Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Peringati Pra Paskah 2017

Gereja Katolik Gelar Ibadah “Rabu Abu” Masuki Masa Berpuasa dan Berpantang

- Minggu, 05 Maret 2017 19:14 WIB
503 view
Vatikan (SIB) -"Jalan ini tentu saja tidak mudah, karena cinta memang tidak mudah, akan tapi jalan ini dipenuhi dengan harapan," lanjut Paus Fransiskus.

Seperti orang Israel yang dibebaskan dari perbudakan, umat Kristiani juga dipanggil untuk mengikuti jalan menuju pengharapan dan kehidupan baru selama masa Prapaskah.

Pada audiensi Rabu Abu, 1 Maret, Paus Fransiskus mengatakan bahwa melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus telah membuka bagi kita semua suatu jalan menuju kehidupan yang penuh, abadi dan terberkati.

Masa Prapaskah memiliki makna, Kristus mendahului kita dengan suatu perjalanan keluar dari penderitaan (eksodus) dan kita menyeberangi padang gurun untuk mengikuti dia.

Kisah perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian dan kesetiaan Tuhan dalam masa-masa sulit serta penderitaan membantu umat Kristiani lebih memahami makna Prapaskah.

"Keseluruhan jalan ini dipenuhi dengan harapan, harapan untuk menggapai Tanah Perjanjian dan inilah yang disebut eksodus, pembebasan dari perbudakan menuju pembebasan," kata Paus Fransiskus seperti dikutip dari Catholic News Service.

"Setiap langkah, setiap usaha, setiap percobaan, setiap kali kita jatuh dan dan setiap kali kita membarui diri memiliki arti hanya dalam rencana keselamatan dari Tuhan, yang menginginkan kehidupan bagi kita bukan kematian, kebahagian dan bukan penderitaan."

Prapaskah dilalui melalui dinamika bahwa Kristus mendahului kita melalui perjalanan panjang dan melalui kemenanganNya umat kristiani dipanggil untuk terus menumbuhkan api kecil ini yang sudah dinyalakan dalam diri kita pada waktu kita dibaptis.

"Jalan ini tentu saja tidak mudah, karena cinta memang tidak mudah, akan tapi jalan ini dipenuhi dengan harapan," lanjut Paus Fransiskus.

Ibadah "Rabu Abu"
Umat Katolik memasuki masa pra Paskah yang ditandai dengan ibadah Rabu Abu, Rabu (1/3) di seluruh Gereja Katolik. Ibadah Rabu Abu ditandai dengan pemberian tanda Salib pada dahi semua umat dengan debu.

Ibadah Rabu Abu merupakan permulaan permenungan panjang bagi umat Katolik atau selama 40 hari sebelum memperingati Jumat Agung atau hari Wafatnya Yesus Kristus dan merayakan paskah yaitu kebangkitan Yesus Kritsus. Hal itu disampaikan Pastor Paroki Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosari Pastor Surono OSC dalam Kotbahnya, Selasa (28/2) di Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosari Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat Medan.

Disampaikan, dalam masa pra Paskah umat Katolik diajak untuk menjalankan puasa selama 40 hari dan berpantang pada Hari Rabu dan Jumat sebagai bentuk simbol permenungan dan instrospeksi diri.

Pastor Surono dalam kotbahnya yang mengutip Matius 6 Ayat 1-6 dan ayat 16-18 mengajak agar umat melakukan puasa dan berpantang sehingga bisa bertumbuh dalam kasih dan bisa merubah diri ke arah hidup yang lebih baik. Masa prapaskah juga harus dijadikan sebagai momen untuk pemulihan dosa dan berdamai dengan Allah dengan berkomitmen setia dalam doa dan beramal kepada sesama dalam suka cita.

Sementara itu Pastor Hubertus Lidi Osc juga menegaskan,  masa berpuasa dalam gereja Katolik bukan untuk gagah-gagahan dan pamer kesalehan tetapi dengan menunjukkan keceriaan melakukan perenungan diri untuk merubah diri ke arahyang baik. Disebutkan bahwa dalam Matius 6 ayat 1 berbunyi  "Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Disebutkan bagi gereja katolik berpuasa dan berpantang adalah sebagai tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri dan tanda mempersatukan pengorbanan diri dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa dan demi mendoakan keselamatan dunia. Maka dalam masa pra paskah yang difokuskan adalah berdoa disertai dengan perbuatan baik bersama-sama dengan umat lain.

Fokus doa pada masa pra Paskah seperti yang dicanangkan Keuskupan Agung Medan adalah mendoakan orang-orang terdekat seperti, suami, istri, anak-anak, orang tua, teman, para imam, pemimpin gereja, pemimpin negara.(Ucanews/A07/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru