Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Gereja Warisan di Filipina Dalam Bahaya

- Minggu, 26 Februari 2017 18:39 WIB
347 view
Manila (SIB)- Gereja-gereja yang telah berusia berabad-abad di Manila adalah gedung-gedung yang pertama yang akan runtuh jika gempa bumi dahsyat menghantam ibukota Filipina itu, menurut para ahli.

Para seismolog negara itu telah memperingatkan bahwa Metro Manila kemungkinan dilanda gempa berkekuatan 7,2 SR.

Arsitek Armin Sarthou, seorang profesor di Universitas Filipina, mengatakan Gereja berusia berabad-abad membutuhkan perawatan untuk menahan goncangan gempa bumi.

Monsignor Jose Clemente Ignacio, vikjen Keuskupan Agung Manila, mengatakan keuskupan agung itu "saat ini sedang menilai" semua gerejanya.

Selain melestarikan nilai budaya gereja-gereja tua, Msgr Ignacio mengatakan Gereja "paling prihatin tentang keselamatan umat kami."

Imam menyatakan bahwa gereja-gereja di Manila dirancang untuk menahan gempa 6,5 SR.

Bernard Lasala dari pelayanan teknik keuskupan agung itu mengatakan sedikitnya 93 gereja berada di bawah penilaian.

"Kita mengutamakan gereja-gereja yang berada dalam zona West Valley Fault (WVF) dan tanah labil," kata Lasala.

WVF, garis patahan 100 kilometer yang melintasi ibukota negara itu dan provinsi di dekatnya, bergerak kira-kira setiap 400 tahun.

Gempa besar terakhir terjadi tahun 1658 atau 359 tahun lalu.

Msgr Ignacio mengatakan para pemimpin Gereja "sangat menyadari kebutuhan untuk merawat gereja-gereja kita."

Ia mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat membantu untuk memperkuat gereja dan bangunan publik.

"Kami menilai gedung gereja ini beberapa kali bahwa publik membutuhkan gereja-gereja tersebut sebagai tempat suci," kata imam itu.

Sebuah studi tahun 2004 yang didanai oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang dan Otoritas Pembangunan Metropolitan Manila mengungkapkan bahwa gempa berkekuatan 7,2 SR bisa menewaskan hingga 34.000 orang dan melukai 100.000 lainnya akibat gedung runtuh. (ucanews/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru