Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Ketua Sinode GMIT: Gereja Harus Peka Terhadap Isu Perempuan dan Keadilan Gender

- Minggu, 12 Maret 2017 21:57 WIB
328 view
Kupang (SIB)- Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) NTT, Pendeta Merry Kolimon menyoroti tentang isu kekerasan terhadap perempuan yang masih menjadi permasalahan utama di masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan budaya patriarki dimana perempuan tidak berdaya dan nilai-nilai adat masih sangat kuat, perhatian terhadap perempuan masih kurang jika dibandingkan laki-laki.

"Ini tantangan bagi kami. Sebagai ketua sinode perempuan pertama, saya ingin agar gereja peka terhadap isu perempuan dan keadilan gender," kata Pdt Merry beberapa waktu lalu.

"Memang berat, saya rasakan sendiri saat saya menjadi pendeta di tahun 1990 an. Saat itu, pendeta didominasi laki-laki. Di NTT, perempuan dianggap hanya pantas bekerja di dapur. Kami memperjuangkan kesetaraan gender, tapi ruang gerak kami terbatas," demikian tambahnya.

Namun dengan terpilihnya Pdt.Merry menjadi ketua Sinode GMIT pada 2015 lalu, hal ini memperlihatkan bahwa pelan-pelan jalan bagi para perempuan untuk berkarya sudah mulai terbuka. Walau demikian Pdt Merry akan terus memperjuangkan hak-hak kaum perempuan ini dan merancang sejumlah strategi keadilan gender melalui kegiatan peribadatan di gereja.

"Kami punya banyak pendeta perempuan, dan mereka siap ditempatkan di pelosok daerah. Dulu, perempuan tidak diterima untuk berpendapat di gereja, ini harus diubah. Misi kami menjadikan gereja sebagai penyampai kebaikan untuk siapa pun," tegas Merry.

Diskriminasi gender adalah sebuah pengalaman pribadi bagi Pdt Merry. Pada saat penempatan sebagai pendeta, dirinya pernah menghadapi penolakan dari masyarakat adat hanya karena ia seorang perempuan. Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1997 hingga 1999, saat ia melayani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Saya jadi pendeta perempuan pertama di sana. Betapa sulitnya, karena masyarakat adat masih menolak kesetaraan gender. Saya berusaha membangun kepercayaan diri para perempuan di sana," sebutnya.

NTT merupakan salah satu wilayah dengan penduduk mayoritas Kristen, oleh karenanya gereja berperan penting dalam membawa perubahan dan dampak sehingga dapat menjadi garam dan terang dalam kehidupan masyarakat dan perubahan yang nyata dapat terlihat dan menjadi kesaksian. (Jawaban.com/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru