Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026

Pdt Rein Justin STh MA: Optimalisasi Diakonia, Sejahterakan Warga Jemaat

- Minggu, 11 September 2016 14:53 WIB
658 view
Pdt Rein Justin STh MA: Optimalisasi Diakonia, Sejahterakan Warga Jemaat
Pdt Rein Justin STh MA
Pematangsiantar (SIB)- Pelayanan Diakonia adalah kemahakudusan karya Allah yang tidak satupun makhluk di bumi ini dapat melakukannya. Allah mau supaya kontinuitas pelayanan ini tetap terpelihara dan berlanjut hingga ke ujung bumi. Supaya kita beroleh bagian dalam diakonia, Dia menyuruh kita berbelas kasih bagi sesama, membawa kabar baik bagi bumi, alam, lingkungan, difable dan orang sengsara juga miskin. Demikian pembicara Pdt Rein Justin Gutom STh MA dalam dialog pubulik Diakonia, bertajuk "Diakonia, Strategi dan Optimalisasi" sekaligus peluncuran bukunya, di HKBP Ressort Tomuan Pematangsiantar, minggu lalu.

Pdt Rein Justin mengemukakan, pelayanan diakonia gereja mestinya tidak hanya dimengerti dan dilakukan serta terbatas kepada pemberian bantuan belas kasih, tetapi harus dilakukan secara holistik dan menyeluruh. Kegiatan berlangsung dengan sesi dialog antara undangan dan jemaat.

Terkait konsep pelayanan diakonia, usai dialog Pdt Rein Justin, Kabiro Pengmas HKBP saat ini, yang diketahui akan mengajukan diri menjadi calon pimpinan Diakonia HKBP kepada wartawan mengatakan, diakonia mestinya menjawab persoalan yang terjadi.

Pertama, globalisasi harus diterima sebagai sebuah berkat yang memperlancar kegiatan dan pelayanan, tapi juga membawa dampak buruk bagi semua ciptaan bila tidak diwaspadai.

Bumi diambang krisis dan kepunahan, "climate change" kian meninggi, semuanya telah membawa dampak yang tidak baik bagi alam yang pada gilirannya membawa kesengsaraan petani dalam mencukupi kehidupannya. Kini angka kemiskinan kian membengkak baik di perkotaan maupun di pedesaan, sementara warga HKBP diprediksi lebih dominan tinggal di daerah pedesaan, isolated area.

"Dalam kondisi seperti ini akankah gereja hanya terlena dalam program ceremonial dan ansich belaka, peranan kita dalam menyikapi persoalan persoalan sosial, dan warga masih terkesan lamban. Sekian lama kita sudah cukup dipuaskan oleh program program rutinitas dan diasyikkan oleh pelayanan ceremonial," katanya
"Kedepan perlunya strategy dan optimalisasi pelayanan Diakonia HKBP. Dan itulah arah pelayanan kami jika diizinkan memimpin Diakonia," katanya. Memajukan departemen Diakonia harus dilakukan optimalisasi beberapa konteks. Konteks messo, melanjutkan dan memaksimalkan gagasan Pdt Nelson Siregar dan Pdt BDF Sidabutar pimpinan Diakonia sebelumnya.

Program diakonianya perlu ditindaklanjuti supaya tidak hilang, lebih ditata agar profesional dan go to the next level, mengadakan hubungan eksternal hingga luar negeri agar sub pelayanan diakonia seperti pendidikan, kesehatan, universitas, rumah sakit, HIV Aids, Pengmas HKBP, Caritas Emergency, biro anak jalanan, Panti Karya, panti asuhan, JPIC, biro Transformasi sosial STT, STGH lebih eksis menyikapi dan menjawab persoalan multi krisis yang terjadi.

Penataan di tingkat distrik menurut pria yang pernah study village leadership di Jepang dan di Filippina ini sangat penting karena ujung tombak pelayanan. Dia akan mengembangkan pendidikan, pembenahan keterampilan pekerja dan komunitas sehingga mampu menjawab tantangan multi krisis.

"Paling sedikit 150 orang di 30 Distrik yang ada di HKBP selama periode 4 tahun harus diberdayakan dan diberangkatkan study banding berbagai keterampilan baik dalam dan luar negeri. Kita memiliki mitra pendamping di nusantara dan berbagai negara," ujar lulusan lulusan International Diaconic Management (IDM).

Ia juga dikatakan tertarik mendirikan universitas diakonia bekerjasama dengan IDM Bethel Germany, Stellen Bosch Africa Secomu Tanzanioa dan Dumagete Filippina sebagai wadah pendidikan yang banyak memberi manfaat kesejahteraan sosial.

Krisis lain yang membutuhkan pelayanan diakoni ke depan, kerusakan lingkungan hidup, climate change, pengangguran, kebodohan, kemiskinan dan diskriminasi. Itu berdampak minus bagi alam dan warga, maka pembangunan pusat-pusat pelatihan (vocational) digalakkan sehingga memiliki SDM dan beralih menjadi pribadi terampil mengembangkan usaha sesuai keinginan.

Persoalan-persoalan buruh di desa, persoalan kesehatan, gizi buruk tentu menjadi bagian dari centre ini. Lagi-lagi menurut Rein Justin, kalau dia terpilih pada sinode ini, paling sedikit 4 vocational centre sudah harus terbangun.

Mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan, distrik diharapkan mampu mejembatani pasar produk warga antara desa dan kota, supaya hasil peratanian tidak dikuasai oleh pemodal.

Rein Justin berniat menggagas daerah kota dan metro politan kerjasama hasil-hasil bumi, sehingga kesejahteraan milik bersama. HKBP sudah memiliki credit union (CU) dan CUM dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Kedepan harus dibenahi dan dioptimalkan.CU harus menegaskan diri untuk dipercayai. CU diharapkan memberi manfaat banyak dalam mebangun kesejahteraan anggota dan jemaat. Diakonia, stategy  dan optimalisasi sesuai dengan buku yang baru diluncurkannya dikatakan merupakan panduan keberhasilan pelayanan kedepan. (C09/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru