyelamatkan manusia ada diberitakan di dalam Injil untuk itu gereja harus terus menerus memberitakan Injil. “Kalau ada gereja yang memberitakan kabar kebenaran berdasarkan injil lain, maka itu bukanlah gereja.Tokoh penggerak reformasi gereja 500 tahun silam melakukan gerakan reformasi yang menentang kebijakan-kebijakan berdasarkan injil lain,” terangnya.

Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA sebagai Evangelist Moderator ditugaskan untuk memprakarsai  perayaan 500 tahun reformasi gereja. Perlu disyukuri gagasan-gagasan yang disampaikan Marthin Luther dan juga tokoh- tokoh reformasi lainnya sehingga  melahirkan gereja-gereja Protestanisme. Seluruh dunia merayakan reformasi gereja reformasi. Karena memang taat pada firman Tuhan.

Dikatakannya, kenapa reformasi gereja muncul pada waktu itu? Karena kritik terhadap pemerintah dan kritik terhadap gereja. Pemerintah dikritik karena terjadi kelesuan ekonomi, sedangkan gereja sibuk dengan dirinya sendiri. Ada yang dibuat menyimpang dari firman Tuhan, gereja membuat surat pengampunan dosa. “Jika seseorang berbuat dosa maka cukup membayar surat pengampunan dosa maka dosanya dihapuskan, itu sudah melakukan penyimpangan terhadap Injil. Reformasi gereja itu mengajak umat Kristen back to Bible,” ucap Ephorus.

Warga gereja Protestanisme, kata Pdt WTP harus memahami kalau gereja reformasi lahir dari kritik terhadap negara dan pelayanan gereja. Artinya, gereja harus ikut meletakkan pondasi etika dan moral di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibadah akan dilakukan secara live streaming antara Indonesia (Medan) dengan Jerman. Di Jerman dan Medan dalam waktu yang sama akan melaksanakan ibadah. Perhelatan live ini dipercayakan kepada Ir Sahat Napitupulu sehingga perayaan di Medan dapat disaksikan di Jerman dan yang di Medan juga disaksikan di Jerman. Pada kesempatan itu Ephorus HKBP akan teleconference dengan pimpinan gereja di Jerman selama setengah jam. Kadep Koinonia HKBP Pdt Welman Tampubolon STh diutus untuk mengikuti ibadah reformasi gereja di Jerman.

“Kehadiran mereka juga akan kita lihat, dan kehadiran kita di sini juga akan mereka lihat di Jerman. Ini pertama sekali ibadah gereja-gereja ditayangkan lewat streaming dengan alat kecil yang hanya seukuran tas kecil,” tuturnya.

Ibadah Pra 500 tahun reformasi gereja tersebut akan dirangkaikan dengan aksi moral melalui penandatanganan petisi dengan tema cinta Danau Toba dan anti narkoba. Gereja  terpanggil untuk membangun moral, dan memperbaharui moral bangsa dan negara. Karena narkoba sudah meracuni anak bangsa dan merambat kemana-mana. “Jadi,  pendeta pun perlu ikut di tes urine, apakah bersih dari narkoba. Supaya ada peran gereja. Kegiatan ini nanti bukan sekedar ibadah, tapi dilanjutkan dengan aksi sosial seperti seminar. Termasuk mengangkat nilai- nilai luhur yang boleh diwariskan dari generasi ke generasi mendatang.

Seminar juga akan kita lakukan sebelum pesta perayaan dengan menghadirkan Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr JR Hutauruk, seorang  tokoh yang tahu sejarah reformasi tersebut. Protestanisme itulah yang membuka demokrasi. Dampak protestanisme yang berkembang  mempengaruhi kehidupan keseharian kita.

Berikut nama-nama panitia yang dibacakan Pdt Heince Simanjuntak STh. Ketua Ir Washington Pane MSc(HKBP), Ketua 1. YT Sagala (GMI), 2. Norman Gunawan (GKPI), 3. Sanggam Hutagalung (GPP),  4.  Ir Sudirman Halawa (BNKP), 5. Richard Eddy M Lingga SE MSP (GKPPD), 6. LM Sihombing (HKI), 7. St Ir Jannerson (GKPS), 8. Dermawan  Sembiring SE (GBKP). Sekretaris Martua Sinurat ST (HKI), Wakil Sekretaris 1.  Romein Manalu ST (HKBP), 2. Eduard Sitorus (GMI), 3. Lesman Pangaribuan SE. Bendahara Pdt Imelda br Hutagalung STh (HKBP). Panitia dilengkapi dengan Seksi-seksi di antaranya seksi seksi publikasi dan dokumentasi yang dikordinatori Horas Pasaribu SSos (HKBP/Harian SIB). Turut hadir unsur penasehat di antaranya Sanggam SH Bakkara dan Kombes Pol Dr Maruli Siahaan SH  MHum. (A10/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru