Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Praeses Pdt. Manarias P Sinaga MTh:

Kepemimpinan Kristiani Melayani dan Membawa Pembaharuan

- Minggu, 31 Juli 2016 19:23 WIB
714 view
Kepemimpinan Kristiani Melayani dan Membawa Pembaharuan
Pdt. Manarias P Sinaga MTh
Pematangsiantar (SIB)- Tuhan selalu memakai pemimpin umat bekerjasama dalam karya penyelamatan umat manusia. Namun para pemimpin itu tidak selamanya mampu memimpin dan setia kepada Tuhan. Banyak di antara mereka yang menyeleweng, menyimpang dari kehendak Tuhan sehingga membawa kehancuran dan kesengsaraan umat Tuhan yang dipimpinnya.

Demikian Pdt Manarias P Sinaga MTh, Praeses HKBP Distrik Bekasi kepada SIB, Jumat (8/7) di Pematangsiantar. Dalam keadaan demikian diperlukan pemimpin-pemimpin baru yang dapat mengembalikan kebenaran dan keadilan dalam masyarakat. Pemimpin yang baru itu juga harus membebaskan rakyat dari kemiskinan, ketertindasan, perpecahan dan kesengsaraan mereka dengan jalan kembali kepada hukum dan perintah Tuhan untuk mengembalikan kesejahteraan umat Tuhan.

Namun realitas keseharian kita acapkali menyaksikan kecenderungan seorang pemimpin untuk mempertahankan kekuasaannya demi kepentingannya sendiri. Orang mati-matian dan menghalalkan segala cara mempertahankan atau melanggengkan kekuasaan, bahkan kalau perlu dengan memakai strategi katak (menjilat ke atas, menekan ke bawah).

Dikatakan, dalam surat-surat Rasul Paulus dalam Perjanjian Baru banyak mengacu kepada Kristus sebagai teladan kepemimpinan. Paulus menyebut bahwa Kristus berkedudukan dan berkekuasaan "Dalam rupa Allah, lalu Paulus bersaksi tentang apa yang diperbuat oleh Kristus dengan kedudukan dan kekuasaanNya itu. Walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tetapi telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diriNya dan taat.

Di situ menekankan tentang kualitas kepemimpinan Kristus yakni tidak mempertahankan kekuasaan yang dimilikiNya melainkan mengambil jalan mengosongkan diri dari kekuasaan. Inilah model kepemimpinan Kristus yang unik, namun sejauhmana model kepemimpinan Kristus ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepemimpinan yang sesuai jiwa Kristiani harus mampu membawa pembaharuan, mempunyai dan memberlakukan prinsip kepemimpinan sebagai "pelayan". Hal itu sebagai wujud pengosongan diri dari kekuasaan semena-mena sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Hal ini merupakan pedoman bagi pemimpin Kristen sepanjang masa. Artinya, merupakan suatu keharusan mutlak, tidak boleh tidak, tidak boleh ditawar-tawar lagi. Karena "kepemimpinan Kristiani" yang "melayani dan membawa pembaharuan" itulah yang kita perlukan.

Sejak lama teori kepemimpinan selalu atau lebih sering mengacu kepada doing things through other people yang berarti tidak sendiri, ada tim atau kelompok kerja bahkan dengan mitra kerja yang melaksanakan tugas dan kewajibannya masing-masing sesuai uraian tugas (job description) yang diberlakukan di dalam sesuatu unit kerja atau organisasi atau badan usaha.

Oleh karena itu ada beberapa orang bahkan ratusan atau ribuan orang sehingga harus dibentuk suatu organisasi yang harus tunduk dan mengikuti teori organisasi tertentu. Para pemimpin membentuk sistem dan tata kerja organisasinya dengan memberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bobot dan kemampuan masing-masing orang yang ditugaskan untuk itu. Jelasnya seberapa besar atau kecilnya organisasi atau badan usaha tersebut tentu saja di sana selalu ada pemimpin yang melakukan tugas kepemimpinan atau melaksanakan fungsi manajemen disesuaikan dengan kebutuhan dan sesuai dengan tujuan usaha atau organisasi tersebut, ujar Pdt Manarias P Sinaga MTh. (R-22/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru