Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Ada Suara Tuhan Diberitakan di Harian “SIB” Ini

- Minggu, 21 Mei 2017 19:35 WIB
999 view
Ada Suara Tuhan Diberitakan di Harian “SIB” Ini
Penulis mengajak pembaca yang budiman di mana pun berada, marilah kita menyampaikan Selamat ulang tahun yang ke-47 kepada harian "SIB" tercinta ini.  Sebab atas kasih karunia, dan penyertaan Tuhanlah bahwa harian "SIB" tercinta ini hingga sekarang masih eksis di bumi persada Indonesia untuk memberitakan kemuliaan dan sukacita kita.

Kita menyampaikan puji syukur kepada Tuhan sembari berdoa memohon berkah dan perlindunganNya agar kiranya mereka yang mengelola harian "SIB", Pemimpin Umum Ibu Ramlah Hutagalung, Pemimpin Redaksi dan para Redaktur dan Staff, para Wartawan, beserta pegawai/karyawan yang selalu setia untuk berbakti kepada masyarakat pembaca.

Di usia harian "SIB" yang ke-46 tahun ini, mengingatkan kita bahwa ia segera memasuki setengah abad. Dengan usia sepeti ini kita semakin melihat bahwa harian "SIB" sudah mapan, matang, dewasa. Seiring usia mapan maka kita semakin optimis bahwa masa depan harian "SIB" ini akan semakin kokoh, jaya, dan teruji, serta terpercaya.

Bila berulang tahun, tentu kita mengenang masa lalu untuk disyukuri, untuk dievaluasi, untuk menjadi pelajaran penting, serta melihat kekurangan yang perlu diperbaiki. Kemudian atas dasar ini pula harian "SIB" ini akan melangkah dengan merencanakan hal-hal yang strategis dan menciptakan masa depan yang visioner kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Bagi harian "SIB" tercinta ini, kita sebagai pembaca yang budiman merasa bersyukur bahwa masa lalunya telah dilampaui dengan beragam suka dan duka yang mungkin tidak semua memenuhi harapan kita. Namun setidaknya harian ini telah memasuki sanubari pembaca setia karena di sini segala perkara yang terjadi di masyarakat, gereja, dan negara ini dapat kita baca.

Sungguh menggembirakan kepada kita sebab harian "SIB" tercinta ini berhasil lolos dari gejolak sentimen di tengah berbagai pergulatan sosial, budaya, politik dan ekonomi akhir-akhir ini yang berdimensi sentimen SARA (Suku, Agama, Ras). Mengapa? Bila saja para Pimpinan, Redaktur, dan Wartawan tidak cerdik dan cerdas dalam menangkap aspirasi yang berkembang serta tidak cermat bisa saja harian "SIB" ini terjebak oleh sentimen SARA yang berakibat fatal. Namun, kita melihat para stake-holder di harian "SIB" masih dibimbing Tuhan sehingga ia selamat dan tidak tergiring terhadap hal-hal yang sensitif, tetapi juga tidak takut bersuara, yang benar itu adalah benar.

Inilah suara kebenaran dari Tuhan yang sudah, sedang, dan masih perlu disuarakan harian "SIB" tercinta ini. Di bidang pertumbuhan ekonomi, bagaimana mempercepat laju pembangunan bagi wilayah di kawasan Barat (wilayah Tapanuli). Untuk percepatan pembangunan daerah kita ini suara yang dikumandang oleh harian "SIB" tercinta ini yaitu, gagasan pembentukan yang sudah terealisasi BODT (Badan Otorita Danau Toba). Inilah program strategis yang perlu kita doakan agar memberi dampak dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya yang berada di kawasan Danau Toba.

Percepatan akses pembangunan sarana-prasarana untuk peningkatan arus lalu lintas dan perdagangan dari dan untuk desa - kota, di darat, laut dan udara (seperti jalan tol, lapangan terbang, Pelabuhan Laut) daerah Sumatera Utara. Di bidang sosial, harian "SIB" tercinta ini terlihat sangat getol mengungkap kasus-kasus kriminal, pidana, terutama masalah NARKOBA (Narkotika dan obat-obat terlarang) serta judi yang masih saja marak di masyarakat.Inilah salah satu penyakit yang merusak mental dan kepribadian masyarakat. Di bidang Politik, Harian "SIB" ini tidak lagi berafiliasi terhadap kepentingan satu Partai Politik, sehingga independensi harian "SIB" menjadi milik semua suku, golongan, dan semua kepentingan politik.  Di bidang Budaya, harian "SIB" tercinta masih terlihat kental untuk menjunjung tinggi martabat dan citra budaya lokal, sehingga semakin terlihat kearifan lokal selalu menghiasi sisi berita dan karakter penyajian beritanya.

Penilaian penulis terhadap perjalanan harian "SIB" ini untuk kita renungkan kembali bahwa sebagaimana amanat Firman Tuhan yang dikatakan Yesus dalam Injil Lukas 4:17-19, Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis; "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Seperti yang dibacakan Yesus kepada orang banyak ketika mengajar di Synagoge, demikianlah harian "SIB" menyajikan berita kabar baik yang akan disuarakan menurut kebenaran Firman Tuhan, yaitu ; memberitakan keselamatan bagi mereka yang miskin, yang tertindas, yang sakit, mencelikan mata orang buta supaya melihat, membebaskan yang di penjara. Sebab rahmat Tuhan akan selalu menjadi berita dari harian "SIB" tercinta ini.

Semoga harian "SIB" ini ke depan semakin jaya, maju, dan menjadi berkat kepada dunia. Dirgahayu harian "SIB". Amin. (f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru