Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Buanglah Keragu-raguan Akan Yesus

* Oleh Pdt Sunggul Pasaribu, MPAK
- Minggu, 10 Juli 2016 18:08 WIB
391 view
Buanglah Keragu-raguan Akan Yesus
Pernahkah saudara menghadapi sepertinya dipersulit ketika berurusan administrasi di kantor swasta atau di birokrasi pemerintahan? Beginilah tanda-tanda seorang staff yang mempersulit ketika kita berurusan kepada mereka. Staff yang satu mengatakan surat itu belum didisposisi kepala bagian, staff yang lain mengatakan bahwa surat itu memang sudah didisposisi oleh kepala tata usaha tetapi belum ada tanggapan dan balasan dari kepala.

Akan tetapi, pada saat kita berhadapan dengan Kepala sebagai atasan langsung yang berhubungan dengan alamat surat tersebut pastilah kita akan menerima jawaban yang pasti (konkrit).  Biasanya sang kepala (pimpinan) tersebut akan tanggap dan merespon dengan mengatakan kepada staffnya: "tolong supaya urusan surat bapak ini agar diselesaikan dengan baik, dan secepatnya."

Artinya, kata akhir dan keputusan ada di tangan pimpinan (kepala) dalam mengambil keputusan atau kebijakan. Apabila seorang pimpinan (kepala) yang mengatakan atau memutuskan maka staff harus tunduk dan patuh untuk merealisasikannya. 

Demikianlah pengakuan dan kepercayaan seorang perwira orang Jahudi terhadap kuasa Illahi yang dimiliki Yesus. Orang ini adalah seorang perwira bangsa Romawi, dikenal sebagai penjajah, anti-Jahudi, mempercayai banyak illah (polytheisme) sedangkan orang Yahudi percaya kepada Allah yang Esa. Namun ia sangat sayang kepada hambanya (Bhs. Yunani ; doulos; budak).

Setelah ia mengetahui dan mendengar dari para bawahannya bahwa Yesus adalah sang tabib dari sorgawi maka ia mengutus prajuritnya untuk memberitahukan dan memohon kesembuhan kepada Yesus. Mereka pun pergi menghadap Yesus, dan tanpa pikir panjang Yesus segera bergegas ke Kapernaum. Namun di tengah jalan sang perwira menghampirNya dan berkata, supaya Yesus cukup mengobati hambanya dari jarak jauh, dengan alasan si perwira tidak layak menerimanya di rumahnya.

Semakin si perwira merendah diri-semakin Yesus terdorong untuk menyembuhkannya. Sehingga pengakuan terhadap kuasa yang dimiliki Yesus dapat menghidupkan orang yang mati, mendorong hati sang perwira inilah bahwa dirinya merasa tidak layak di hadapan Yesus. "Sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh." (Lukas 7:7). Artinya, hanya dengan "Kata" dan "Kuasa" Yesus dapat menyembuhkan dan menghidupkan anak sang perwira. Begitu keyakinan mereka kepada Yesus.

Kita mengenal perwira ini, ia adalah seorang pejabat di kalangan masyarakat Yahudi, seorang pemimpin, dan punya komandan. Karena jabatan dan kuasa yang ada pada dirinya, menurutnya, bahwa dia bisa mengatur orang lain sesuai apa yang dia kehendakinya. Pemahaman seperti itulah pengertiannya terhadap Yesus yang mempunyai kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir setan dari manusia. Itulah sebabnya dalam teks ini ia menyampaikan permohonan melalui para hambanya supaya Yesus berkenan melakukan seperti yang dia lakukan di kantornya, tanpa harus datang ke rumahnya. Artinya, menurut sang perwira ini, penyembuhan dapat terjadi hanya dengan: "Apa kata Yesus.!"

Sementara hamba perwira yang masih sakit, terbaring di rumah, sedangkan Yesus sedang bersama suruhan perwira  di tengah jalan. Menurut perhitungan waktu, saat percakapan Yesus dengan orang Yahudi dan suruhan sang perwira, di saat itulah terjadi kesembuhan atas diri anak sang perwira yang sedang terbaring di rumahnya. Karena pengakuan sang perwira terhadap kuasa Yesus, maka Yesus pun mengakui iman seorang perwira seperti ini. Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel.! (Lukas 7:9)." Oleh karena pengakuan sang perwira ini kepada Yesus maka ia menjadi besar, berharga, dan dihormati imannya.

Kita pun perlu meniru seperti iman perwira ini di hadapan Tuhan Yesus.  Sang perwira, sang pemimpin, penguasa yang dapat mengatur, memerintah, mengendalikan, dan penentu namun menggantungkan nasib kesembuhan hambanya hanya kepada kuasa Illahi yang dimiliki Tuhan Yesus.

Apakah kita masih mengakui perkataan, kuasa, keagungan, dan kemuliaan Tuhan Yesus dalam segenap hidup ini ? Apakah kita sudah lebih mengandalkan kuasa dan kemampuan dan kekuatan dunia ini untuk memuluskan cita-cita dan kepentingan kita? Apakah kita lebih cenderung mengandalkan kewenangan, kuasa, kehebatan, dan kekuatan yang ada pada diri kita? Jika kita menginginkan kesembuhan maka hendaklah kita meniru seperti iman sang perwira ini.

Di dalam kehidupan kita dewasa ini, hanya orang yang ragu-ragu, dan merasa diri hebatlah yang tidak mengakui Kuasa Yesus. Seringkali kita lupa bahwa Firman itu sangat berkuasa mencipta, menyelamatkan, mengampuni, dan menganugerahkan kasih karuniaNya kepada orang yang Dia kehendaki. Sedangkan orang berjabatan saja dapat melakukan apa yang dikehendaki sesuai jabatan yang dimilikinya, apalagi Tuhan kita, lebih dari yang kita inginkan dapat Dia perbuat, asal kita percaya, 'Apa Kata Yesus'.! Kalau demikian halnya, mengapa kita masih kurang percaya.? Oleh karena itu, buanglah keragu-raguan kita, jauhkan rasa curiga, dan pastikan bahwa ucapan dan perkataan Yesus sebagai satu-satunya kekuatan dan kuasa dalam mengatur dan mengendalikan hidup kita. Amin..!  (d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru