Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Layani TKI-TKW

Lamron Sagala dan Basaria Manihuruk dari GPI, Komitmen Kabarkan Injil Kristus di Malaysia

- Minggu, 17 April 2016 16:16 WIB
899 view
Lamron Sagala dan Basaria Manihuruk dari GPI, Komitmen Kabarkan Injil Kristus di Malaysia
SIB/Edison Parulian Malau
Lamron Sagala dan Basaria Manihuruk (tengah) foto bersama dengan Pdt Pantur Silaban SE bersama isteri (tiga dari kiri) dan para Pendeta lainnya usai menerima pemberkatan pernikahan Maret lalu di GPI Johor Bahru, Malaysia.
Malaysia (SIB)- Menikah di luar negeri bukanlah sebuah pilihan, karena akan sangat membebani seluruh keluarga di Indonesia. Bahkan, adat kebiasaan orang Batak Tapanuli dengan resepsi pernikahan yang dilanjutkan memberi dan menerima adat akan tertunda. Namun, dianggap sebuah panggilan yang sangat baik, karena menikah resmi di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) pelayanan Malaysia dihadiri beberapa petinggi GPI dari Jakarta dan Sumut.

Lamron Sagala yang telah diberkati menjadi Sintua (St) tahun 2014 yang lalu telah lama berbagi dan bekerja sama dengan Basaria Manihuruk untuk membuka pelayanan GPI di Malaysia, akhirnya harus memutuskan untuk menikah. Selain satu ide dan komitmen untuk membangun pelayanan gereja Tuhan melalui GPI, mereka juga saling mencintai.

Hal ini mereka sampaikan Senin (14/3) kepada wartawan SIB di Johor Malaysia. Disampaikan, awal Februari 2014 silam mereka bertemu dan sepakat untuk membuka pelayanan GPI di Johor, Malaysia. Dengan mengunjungi rumah-rumah tinggal para karyawan mereka memulai ibadah di taman dengan jumlah 9 orang. Setelah sepakat, mereka berencana menyewa sebuah gedung untuk tempat beribadah menetap, namun masih gagal dan mendapat penolakan dari pemilik bangunan.

“Penolakan itu tidak membuat kami mundur bahkan berhenti, dengan doa dan usaha akhirnya ada bangunan yang diberikan oleh Pastor Patrick di Johor Bahru. Kami beribadah di bawah naungan Calvary City Church, hingga saat ini,” sebut Lamron.

Diakui mereka, tuntunan dan arahan Pendeta yang selalu setia salah satu faktor semangat untuk tetap melayani di Malaysia. Selain memberikan bimbingan dan arahan, para pelayan Tuhan juga membagikan pengalaman dalam melayani Tuhan. Mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap jiwa-jiwa yang membutuhkan ‘makanan rohani’ di Malaysia, sehingga akan tetap berusaha untuk melakukan pelayanan dan menambah pelayan.

“Kami merasa bertanggung jawab atas jiwa-jiwa yang tidak beribadah, terutama para TKI dan TKW. Kalau dihitung, lebih kurang 3000 lebih jiwa yang masih membutuhkan pelayanan dan informasi adanya pelayanan gereja di Malaysia ini,” ujar Lamron.

Disinggung soal pernikahan yang mereka langsungkan di Malaysia, Lamron mengaku akan memperkuat pelayanan. Menurutnya, komitmen yang mereka tanamkan selama ini akan semakin terlihat kalau pekerjaan pelayanan dilakukan secara bersama-sama. Bahkan, untuk melayani TKI-TKW yang didominasi kaum wanita akan dapat dijangkau nantinya.

“Biarlah Tuhan Yesus Kristus nantinya yang memberikan jawaban kepada kami, karena pernikahan ini diharapkan nantinya akan memperkuat pelayanan terlebih kepada kaum wanita. Kami juga akan berusaha mencari dan menambah pelayan Tuhan untuk gereja-Nya khususnya Gereja Pentakosta Indonesia di Malaysia ini,” sebutnya.

Pantauan SIB di GPI Sidang Johor Bahru, Malaysia, pernikahan tersebut dipimpin Pdt Pantur Silaban SE dari Jakarta, dihadiri para Pendeta dari Sumatera Utara Indonesia, gereja tetangga di Johor dan Malaysia. Pernikahan tersebut mendapat perhatian dari warga sekeliling gedung gereja yang memang dari bangunan ruko tanpa ada tanda salib di atas, layaknya gereja di Indonesia. (B06/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru