Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

52 Tahun Gereja HKBP Bandar Klippa, Lalui Suka dan Duka Kini Sudah Permanen

- Minggu, 07 Agustus 2016 18:09 WIB
1.408 view
52 Tahun Gereja HKBP Bandar Klippa, Lalui Suka dan Duka Kini Sudah Permanen
Percut Seituan (SIB)- Kerinduan warga yang beragama Kristen di Kecamatan Percut Sei Tuan untuk memiliki tempat ibadah terpenuhi Tahun 1964.
Pembangunan Gereja HKBP Bandar Klippa, Ressort Serdang Ujung, Medan ini beralamat di Jalan Mesjid, Bandar Klippa.

Mereka merupakan karyawan PTPN II Bandar Klippa dan warga pendatang yang ingin mendengarkan Firman Tuhan. Awalnya Minggu (3 Mei 1964), digelar rapat di rumah, Hernatus Panjaitan. Dari kesepakatan tokoh-tokoh Batak Kristen di Desa Bandar Klippa itu yakni Hernatus Pandjaitan, RA Purba, Hermanus Girsang, Djakuning Sitohang dan Karmoni Girsang meminta persetujuan dan dukungan dari HKBP Sidorame Medan, Ressort Medan Timur agar ada tempat ibadah mereka.
Pada 20 Mei 1964, dibentuklah panitia pembangunan gereja di rumah RA Purba yang diketuai Nicodemus Sitorus, Dj Djansen Simanjuntak (sekretaris) dan Karel Purba (bendahara). Panitia lalu meminta tanah pertapakan gereja HKBP Bandar Klippa dan tanah wakaf Kristen ke pimpinan perusahaan Perkebunan Negara Tembakau Deli III di Medan.

Sebelum mendapat pertapakan, BPP Pane Administrateur Perkebunan Bandar Klippa memberi ruangan Sekolah Rakyat Negeri I Perkebunan Bandar Klippa untuk tempat ibadah. Minggu (24 Mei 1964), digelar kebaktian pertama sekaligus kelahiran HKBP Bandar Klippa.

Setahun beribadah di ruangan sekolah, pimpinan perusahaan Perkebunan Negara Tembakau Deli III, Bandar Klippa memberikan sebidang tanah ukuran 30 x 20 meter untuk pertapakan Gereja. Dan pada, 17 Juni 1969 lalu dibeli sebidang tanah ukuran 10 x 20 meter dari Karel Purba. Pesta pembangunan HKBP Bandar Klippa yang pertama kali dilaksanakan Minggu (4 Juli 1965) oleh pengurus HKBP Sidorame Medan, Ressort Medan Timur. Luas bangunan saat itu hanyalah 6 x 9 meter, berlantai tanah, dinding tepas, atap nipah dan tiang ditanamkan ke tanah.

Inilah gereja pertama di lokasi Desa Bandar Klippa, Tembung, Sambirejo Timur, Kampung Kolam dan Batang Kuis. Lalu Pdt Andreas Panjaitan kemudian menetapkan pengurus Gereja yang pertama kali, Hernatus Pandjaitan sebagai Wakil Guru Huria/Voorganger, St RA Purba sebagai sekretaris dan bendahara bersama anggota, St Hermanus Girsang, St Djakuning Sitohang dan Karmoni Girsang.

Sejak saat itu, ibadah Gereja berjalan normal. Awalnya, HKBP Bandar Klippa tergabung dalam Ressort Medan Timur. Kemudian, bergabung ke Ressort Serdang Ujung Medan dengan Pendeta Ressort Pdt Bahara Lumban Tobing.

Acara kebaktian menggunakan bahasa Indonesia, Batak Toba, Simalungun dan Karo. Untuk kebaktian Sekolah Minggu dimulai 2002, sedangkan kebaktian Minggu Remaja dimulai tahun 1997.

Pada 7 September 1993, 12 kepala keluarga memilih memisahkan diri dari HKBP Bandar Klippa dan mendirikan gereja GKPS di Kampung Tapanuli. Disusul pada 6 Oktober 1996, jemaat Batak Karo kemudian mendirikan gereja GBKP di Bandar Klippa. Untuk liturgis bahasa Batak Toba dimulai pada Minggu (23 Februari 1997) yang diikuti 123 kepala keluarga.

Pesta pembangunan kembali dilaksanakan pada Minggu (21 Agustus 1966). Tahun itu juga, diberikan tanah wakaf Kristen di Pasar 10 Bandar Klippa dengan ukuran 3.912 meter2. Peresmiannya dihadiri Muspika Kecamatan Percut Sei Tuan, para Staf Perkebunan Bandar Klippa, Pendeta HKBP Ressort Serdang Ujung Medan dan jemaat HKBP Bandar Klippa.

Saat tanah wakaf belum diberikan, jemaat yang meninggal terpaksa dibawa ke kampung halaman, sementara anak-anak dikubur di pekarangan gereja. Pesta pembangunan ketiga dilaksanakan Kamis (19 Juni 1986). Pada Minggu (28 Juni 1986) diadakan Pesta Jubileum 125 Taon HKBP di gereja HKBP Bandar Klippa.

Tahun 1988, dibangunlah gereja permanen dengan ukuran 12 x 25 meter secara swakelola. Tahun 2014, gelar Jubileum HKBP Bandar Klippa. Selama berdiri, ada 10 uluan HKBP Bandar Klippa yakni St Hernatus Pandjaitan, Voorganger/Wakil Guru Huria (24 Mei 1964 hingga Desember 1986), St Samil Sipayung, Voorganger/wakil Guru Huria (Desember 1968 - 10 Februari 1991), Calon Pendeta Pulistin Sianipar, SMTh, pelaksana Guru Huria (10 Februari 1991 hingga 14 Juni 1992).

Calon Pendeta Tambok Sitompul, STh, pelaksana Guru Huria (14 Juni 1992 hingga 21 Nopember 1993), Calon Pendeta Panahatan Marpaung, STh, pelaksana Guru Huria (21 Nopember 1993 hingga 24 Nopember 1996), Gr Ulima Lumbangaol, Guru Huria Defenitif (24 Nopember 1996 hingga 25 Agustus 2002), Gr Menanti Purba, Guru Huria (25 Agustus 2002 hingga Juni 2004).

Gr Ramli Manurung, Guru Huria (Juni 2004 hingga Agustus 2008), Gr Timbul Siahaan, Guru Huria (Agustus 2008 hingga September 2010) dan Gr Enprison Berutu, Guru Huria (September 2010 hingga saat ini). "Kini jumlah jemaat sekitar 400 kepala keluarga," ujar Gr Eripson Berutu kepada wartawan SIB,  Sabtu (4/6) sore di kediamannya yang bersebelahan dengan lokasi Gereja HKBP Bandar Klippa. (A24/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru